Rabu, 15 April 2026

Satpol PP Viral

Pengakuan Korban, Sudah Minta Maaf tapi Tetap Dipukul Satpol PP Gorontalo

Pria yang akrab disapa Joko ini membeberkan kronologi kejadian yang terjadi saat ia mengantar istrinya bekerja di Kantor Gubernur Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pengakuan Korban, Sudah Minta Maaf tapi Tetap Dipukul Satpol PP Gorontalo
KediriKab
ILUSTRASI -- satpol PP Gorontalo viral. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ibrahim Usman, pria berusia 39 tahun yang menjadi korban pemukulan oleh oknum anggota Satpol PP Gorontalo, akhirnya buka suara terkait kejadian yang menimpanya pada Senin (23/12/2024).

Pria yang akrab disapa Joko ini membeberkan kronologi kejadian yang terjadi saat ia mengantar istrinya bekerja di Kantor Gubernur Gorontalo.

Joko, warga Desa Bube, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, menjelaskan bahwa ia sudah meminta maaf, namun tetap mendapat perlakuan kasar dari petugas.

“Saya langsung minta maaf ke mereka dan saya memang sudah salah,” ujar Joko.

Insiden bermula saat Joko terburu-buru mengantar istrinya yang bekerja sebagai tenaga honorer.

Setelah mengantar, ia segera keluar dari gerbang kantor menggunakan motor kopling yang otomatis menghasilkan suara gas keras.

Saat melintas, beberapa petugas Satpol PP yang berjaga menghentikan Joko dan menegurnya.

Salah satu petugas bahkan mencabut kunci motor Joko dan mempertanyakan alasan menggeber gas motor.

Meski sudah meminta maaf, seorang petugas memukul kaca helm Joko, membuatnya terkejut.

Tak berhenti di situ, saat Joko turun dari motor dan melepas helm, ia mendapat tendangan di area sensitif hingga tersungkur.

“Saya sudah minta maaf, tapi tetap dipukul. Itu yang saya sesalkan,” tutur Joko.

Pihak Satpol PP Gorontalo dan Joko telah mencapai kesepakatan damai, dan oknum pelaku pemukulan bahkan telah meminta maaf secara langsung.

Namun, keluarga Joko, terutama ayahnya, tetap bertekad menempuh jalur hukum atas perlakuan tersebut.

“Saya maafkan, namanya juga manusia. Tapi jalur hukum tetap berjalan,” tegas ayah Joko dalam bahasa Gorontalo saat proses mediasi yang dihadiri oleh pihak keluarga korban, Satpol PP, dan Kepolisian.

Klarifikasi Kasatpol PP

Kasatpol PP Provinsi Gorontalo, Taufik Sidiki, sebelumnya memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Menurutnya, tindakan tersebut terjadi saat petugas menjalankan tugas penegakan disiplin.

“Kami hanya menjalankan tugas. Namun, kami akui tindakan tersebut tidak sesuai prosedur,” ujar Taufik.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi kepada oknum yang terlibat dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Sementara itu, insiden ini menuai kecaman luas di media sosial. Banyak netizen mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan petugas dan menuntut penegakan hukum yang adil terhadap pelaku. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved