Tempat Nongkrong Gorontalo
Proyek Kios UMKM Taruna Remaja Gorontalo Senilai Rp 4 Miliar Kini Telah Rampung
Eksistensi kawasan kios UMKM ini diharapkan dapat menjadi ikonik kuliner baru di Kota Gorontalo. (*)
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-terkini-Kios-UMKM-Taruna-Remaja-Gorontalo-Sabtu-1112024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Proyek yang ditunggu-tunggu, Kios UMKM Taruna Remaja Gorontalo kini rampung.
Rampungnya Kios Taruna Remaja Gorontalo ini akan menegaskan bahwa lokasi ini sebagai pusat kuliner baru.
Dipantau Sabtu siang ini (11/1/2024), proyek Kios UMKM Taruna Remaja Gorontalo ini telah rampung dan tinggal menunggu pemolesan.
"Memang kalau sesuai perencanaan, itu sudah selesai," kata Zamroni Agus, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo, Sabtu (11/1/2025).
Zamroni menuturkan, beberapa pekerjaan seperti taman mini, akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.
Pekerjaan itu memang di luar dari alokasi proyek yang sebelumnya telah dirampungkan.
Kawasan ini rencananya akan beroperasi pada akhir Januari tahun ini.
Dalam gambaran master plan, kios UMKM ini akan fokus pada UMKM kuliner dan suvenir atau cenderamata.
"Pembagiannya itu 10 untuk kuliner dan 10 untuk suvenir," tukas Zamroni.
Sebanyak 15 pedagang yang dulunya jualan menggunakan gerobak di lapangan Taruna Remaja, akan dipindahkan ke kawasan yang baru.
Khsusus kuliner, setiap lapak akan diisi oleh dua pelaku usaha.
"Kita nanti akan membentuk tim kurator untuk menilai pelaku usaha lainnya ketika mau masuk ke dalam," jelasnya.
Tim akan melakukan seleksi dan verifikasi usaha sebagai uji kelayakan agar bisa masuk ke dalam.
"Untuk kuliner masih sekitar 4-5 dan 9 usaha suvenir," terang Zamroni.
Ia menilai, saat ini belum ada lokasi penjual suvenir Gorontalo yang terpusat.
Adapun produk-produk yang menjadi prioritas adalah suvenir dari kerajinan tangan / anyaman, fashion, maupun lukisan-lukisan.
Sampai dengan saat ini, Zamroni belum menyebut berapa biaya yang dikenakan kepada pelaku usaha setiap bulannya ketika sudah berada di kawasan tersebut.
"Nanti kita akan sampaikan saat sosialisasi, kita masih akan berkoordinasi dengan Badan Keuangan," tandasnya.
Yang pasti kata Zamroni, biaya yang dikenakan akan seusai dengan fasilitas yang mereka dapat.
Sejak awal pengerjaannya, ia menjelaskan proyek tersebut tidak menuai kontra dari pelaku usaha.
"Karena kita sudah sampaikan, bahwa lokasi usahanya mereka dulu itu sebenarnya tidak layak, yang paling mencolok adalah sanitasi air, tidak ada pembuangan air cuci piring dan lain-lain," pungkasnya.
Eksistensi kawasan kios UMKM ini diharapkan dapat menjadi ikonik kuliner baru di Kota Gorontalo. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.