Program Makan Bergizi di Gorontalo
14 Dapur Akan Memasak Makanan Bergizi Gratis untuk 28 Ribu Siswa di Kota Gorontalo
Pemerintah Kota Gorontalo optimis bahwa program ini tidak hanya akan membantu pemenuhan gizi bagi siswa, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ismail-Madjid-bersama-forkopimda-saat-mengunjungi-SMPN-08-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Program makan bergizi gratis bagi siswa yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo akan melibatkan 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebanyak SPPG atau dapur ini akan menyajikan makanan bergizi kepada sekitar 28 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, serta ibu hamil dan menyusui.
Penjabat Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.
"Setiap SPPG akan melayani sekitar 3.000 siswa. Insya Allah, kita doakan program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah," ujar Ismail saat mengunjungi program makan siang gratis di SMP Negeri 08 Kota Gorontalo, Senin (6/1/2025).
Baca juga: Pemda Gorontalo Utara Kemungkinan Banding Putusan MA Soal Pulau Saronde
Program makan siang gratis ini bertujuan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga diharapkan dapat mendukung perekonomian lokal.
Dengan meningkatnya permintaan bahan pangan seperti beras, sayuran, telur, dan ikan, program ini dipercaya dapat memberikan dampak positif pada sektor ekonomi Kota Gorontalo.
“Permintaan bahan pangan yang meningkat ini akan menumbuhkan ekonomi lokal. Dengan begitu, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh masyarakat, terutama para petani dan pelaku usaha di sektor pangan,” kata Ismail.
Peluncuran program ini dimulai serentak di 14 titik layanan SPPG di seluruh Kota Gorontalo.
Pemerintah Kota Gorontalo optimis bahwa program ini tidak hanya akan membantu pemenuhan gizi bagi siswa, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah.
"Program ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, sekaligus menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal," tutup Ismail Madjid.(*)