Program Makan Bergizi di Gorontalo
Dapur Makan Bergizi Gratis Gorontalo Dijaga Ketat, Orang Dinas Dilarang Masuk Tanpa Bukti Legalitas
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) menerapkan menerapkan protokol ketat.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Truk-pengangkut-MBG-dari-SPPG.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) menerapkan menerapkan protokol ketat.
Seperti di ketahui, Provinsi Gorontalo telah menggelar program MBG di tiga sekolah, pada Senin (7/1/2025).
Semua makanan dimasak di SPPG di Jalan Selayar, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Pihak SPPG menerapkan protokol yang super ketat, baik dari sisi kualitas makanan yang disajikan proses distribusinya.
Ketatnya aturan tidak hanya dari sisi penyajiannya saja, melainkan juga dari sisi aksesibilitas memasuki kawasan SPPG.
"Harus berkoordinasi langsung dengan bagian Kepresidenan atau ke Badan Gizi Nasional (BGN)," ujar Koordinator SPPG kepada TribunGorontalo.com, Selasa (7/1/2025).
SPPG di Kelurahan Liluwo menjadi SPPG pertama yang mulai beroperasi di Provinsi Gorontalo.
Tidak semua orang bakal diizinkan untuk memasuki tempat ini.
Baca juga: Suleman Datau Siswa SDN Bone Raya Gorontalo Bawa Pulang Makanan Bergizi untuk Ibu, Kapolsek Terharu
Bahkan sekelas dinas pemerintah wajib menunjukkan bukti legalitas.
Kota Gorontalo diproyeksikan memiliki 14 titik SPPG dari total 99 SPPG se-Provinsi Gorontalo.
Sebelumnya penyaluran MBG di Kota Gorontalo untuk tahap awal baru dilaksanakan di 14 sekolah.
Skema pembiayaan APBN itu melalui BGN bekerja sama dengan Yayasan Hulonthalo Pangan Bergizi.
Selanjutnya dibentuk SPPG sebagai instansi teknis pelaksana dan distribusi makanan.
Rencananya di Kota Gorontalo akan didirikan SPPG atau dapur sehat itu sejumlah 14 titik.
Untuk seluruh Provinsi Gorontalo ada 99 yang akan dibangun untuk melayani 2.863 sekolah dan 262.800 siswa. (*)