Tribun UMKM

Cerita Ramli Hursan Buka Warung Makan di Gorontalo Utara, Kedai K'EMON Berdiri Sejak 2019

UMKM bernama K'EMON ini terletak di Jalan Trans Sulawesi, Desa Mokonow, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.

Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Efrit Mukmin
Kedai K'EMON menerima pesanan nasi tumpeng hingga gado-gado 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ramli A Hursan (40) menceritakan perjalanan usaha kuliner di Kabupaten Gorontalo Utara.

UMKM bernama K'EMON ini terletak di Jalan Trans Sulawesi, Desa Mokonow, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.

Nama K'EMON (Kedai Mokonow), terinsipirasi dari dua hal. Pertama, nama Desa Mokonow dan nama panggilannya sendiri, Emon.

Ramli mendirikan usahanya sejak 2019. Namun sempat tutup sementara karena ia harus pindah ke Makassar.

"Saat kembali ke Gorontalo dapat pekerjaan tetap menjadi Staf di Kantor Urusan Agama, dan akhirnya usaha tersebut dibuka lagi alhamdulillah," ungkap Ramli kepada TribunGorontalo.com, Minggu (12/1/2025).

Ramli menyebut modal usaha diambil dari tabungan pribadi. Ia mengandalkan media sosial Facebook.

Kemasan produk menggunakan logo khas kedainya sendiri. Hal ini bertujuan agar jualannya juga lebih menarik.

Kedai ini belum melayani makan di tempat, jadi mereka hanya melayani pemesanan antar jemput.

Kedai K'EMON milik Ramli Hursan di Desa Mokonow, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kedai K'EMON milik Ramli Hursan di Desa Mokonow, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara. (TribunGorontalo.com/Efrit Mukmin)

Baca juga: Inilah 7 Daerah Alokasi Dana Desa Terbesar di Kabupaten Gorontalo Tahun Anggaran 2025

"Saat ini saya akan membangun kedai agar lebih nyaman dan asik yang dinikmati oleh konsumen, kedainya tinggal sedikit lagi akan rampung" jelas Ramli.

Tentu dalam usaha pasti ada tantangan yang ia hadapi mulai dari bahan.

Satu-satunya kendala adalah Ramli tidak bisa membeli banyak stok belum memiliki lemari pendingin.

Selain itu, sayuran kerap habis karena ia hanya membeli di pasar tradisional. 

Ramli mengatasinya dengan membeli sayuran milik petani lokal yang ada di desanya, dan berencana untuk membeli mesin pendingin.

"Untuk Instansi-instansi jangan pernah menggunakan produk-produk rumah makan yang ada di kecamatan lain atau kabupaten lain, berdayakan UMKM yang ada di tempat itu," pintanya.

Adapun menu favorit K'EMON adalah ayam geprek. Ramli mengaku mengutamakan cita rasa khas. Tepung ayamnya diracik oleh Emon.

Adapun potongan ayamnya cukup besar, sehingga seporsi ayam geprek dapat dimakan oleh dua orang.

Selain itu, ada juga menu lain yang disediakan di kedai ini seperti Mie Jebew, Gado-gado, Batagor Bandung, Mpek-mpek, hingga Jalangkote.

Harga makanan mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu.

Tak tanggung-tanggung, keuntungan bersih diperoleh per bulan mencapai Rp 7 juta.

K'MON buka setiap Senin sampai Sabtu, mulai pukul 10:00 hingga 22:00 WITA.

Ramli menerima pesanan makanan katering, hingga makanan Tumpeng untuk hajatan apa pun. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved