Berita Gorontalo Utara
Nelayan Gorontalo Utara Takut Melaut Gara-gara Cuaca Buruk
Sebanyak 27 perahu terlihat terparkir di pesisir Desa Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Selasa (24/12/2024), karena kondisi laut yang tidak memungkinkan.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pantai-di-Gorontalo-Utara-Nelayan-tak-melaut-gara-gara-cuaca-buruk.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Cuaca buruk yang melanda wilayah Gorontalo Utara dalam beberapa waktu terakhir memaksa para nelayan untuk menghentikan aktivitas mereka di laut.
Sebanyak 27 perahu terlihat terparkir di pesisir Desa Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Selasa (24/12/2024), karena kondisi laut yang tidak memungkinkan.
Ombak tinggi, angin kencang, dan arus deras menjadi ancaman serius bagi keselamatan para nelayan.
Arif Kaiko, seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa melaut dalam kondisi cuaca ekstrem sama saja dengan mempertaruhkan nyawa.
“Apabila cuaca buruk tetap melaut, sama saja dengan orang yang bunuh diri,” ujar Arif.
Menurutnya, ketika cuaca baik, pendapatan nelayan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Bisa mencapai Rp 4 juta per bulan. Namun, sekarang kami bahkan kesulitan untuk makan sehari-hari.”
Arif, yang saat ini tidak memiliki perahu sendiri karena perahunya rusak, terpaksa meminjam perahu milik orang lain untuk bekerja.
Namun, dengan kondisi cuaca seperti ini, ia tidak bisa melaut sama sekali.
Keadaan ini diperparah dengan minimnya alat tangkap yang dimiliki oleh banyak nelayan di wilayah tersebut.
Ketidakmampuan nelayan untuk melaut telah berdampak pada ketersediaan ikan di pasar.
Pasokan yang berkurang menyebabkan harga ikan melonjak, menambah beban ekonomi masyarakat yang sudah sulit.
Para nelayan berharap agar cuaca segera membaik sehingga mereka bisa kembali melaut dengan aman.
Selain itu, mereka juga meminta perhatian dari pemerintah untuk memberikan bantuan operasional dan perlindungan dalam menghadapi cuaca buruk yang berulang kali terjadi.
“Kami sangat berharap ada dukungan dari pemerintah, baik berupa bantuan alat tangkap, perbaikan perahu, atau program lain yang bisa membantu kami bertahan,” tambah Arif.
Peringatan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo merilis kondisi ombak di pesisir pantai bisa mencapai ketinggian kategori rendah (0.5 – 1.25 m).
Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Jumat (20/12/2024), Naufal Pramudya Irawan Prakirawan BMKG memperkirakan hingga menjelang akhir tahun, ketinggian gelombang di pesisir masih dengan kategori yang sama.
Namun untuk wilayah perairannya terdapat adanya potensi gelombang dengan ketinggian kategori sedang (1.25 – 2.5 m).
"Secara umum, rata-rata gelombang signifikan di perairan Utara maupun Selatan Gorontalo memiliki ketinggian dengan kategori rendah (0.5-1.25 m)," ungkapnya melalui via WhatsApp.
Ia mengatakan bahwa adanya potensi ombak tinggi yang dapat mengancam keselamatan nelayan dan warga yang berada di pesisir Gorontalo selama musim hujan.
"Untuk potensi sendiri tentu saja ada, dengan meninjau saat ini terdapat adanya pusat tekanan rendah di Utara wilayah Indonesia yang menyebabkan kecepatan angin yang tinggi sehingga mengakibatkan gelombang yang relatif lebih tinggi dari biasanya," jelasnya.
Selain itu katanya di pesisir Utara dan Selatan memiliki resiko yang sama potensi adanya ombak tinggi dan cuaca buruk.
"Berdasarkan tingkat resiko di wilayah pesisir Utara maupun Selatan memiliki resiko yang sama untuk dalam hal ini," ujarnya.
Naufal juga menyentil soal fenomena La Nina atau El Nino yang dapat mempengaruhi adanya kekuatan ombak di pesisir Gorontalo.
"Untuk La Nina akan cukup berpengaruh terhadap gelombang di perairan sekitar Gorontalo, karena La Nina dapat meningkatkan curah hujan serta pada saat La Nina akan meningkatkan kekuatan angin di atas perairan Gorontalo," bebernya.
Sementara itu, BMKG sendiri telah memprediksi ombak tinggi yang dapat mengganggu aktivitas nelayan dan wisata bahari di akhir tahun.
Secara umum dalam prakiraan BMKG kondisi tinggi gelombang pada periode libur akhir tahun ini di Gorontalo, ketinggian gelombang berkisar 0.5-1.25 (rendah).(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.