Jumat, 27 Maret 2026

Pelajar Gorontalo Baku Pukul

Kepsek SMP di Kota Gorontalo Nyaris Dimutasi Gara-gara Siswanya Baku Pukul di Kelas

Peristiwa yang terjadi di dalam kelas saat jam pelajaran berlangsung ini hampir membuat kepala sekolah (kepsek) terkait dimutasi.

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kepsek SMP di Kota Gorontalo Nyaris Dimutasi Gara-gara Siswanya Baku Pukul di Kelas
FOTO: Faisal Husuna, TribunGorontalo.com
Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim/Faisal Husuna 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Insiden perkelahian antar siswa di salah satu SMP di Kota Gorontalo menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kota Gorontalo.

Peristiwa yang terjadi di dalam kelas saat jam pelajaran berlangsung ini hampir membuat kepala sekolah (kepsek) terkait dimutasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim, mengungkapkan bahwa tindakan tegas memang menjadi opsi yang dipertimbangkan.

Namun, aturan Pilkada yang membatasi kebijakan mutasi sementara ini membuat dinas hanya memberikan teguran tertulis kepada kepala sekolah tersebut.

“Kami telah memberikan teguran lisan terlebih dahulu. Teguran tertulis akan segera diberikan sebagai bentuk evaluasi dan tanggung jawab atas kelalaian dalam menjaga keamanan sekolah,” ujar Lukman kepada TribunGorontalo.com, Rabu (11/12/2024).

Lukman menegaskan bahwa kebijakan mutasi tidak bisa dilakukan saat ini karena terikat regulasi Pilkada.

Namun, ia menekankan pentingnya sekolah untuk tetap proaktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi siswa.

“Kami belum bisa melakukan mutasi sesuai aturan yang berlaku. Namun, kepala sekolah harus menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pendidikan. Jangan sampai ada lagi insiden serupa yang mencoreng citra pendidikan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dinas pendidikan akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Kota Gorontalo pada Senin mendatang.

Agenda rapat tersebut akan difokuskan pada upaya strategis untuk memastikan keamanan di sekolah-sekolah.

“Kami ingin semua kepala sekolah memiliki komitmen yang kuat untuk mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan. Hal ini sangat penting demi menjaga kenyamanan siswa dalam belajar,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Lukman menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.

“Saya sangat menyesali kejadian ini dan memohon maaf atas nama Dinas Pendidikan Kota Gorontalo. Kejadian ini mencoreng citra pendidikan kita dan menjadi evaluasi bersama agar tidak terulang di masa mendatang,” kata Lukman.

Ia juga meminta pihak sekolah untuk segera melakukan pembinaan kepada siswa yang terlibat perkelahian.

Menurutnya, tindakan tersebut lebih efektif dibandingkan memberikan sanksi berat seperti mengeluarkan siswa.

“Kami ingin menanamkan pendidikan karakter kepada siswa, bukan sekadar memberikan hukuman. Pembinaan harus menjadi prioritas untuk mengatasi masalah seperti ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, dinas pendidikan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan akan memastikan langkah-langkah perbaikan segera dijalankan oleh pihak sekolah.

Kronologinya

Dua orang siswi terlibat adu fisik di dalam ruang kelas dan viral di media sosial sejak Jumat 06 Desember 2024.

Kejadian perkelahian ini pertama kali dilihat TribunGorontalo.com dalam unggahan seorang dosen perguruan tinggi di Gorontalo. 

Dalam unggahan di Whatssapp pribadi tersebut, terlihat jelas bahwa video itu hasil rekam layar (screen recording) dari sebuah akun instagram. 

Dilihat dari seragam, kejadian ini dapat diidentifikasi dari sekolah menengah pertama (SMP). 

Video viral itu hanya berdurasi beberapa detik, dimulai dari seorang siswi berseragam serba hitam, melayangkan tendangan ke seorang siswi. 

Tempat kejadiandi ruang kelas, dilihat dari meja guru serta papan tulis dalam video tersebut. 

Siswi berkerudung putih dengan pakaian seragam SMP lengkap itu awalnya terlihat berdiri di depan papan tulis. 

Lalu tiba-tiba seorang wanita berpakaian serba hitam itu melayangkan "tendangan maut". 

Keduanya lantas baku bukul sebelum akhirnya sama-sama terjatuh dan bergelut di lantai sekolah. 

Mirisnya, perkelahian ini berlangsung di depan mata para siswa lain yang berada di kelas.

Meski banyak yang menyaksikan, hanya satu siswa yang tampak mencoba melerai pertikaian itu.

Sisanya hanya menonton atau bahkan merekam insiden tersebut dengan ponsel mereka.

Video yang diambil lalu disebarkan oleh salah seorang siswi itu di akun instagramnya.

Belakangan diketahui, akun instagram yang mengunggah adengan itu, rupanya wanita berpakaian hitam yang dalam video melayangkan tendangan ke siswi berpakaian seragam sekolah tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved