Berita Viral
Siswa SD di Kepri Viral Akibat Dikeluarkan Sekolah Gegara Protes Hadiah Lomba Dipotong 50 Persen
Gegara protes sekolah memotong hadiah lomba berbahasa melayu yang dilakukan oleh siswanya, siswa tersebut dikeluarkan dari sekolah. Orangtuanya pun ta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdafhdydetgh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu siswa SD di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) ini memenangkan lomba pidato berbahasa melayu.
Ia pun menerima hadiah sebesar Rp 4 juta dari lomba tersebut.
Namun, uang yang diterima sang anak hanya Rp 1,9 juta.
Sisanya diambil oleh pihak sekolah.
Baca juga: Viral, Video Seorang Dokter Koas di Palembang, Sumsel Dianiaya Heboh di Media Sosial
Orangtuanya pun tak terima uang hasil jerih payah anaknya diambil oleh pihak sekolah.
Padahal untuk ikut lomba tersebut, pihak sekolah tidak memfasilitasi siswa tersebut.
Siswa SD di Kota Tanjungpinang berinsial JS (10) telah mengharumkan nama sekolahnya karena ia berhasil memenangkan lomba pidato berbahasa melayu.
Namun siapa sangka, hadiah yang didapat JS justru dipotong oleh pihak sekolah.
Orang tua JS pun protes karena adanya pemotongan uang hadiah lomba tersebut, hingga akhirnya JS dikeluarkan dari sekolah.
Kasus ini pertama kali diungkap oleh akun twitter (X) Miss Tweet.
Baca juga: Gegara Ikuti Maps, Dua Wanita di Bogor Viral Tersesat di Pegunungan, Terpaksa di Jemput Damkar
Akun tersebut menceritakan kronologio seorang siswa SD di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri dikeluarin dari sekolah, karena orang tua protes terkait dugaan pemotongan hadiah lomba sebesar 50 persen.
Siswi berinisial JS (10) mendapatkan hadiah juara satu lomba pidato berbahasa melayu di Kota Batam sebesar Rp4jt.
Sang Murid Berangkat Lomba tidak difasilitasi oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik).
Saat pulang ke Tanjungpinang, uang tersebut langsung diserahkan kepada pihak sekolah, maksud dan tujuan agar nama JS dapat diumumkan sebagai pemenang lomba saat hari guru.
"Ternyata tidak diumumkan, uangnya juga malah dipotong, jadi sang anak cuma dapat Rp1,9 juta.