Jumat, 27 Maret 2026

Berita Viral

Undangan Sekolah di Bekasi Viral, Gegara Sekolah Minta Uang Pungli Rp 1 Juta Tunai: Orangtua Syok

Undangan sekolah ini yang ditujukan buat orangtua murid malah ada permintaan uang Rp 1 juta. Tak ada uang para siswa tak bisa ujian sekolah

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Undangan Sekolah di Bekasi Viral, Gegara Sekolah Minta Uang Pungli Rp 1 Juta Tunai: Orangtua Syok
tribun
ilustrasi uang -- Undangan Sekolah di Bekasi Viral, Gegara Sekolah Minta Uang Pungli Rp 1 Juta Tunai: Orangtua Syok 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Undangan dari SMA Cibitung, Jawa barat ini menuai kontroversi.

Sebab, dari undangan sekolah ini yang ditujukan buat orangtua murid malah ada permintaan uang Rp 1 juta.

Orangtua pun lantas syok, diberi undangan sekolah malah dimintakan uang yang tidak jelas akan dipergunakan untuk apa.

Uang tersebut dimintakan secara tunai dan tidak boleh di transfer.

Hal itu pasti menimbulkan kecurigaan baik dari orangtua murid bahkan dari siswanya.

Aksi siswa SMA membongkar dugaan pungutan liar alias pungli di sekolahnya viral di media sosial.

Baca juga: Viral Video Delman Tanpa Kusir Direkam Satpam saat Dini Hari di Boyolali, Ini Tanggapan Pemiliknya

Siswa tersebut diketahui berasal dari Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Wali murid diberikan undangan oleh pihak sekolah namun nyatanya disuruh mengisi nominal uang dengan alasan untuk fasilitas sekolah.

Pihak sekolah tidak menerima uang dalam bentuk transferan namun harus tunai.

Curhatan siswa SMA ini terungkap usai diviralkan oleh politikus asal Bogor bernama Ronald Aristone Sinaga melalui media sosialnya.

Ronald yang akrab disapa Bro Ron ini membagikan isi chat siswa SMA Negeri 2 Cibitung terkait dugaan pungli yang bertahun-tahun terjadi di sekolah.

Dalam postingan Instagram Bro Ron, dikutip dari Tribun Bogor, diungkap siswa SMA yang tak disebutkan namanya itu, ia telah melaporkan dugaan pungli di sekolahnya ke nomor Lapor Mas Wapres Gibran Rakabuming.

Baca juga: Viral! Tak Hanya Penjual Es Teh, Gus Miftah Juga Hina Pembawa Kopi dengan Kata Najis di Acara Sama

Dalam chatnya kepada akun Lapor Mas Wapres, sang siswa menyebut orang tuanya diminta membayar hingga jutaan rupiah oleh pihak sekolah.

Ada 600 siswa yang merasa dirugikan atas pungli tersebut.

"Assalamualaikum Mas Gibran. Saya izin mengadu tentang adanya dugaan pungli di SMAN 2 Cibitung Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Saya selaku siswa SMA tersebut telah menjadi korban dugaan pungli tak hanya saya, 600 orang tua pelajar pun terkena imbasnya.

Kasusnya berupa pungli sebesar 1.000.000 - 2.500.000 setiap siswa wajib membayar. Kasus ini serius tolong pak segera ditindak," ungkap sang siswa SMA, Kamis (5/12/2024).

Lebih lanjut, sang siswa juga menceritakan kronologi dugaan pungli yang diminta pihak sekolah kepada orang tua murid.

Ternyata modusnya adalah pihak sekolah memberikan undangan kepada orang tua murid dan disuruh datang ke sekolah.

Baca juga: Agus Buntung, Pemuda Tunadaksa yang Viral di Mataram Disebut Punya Kecerdasan Interpersonal Kuat

Sesampainya di sekolah, orang tua murid diminta mengisi kertas agar membayar sejumlah uang untuk fasilitas sekolah.

Diungkap sang siswa, ia heran kenapa pihak sekolah meminta uang kepada orang tua murid padahal sekolah tersebut adalah sekolah negeri.

"Kronologi, orang tua siswa diundang ini salah satu pengakuan akan saya jabarkan. (Orang tua) dapat undangan dari sekolah buat bersosialisasi dari komite sekolah eh pas nyampe malah disuruh isi kertas buat nulisin angka uang yang mau dikasih orang tua ke sekolah padahal tertulis bersosialisasi pada undangan tersebut. 

