Makan Bergizi Gratis
Viral! Anak SD Gorontalo Pilih Bawa Pulang Makan Siang Gratis Demi Ibunya: di Rumah Tidak Ada Nasi
SDN 1 Bone Raya, Gorontalo, meski tidak menjadi salah satu sekolah yang masuk uji coba makan bergizi gratis, namun tetap melaksanakan program tersebut
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2025-01-07_Suleman-Daud-siswa-SD-yang-viral-bawa-pulang-makanan-bergizi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebuah momen mengharukan terjadi di momen peluncuran program makan bergizi gratis yang digelar pada Senin, 6 Januari 2024.
SDN 1 Bone Raya, Gorontalo, meski tidak menjadi salah satu sekolah yang masuk uji coba makan bergizi gratis, namun tetap melaksanakan program tersebut.
Polres Bone Bolango, yang turut menginisiasi program itu secara sukarela, memberikan makan siang gratis bagi 61 siswa di sekolah tersebut.
Namun, di balik kebahagiaan peluncuran program ini, ada kisah yang menggugah hati.
IPDA Yahya Boudelo, Kapolsek Bone Raya Polres Bone Bolango, merekam momen tak terduga saat salah satu siswa, Suleman Datau, menolak untuk makan makanannya.
Ketika ditanya oleh Kapolsek, Suleman dengan jujur mengungkapkan alasan mengapa ia memilih membawa pulang makanannya daripada memakannya di sekolah.
“Mo kase pa mama (mau dibawa pulang untuk ibu di rumah),” jawab Suleman dengan polos.
Suleman, anak SD itu tampak polos menyampaikan niatnya untuk memberikan makanannya kepada sang ibu yang di rumah.
Kapolsek pun terkejut dan bertanya lebih lanjut, “Kenapa mo kase pa mama?”
Suleman menjawab dengan tegas, “Karena di rumah tidak ada nasi.”
Mendengar jawaban tersebut, Kapolsek merasa terenyuh.
Program makan bergizi gratis yang dirancang untuk membantu siswa di Gorontalo ini memang bertujuan memberikan nutrisi yang baik bagi mereka.
Namun tak terbayangkan ada anak yang justru memilih untuk membawa makanan itu pulang, karena di rumahnya tak ada cukup makanan.
Program makan bergizi gratis yang diinisiasi oleh Polres Bone Bolango ini turut mendukung program pemerintah pusat, dengan menu yang mencakup nasi, daging, dan telur.
Saat dihubungi TribunGorontalo.com, Kapolsek Yahya Boudelo menjelaskan bahwa ia pun terkejut dengan jawaban anak itu.
Ia justru lebih terkejut lagi ketika video yang ia ungguh viral. Artinya menunjukan bahwa program ini memang sangat dibutuhkan oleh warga.
"Saya melihat dari semua anak yang makan, satu anak ini tidak membuka makanannya. Makanya saya videokan dan tanyakan alasannya," kata Kapolsek.
Ia menjelaskan lagi bahwa memang program ini sebetulnya diharapkan akan menyasar seluruh siswa di wilayah Bone Bolango, Bone Raya khususnya.
Hanya saja karena masih momen peluncuran, maka baru 61 siswa di SDN 01 Bone Raya yang disasar.
Sebagai informasi, Provinsi Gorontalo turut menyambut peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan secara serentak pada hari ini, Senin (6/1/2025).
Program ini bertujuan untuk memberikan akses makanan bergizi secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi lemah.
Program ini diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan dukungan pemerintah daerah.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, mengungkapkan bahwa Gorontalo menjadi salah satu dari sekian banyak provinsi yang terlibat dalam peluncuran MBG.
Dengan adanya 1 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang beroperasi di wilayah ini, Gorontalo siap mendistribusikan makanan bergizi kepada warga yang membutuhkan.
“Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat di Gorontalo yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka. Kami ingin memastikan semua warga, terutama anak-anak dan keluarga yang kurang mampu, mendapatkan asupan makanan bergizi,” ujar Lalu dalam keterangan resmi.
Melalui program MBG, masyarakat yang terdaftar akan menerima makanan yang terdiri dari nasi, lauk pauk, dan susu, yang disiapkan oleh unit pelaksana program ini.
Peluncuran di Gorontalo diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam mendukung upaya penurunan angka malnutrisi di daerah ini.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari serangkaian uji coba yang telah dilaksanakan di berbagai daerah.
Pada tahap pertama, MBG ditargetkan dapat menjangkau sekitar 3 juta orang di seluruh Indonesia.
Di Gorontalo, pemerintah daerah berharap dapat menjangkau sejumlah keluarga yang membutuhkan, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan meluas hingga mencakup lebih banyak wilayah, dengan target penerima manfaat yang meningkat hingga 15 juta orang pada Agustus 2025 mendatang.(*)
| Program MBG di SD Laboratorium UNG Gorontalo Dapat Sorotan, Sekolah Perketat Pengawasan |
|
|---|
| BGN Evaluasi Total MBG Ramadan, Menu Kacang Diganti Telur |
|
|---|
| Dukung Program MBG, Polri Resmikan 1.179 SPPG, Prabowo Beri Pujian |
|
|---|
| Menkeu Purbaya: MBG Pilar Utama Strategi Pembangunan Presiden, Tak Perlu Banyak Protes |
|
|---|
| Guru Honorer Dapat Rp100 Ribu per Hari dari Program Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.