Tiket Pesawat Gorontalo
Tiket Pesawat di Bandara Djalaluddin Gorontalo Turun 10 Persen saat Natal dan Tahun Baru 2025
Kementerian Perhubungan RI menurunkan harga tiket penerbangan menjelang Natal 2024 dan tahun baru 2025.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Direktur-Kelayakudaraan-Pesawat-Udara-Bandara-Djalaluddin-Gorontalo-Wensy-Malonda.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kementerian Perhubungan RI menurunkan harga tiket penerbangan menjelang Natal 2024 dan tahun baru 2025.
Turunnya harga tiket mulai berlaku sejak tanggal 18 Desember 2024 - 5 Januari 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, usai menggelar apel pasukan pagi tadi, Rabu (18/12/2024).
Salah satu fungsi posko terpadu adalah mengawasi pemberlakuan tarif tiket yang turun sebesar 10 persen dari harga normal.
"Jika ada masyarakat yang mendapat harga tiket yang melebihi ketentuan, silahkan langsung datang ke posko kami," imbau Joko Harjani.
Potongan harga ini berlaku untuk seluruh maskapai pada seluruh badan usaha angkutan udara (BUAU).
Saat ini ada tiga BUAU yang dibuka di Bandara Djalaluddin Gorontalo yakni, Garuda Indonesia, Batik Air dan Lion Air.
Berikut ini adalah harga tiket pesawat setelah mengalami pemotongan sebesar 10 persen.
1. Garuda Indonesia
- GTO - CGK : Rp 2.625.870
- GTO - UPG : Rp 1.637.460
2. Batik Air
- GTO - CGK : Rp 2.625.870
3. Lion Air
- GTO - UPG : Rp 1.396.641
- GTO - CGK : Rp 1.997.803
Baca juga: Tak Pandang Bulu, Adhan Dambea Akan Tutup Tempat Jualan Miras di Kota Gorontalo: Tidak Ada Toleransi
90 Kendaraan yang Legal Beroperasi di Kawasan Bandara Djalaluddin Gorontalo
Selain turunnya harga tiket, kebijakan lain yang diterapkan pihak Bandara Djalaluddin Gorontalo adalah regulasi untuk angkutan darat yang beroperasi di sekitar bandara.
"Beberapa hari terakhir ini kami melakukan penertiban taksi-taksi gelap yang tidak berizin, yang beroperasi di sekitar bandara," ungkap Joko Harjani.
Kini pihaknya telah melakukan penertiban mulai dari pintu masuk bandara hingga ke kawasan pelataran bandara.
Adapun yang diperbolehkan masuk dan beroperasi di sekitar bandara adalah taksi-taksi yang memiliki izin.
Hal itu kata Joko Harjani, adalah upaya peningkatan pelayanan melalui taksi airport bandara.
"Jadi kita tingkatan agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada penumpang," tukasnya.
Pihak bandara telah melakukan pendataan taksi-taksi yang memiliki izin operasi.
Dalam minggu ini, sekitar 90 taksi yang berizin akan dipasangi stiker agar bisa dibedakan dengan taksi lain.
Ia menambahkan khsusus parkir berizin berada di belakang ATM bandara.
Nataru kali ini, Joko Harjani memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 3-5 persen dari tahun sebelumnya.
Puncak peningkatan penumpang diprediksi akan terjadi sebelum Natal 2024 sekitar tanggal 21 Desember 2024.
Untuk menjamin keamanan angkutan udara, Winsy Malonda selaku Direktur Kelayakudaraan Pesawat Udara Bandara Djalaluddin Gorontalo menjelaskan, pihaknya telah memastikan kelayakan setiap pesawat yang akan beroperasi.
"Kami memastikan pesawat yang terbang di Bandara Djalaluddin Gorontalo itu pesawat yang layak terbang," tegas Winsy.
Kelayakan itu juga mencakup perawat pesawat dan man power yang ada di bandara.
Sementara itu, Ridwan Umar selaku Staf Balai Karantina Kesehatan juga akan memastikan setiap penumpang harus sehat dan siap terbang.
"Misalnya ibu hamil harus periksa dulu ke klinik kita," ujar Ridwan.
Selain itu, orang dalam keadaan sakit yang akan berangkat harus dilakukan pendampingan.
"Kalau orang sakit tanpa ada rujukan, nanti kita akan evakuasi apakah layak terbang atau tidak," pungkasnya. (*)
Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Terkini, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.