Saya selalu siswa merasa dirugikan padahal ini negeri, mana mungkin uang tanah pagar serta bangunan lain menggunakan uang siswa. Tolong ditindak pak, dengan hormat saya kepada bapak saya ucapkan terima kasih," kata sang siswa.

Telah mengurai keresahannya ke akun Lapor Mas Wapres, korban kecewa lantaran tak digubris.

Sebab kata sang siswa, chat-nya tidak terkirim lantaran nomor Lapor Mas Wapres tidak aktif lagi.

"Udah sempat lapor Mas Gibran kan ngadain lapor mas wapres, saya coba lapor ternyata nomornya udah off," akui sang siswa.

Lantaran tak ada respons dari Lapor Mas Wapres, siswa SMA Cibitung itu akhirnya mengadu ke Bro Ron.

Diungkap sang siswa, ada konsekuensi jika para siswa tidak membayar uang yang diminta pihak sekolah.

Baca juga: Viral, Gus Miftah Hina Goblok Penjual Es Teh Keliling, Terkuak Sosoknya, Punya 2 Anak Belia

Yakni para murid tidak bisa mengikuti ujian sekolah.

"Masalahnya kalau ga bayar ga dikasih kertas ulangan bang. Gimana mau maju Indonesia emas," pungkas sang siswa.

"Itu undangan sosialisasi ternyata ngejebak orang tua buat nulis nominal. Minimal banget Rp1 juta. Dari tahun kemarin seperti itu pak. Beda-beda alasannya. Tahun kemarin uang pagar, sekarang uang urug tanah. Namun pagar tak dibangun, tanah pun tidak diurug," sambungnya.

Lebih lanjut, sang siswa bercerita bahwa dugaan pungli di sekolahnya itu sudah ada sejak tahun lalu.

Namun semua fasilitas yang dijanjikan oleh pihak sekolah itu tak kunjung dibangun.

"(Kejadian pungli) tahun kemarin katanya untuk uang pagar, tapi sampai saat ini belum dibangun. Dan tahun ajaran 24/25 (sekolah minta uang ke orang tua siswa) untuk uang urug katanya disuruh komite sekolah. (Dugaan pungli) diadakan tidak tahun, nyatanya hanya pungli," ujar sang siswi.

Tak hanya itu, pihak sekolah juga mengatur siasat terkait pembayaran uang dari orang tua murid.

Yakni orang tua tidak boleh menransfer uang tersebut, tapi harus diberikan tunai ke pihak sekolah.

"Saya cari ke teman saya, kemarin dia bilang sudah bayar setengah. Pintar pak, tidak boleh transfer. Tapi ada kwitansi katanya. Saya lagi minta bukti kwitansi," kata sang siswa.

"Itu kasih uangnya ke siapa?" tanya Bro Ron.

Baca juga: Viral Selamatkan Lansia di Banjir, Kini Dapat Penghargaan, Begini Nasib Briptu Johanes

"Ke guru pak. Tidak dapat kertas absensi kalau tidak bayar," imbuh sang siswa.

Atas kasus tersebut, sang siswa mengaku bersedia jadi saksi di kepolisian.

Terlebih diungkap Bro Ron, ia siap membantu para siswa dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Bro Ron bakal menggandeng pengacara guna membantu para siswa untuk membuat laporan ke polisi atas tindakan SMA Negeri di Cibitung tersebut.

"Aku siap jadi saksi buat usut tuntas. Saya murid, orang tua saya juga mau jadi saksi korban pungli. Teman sekelas saya juga bakal siap kalau jadi saksi. Tolong usut sampe tuntas ya," kata sang siswa.

"Sepertinya sekolah ini akan melahirkan calon-calon pemimpin pemberani dan tangguh. Saya tunggu data-datanya hari ini ya adek-adek. Kirim postingan ini ke orang tua kalian. Saya dan tim lawyer siap kawal ke Polres sampai ada yang dipenjarain," pungkas Bro Ron dalam postingannya.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Wali Murid Syok Diberi Undangan Sekolah Ternyata Dimintai Uang Pungli Rp1 Juta, Tak Boleh Transfer

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved