Berita Viral
Gegara Terima Kabar Suami Nikah Lagi, Ibu di Lampung Malah Habisi Nyawa Bayinya
Akibat rasa cemburu dan marah yang tak terkontrol, ibu itu langsung menghabisi buah hati bersama suaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/wrytjwryj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang ibu di Lampung tega membunuh bayinya.
Hal itu dilakukan karena sang ibu menerima kabar tak menyenangkan.
Ia menerima kabar bahwa suaminya telah menikah lagi dengan perempuan yang berbeda.
Akibat rasa cemburu dan marah yang tak terkontrol, ibu itu langsung menghabisi buah hati bersama suaminya.
Padahal bayi tersebut tidak memiliki salah apa-apa tapi malah jadi korban pembunuhan dari ibu kandungnya sendiri.
Baca juga: Lansia 73 Tahun di Sulsel Tewas Terbakar saat Rumahnya Terbakar, Sempat Selamatkan Diri
Seorang ibu berinisial UM (39) tega membunuh anak kandungnya yang masih berusia 6 bulan di rumahnya, Desa Way Areng, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Sabtu (11/1/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.
Terungkapnya kasus tersebut pertama kali diketahui anak sulung UM berinisial YA.
Saat itu, YA mendengar tangisan sekira pukul 04.00 WIB.
Kemudian YA pun mendatangi sumber suara dari arah dapur.
Ia pun terkejut melihat adik keduanya berinisial HS sudah dalam kondisi bersimbah darah tergeletak di lantai dapur.
Sementara di samping balita yang berlumur darah berdiri ibunya sembari memegang satu bilah golok.
Baca juga: Tak Suka dengan Omongan Korban, Suami di Jaktim Tega Aniaya Istrinya hingga di Talak 3
Melihat kondisi tersebut, YA pun lantas mengambil tubuh adiknya dan membawanya ke rumah pamannya yang berada di samping tempat tinggalnya.
Setelah itu, YA pun kembali masuk ke rumahnya dan mendapati ibunya telah tergeletak dengan luka sayatan di tangannya dan mulut berbusa karena mengkonsumsi racun semut.
Sementara, keluarga berupaya menyelamatkan bayi yang diduga dibacok UM ke Puskesmas.
Namun, nyawa sang bayi tak terselamatkan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
Baca juga: Gegara Tak Tahan Kebiasaan Jorok Istrinya, Suami ini Minta Diceraikan setelah 2 Tahun Menikah
"Kita masih menyelidiki kasus tersebut," ujarnya, Sabtu (11/1/2025).
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Di mana ditemukan luka bacok di kepala korban hingga akhirnya meninggal dunia.
Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi YA.
"Bayi tersebut terlihat sudah terbaring di lantai dengan keadaan luka bacok di bagian kepala sebanyak berdasar keterangan saksi," kata Kombes Umi.
Korban langsung dibawa saksi ke rumah saudaranya.
Baca juga: Gegara Sakit Hati Diejek, Pemuda di Kalteng Tikam Tetangga hingga Tewas, Jasadnya Dibuang ke Sungai
Kemudian saksi datang kembali ke rumah dan mendapati UM sudah menyayat tangannya sebelah kiri serta meminum obat semut.
Polisi membawa barang bukti golok dan botol obat semut.
Polisi menduga pelaku UM mengalami depresi atau baby blues syndrome.
Pelaku diketahui mengurus tiga anak seorang diri sementara suami bekerja di luar kota.
"Pelaku masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah kondisi pelaku memungkinkan," kata Kombes Umi.
Kabar Suami Akan Menikah
Selain masalah psikologis, beberapa warga juga menyebutkan bahwa pelaku mengalami depresi karena suaminya yang bekerja sebagai sopir truk di wilayah Jawa sudah lama tidak pulang dan kabarnya akan menikah lagi.
"Menurut keterangan saksi, pelaku mengalami tekanan emosional yang berat. Suaminya sudah lama tidak pulang dan kabarnya akan menikah lagi," kata Umi.
Baca juga: Pemotor Asal Sukoharjo Tewas Usai Kecelakaan Tertimpa Pohon Jati di Wonogiri, Keluarga Tolak Autopsi
Saat ini, UM masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat upaya bunuh diri yang dilakukannya setelah membunuh bayinya.
Polda Lampung sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi psikologis ibu pasca-melahirkan.
"Kami mengajak semua pihak, baik keluarga maupun lingkungan sekitar, agar lebih peka terhadap kondisi ibu yang baru melahirkan, sehingga potensi depresi dapat segera ditangani,” ucap Umi.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu, terutama dalam periode pasca melahirkan.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.