Penumpang Kapal Lompat ke Laut
Kronologi Remaja Asal Kabila Gorontalo Nekat Terjun ke Laut saat Naik Kapal, Lihat Sosok Asing
AD (14) nyaris tenggelam usai melompat ke laut. Insiden ini terjadi saat AD menaiki KMP Moinit dari pelabuhan Pagimana menuju Gorontalo, Rabu (8/1).
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AD-seorang-remaja-asal-Kabila-nekat-melompat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – AD (14) nyaris tenggelam usai melompat ke laut.
Insiden ini terjadi saat AD menaiki KMP Moinit dari pelabuhan Pagimana menuju Gorontalo, Rabu (8/1/2025).
AD merupakan penumpang kelas ekonomi. Ia tidur di dek kapal.
Namun pada pukul 05.00 WITA, remaja tersebut tiba-tiba melompat ke laut.
Beruntung juru masak KMP Moinit melihat penumpang jatuh ke laut.
Ia lantas memberitahukan anak buah kapal (ABK).
Butuh waktu sepuluh menit bagi kru kapal menyelamatkan remaja tersebut.
Menurut Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo (KPG), Ipda Reza Reyzaldy, insiden terjadi sekitar pukul 05.00 WITA.
Kala itu, KMP Moinit sudah memasuki perairan Gorontalo.
"Informasi awal disampaikan oleh juru masak kapal yang melihat AD melompat ke laut. Nahkoda dan kru langsung bertindak cepat untuk menyelamatkan korban," ujar Ipda Reza.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Penumpang KMP Moinit Asal Gorontalo Nekat Lompat ke Laut, Alami Halusinasi
AD punya riwayat gangguan kesehatan
Lebih lanjut, Ipda Reza mengatakan, AD memiliki riwayat penyakit.
Saat di kapal AD mendadak terbangun dari tidur dan mengalami halusinasi.
Ia mengira melihat sosok pria asing di dekat ibunya, sehingga secara spontan ia langsung melompat ke laut.
Setelah dilakukan evakuasi, AD diberikan pertolongan pertama di atas kapal, beruntung hasil pertolongan kru kapal korban dinyatakan dalam kondisi stabil.
Orang tua AD, Yuslan Dongge dan Nurhayati Mohuju, mengaku bahwa anaknya pernah menderita gangguan kesehatan sejak kecil.
AD disebut sempat menjalani perawatan medis maupun tradisional.
"Namun saat kejadian orang tuanya mengaku tidak mengetahui keadaan anaknya karena setahu mereka anaknya tidur di lantai 3 kapal," tuturnya.
"Korban telah diperiksa oleh pihak kesehatan pelabuhan dan dinyatakan sehat. Saat ini, ia sudah kembali ke rumah bersama orang tuanya," tutup Ipda Reza.
Bahaya melompat ke laut saat kapal berjalan
Melompat ke laut saat kapal bisa berakibat fatal.
Pertama, seseorang bisa saja tenggelam apabila kru kapal tidak segera melakukan tindakan penyelamatan.
Selain itu, melompat ke laut dari dek kapal bisa menyebabkan cedera.
Ketika tubuh menabrak air dengan kecepatan 80 kilometer per jam, air terasa seperti benda padat.
Melompat saat kapal sedang berjalan merupakan tindakan ceroboh yang bisa membuat seseorang kehilangan nyawa.
Oleh karena itu, penumpang yang memiliki riwayat gangguan kesehatan sebaiknya didampingi ketika menaiki kapal. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.