Berita Viral
Viral, Ayah di Surabaya Ini Tega Cubit Anaknya Berkali-Kali Sepanjang Jalan, Kini Jadi Tersangka
Seorang ayah di Surabaya mendadak viral di sosmed. Ayah ini viral lantaran tega mencubiti anaknya berkali-kali di sepanjang jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/s-cjwaenfkw.jpg)
"Bapaknya ngaku dicubit hanya untuk mendiamkan anak ini, bukan karena marah atau gimana, enggak," terang Rina.
Meski demikian, penyidik menilai perbuatan pelaku sudah kelewatan.
"Ini bisa dikatakan tindakan untuk mendisiplinkan anak, cuma kali ini memang bapaknya sudah agak kelewatan."
"Kalau memar atau apa, nanti kita nunggu hasil visum," jelasnya.
Oleh sebab itu, ia ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan anak dipersangkakan Pasal 80 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Baca juga: Viral! Petugas SPBU Ditonjok Pendera Mobil Gegara Malu Ditanyakan Perihal Isi Pertalite Rp25 Ribu
Dia terancam hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan akibat tindakannya tersebut.
"Pasal 80 ancaman hukumannya tiga tahun enam bulan," sebut Rina.
Sementara itu, sampai sekarang tidak terungkap siapa yang telah merekam video tersebut.
Dari suara video, perekam adalah wanita yang saat itu sedang berada di dalam mobil.
Temuan polisi, saat itu sebenarnya kondisi si perekam sangat memungkinkan menolong korban, yaitu dengan turun dari mobil lalu menegur atau meminta bantuan sekuriti hotel.
Rina pun meminta masyarakat agar belajar dari kasus ini.
Setiap melihat kejadian anak mengalami kekerasan anak jangan hanya sekedar direkam kemudian diviralkan. Sebaiknya juga melakukan tindakan.
"Yang kita minta, kalau ada kejadian (dianggap kekerasan) seperti itu ke anak, jangan hanya sekedar diviralkan," ucap Rina.
"Kita semua punya tanggung jawab yang sama terhadap anak. Bukan hanya tugas polisi, tapi tugas semua masyarakat. Karena anak itu dilindungi oleh kita semua," imbuhnya.
"Enggak ada salahnya kita kalau melihat tetangga ataupun melihat siapapun yang menyakiti anak, tegur aja," jelas Rina.
"Dengan kita menegur, pasti tindakan kekerasan yang lebih parah bisa diantisipasi," tandasnya.