Jumat, 13 Maret 2026

Gus Miftah Mengundurkan Diri

5 Fakta Kontroversi Gus Miftah Hina Penjual Teh, Sampai Dikomentari Perdana Menteri Malaysia 

Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengundurkan diri dari Utusan Khusus Presiden RI.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 5 Fakta Kontroversi Gus Miftah Hina Penjual Teh, Sampai Dikomentari Perdana Menteri Malaysia 
Kolase Tribun Network
Simak fakta-fakta Miftah Maulana dan kontroversinya 

TRIBUNGORONTALO.COM – Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengundurkan diri dari Utusan Khusus Presiden RI.

Pengunduran diri itu disampaikan Miftah di kawasan Pondok Pesantren Ora Aji, DI Yogyakarta pada Jumat (6/12/2024) siang.

"Hari ini dengan segala kerendahan hati dan ketulusan dan dengan penuh kesadaran, saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," ujar Miftah dalam konferensi pers tersebut.

"Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapa pun, bukan karena permintaan siapa pun. Tetapi keputusan ini saya ambil karena rasa cinta hormat dan tanggung jawab saya yang mendalam terhadap Bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat," lanjutnya. 

Berikut 5 fakta kontroversi Miftah Maulana hingga membuatnya mengundurkan diri.

1. Dianggap Menghina Penjual Teh

Istri Miftah Maulana turut buka suara perihal suaminya viral hina penjual es teh di pengajian. Ning Astuti mengungkap cara ceramah suaminya.
Istri Miftah Maulana turut buka suara perihal suaminya viral hina penjual es teh di pengajian. Ning Astuti mengungkap cara ceramah suaminya. (YouTube/GusYusufChannelTegalrejo)

Sebelumnya, viral video Gus Miftah dianggap menghina seorang pedagang es teh keliling saat acara keagamaan.

Peristiwa itu terjadi saat acara pengajian Magelang Bersholawat, 20 November 2024 lalu, dan viral di sosial media.

Awalnya tampak seorang pedagang es teh dan air mineral kemasan berdiri menjajakan dagangan di acara pengajian.

Tampak dirinya membawa dagangannya tersebut dengan sebuah baki di atas kepalanya.

Lantas sebagian hadirin di acara itu meminta Gus Miftah memborong dagangan pedagang tersebut.

Gus Miftah dengan nada mengolok-olok pedagang tersebut lantas melontarkan perkataan yang dianggap tidak pantas.

“Es tehmu masih banyak tidak? Kalau masih ya sudah sana jual, go***k,” kata Gus Miftah disambut gelak tawa para tamu di atas panggung.

Yang menjadi sorotan, tampak raut muka pedagang es teh tersebut dari tersenyum tipis berubah menjadi terdiam.

2. Miftah Minta Maaf

Sunhaji, penjual es teh bersama Gus Miftah - Viral penjual es teh dikatai oleh Gus Miftah
Sunhaji, penjual es teh bersama Gus Miftah - Viral penjual es teh dikatai oleh Gus Miftah (Kolase tangkapan layar)

Perkataan Gus Miftah yang dianggap mengolok-olok penjual es teh membuat pendakwah itu mendapat hujatan dari masyarakat, terutama warganet di media media.

Gus Miftah mengaku bercanda kepada tukang es teh saat itu. 

Usai kejadian itu Gus Miftah mengaku akan lebih berhati-hati lagi berbicara di depan publik, mengutip Kompas.com.

"Dengan kerendahan hati saya meminta maaf atas kekhilafan saya, saya memang sering bercanda dengan siapa pun," kata Gus Miftah dalam video di YouTube KH Entertainment,, Rabu (4/12/2024). 

Gus Miftah mengatakan akan meminta maaf langsung pada tukang es tersebut. 

Dirinya juga meminta maaf pada masyarakat luas karena merasa telah membuat kegaduhan.

"Saya juga meminta maaf pada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu dengan candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan," kata Gus Miftah

3. Miftah Dihujani Petisi

Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman, ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (29/11/2023).
Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman, ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (29/11/2023). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Tujuh petisi yang dibuat di situs change.org terkait pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman telah menembus 222.107 tanda tangan.

Adapun petisi ini berisi desakan agar Miftah Maulana dicopot dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden usai menghina penjual es teh asal Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang bernama Sunhaji saat dirinya ceramah pada 20 November 2024.

Salah satu petisi yang ditandatangani terbanyak berjudul 'Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden'.

Hingga Jumat (6/12/2024) pukul 07.24 WIB, sudah ada 209.908 tanda tangan terkumpul.

Petisi yang dibuat oleh akun bernama 'Prabowo Subianto' itu mendesak agar Miftah Maulana dicopot dari jabatannya karena ucapannya dianggap tidak pantas kepada Sunhaji.

"Terlepas dari pro dan kontra, rasanya tidak pantas seorang yang banyak berbicara tentang agama mengucapkan kalimat kasar yang ditujukan untuk seseorang di depan umum," demikian tertulis dalam petisi tersebut.

Dengan kejadian ini, akun tersebut mempertanyakan apakah Miftah Maulana masih layak untuk menjadi seorang pejabat negara.

Petisi tersebut juga menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto yang menghormati rakyat kecil.

"Dalam pidato bapak, sangat jelas bahwa bapak sangat menghormati, menghargai mereka-mereka yang bekerja sebagai pedagang, tukang bakso, nelayan, dan pekerja di lapisan masyarakat menengah lainnya. Mereka yang bekerja dan menghasilkan uang secara halal," tulisnya.

Akun ini pun mendesak agar Miftah Maulana dicopot dari jabatannya karena ditakutkan akan mencoreng pemerintahan Prabowo.

Peristiwa penghinaan oleh Miftah ini dinilai oleh akun tersebut sebagai karakternya sebagai manusia.

"Apa yang dilakukan oleh Gus Miftah adalah gamabaran karakter beliau, karena hal seperti ini sudah terjadi beberapa kali. Untuk itu, agar jajaran bapak sejalan dengan bapak, segera copot Gus Miftah!" pungkasnya.

Sementara enam petisi lain pun memiliki isi yang hampir sama yaitu desakan agar Miftah Maulana dicopot dari jabatannya dengan judul 'Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden', 'Berhentikan Gus Miftah dari Jabatan Staf Khusus Presiden', dan 'Desak Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman mudur dari jabatannya'.

Lalu, ada petisi berjudul 'Copot Gus Miftah', 'Tolak Gus Miftah yang Suka Merendahkan Sesama Manusia', 'Hentikan Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden', dan 'Evaluasi Kembali Kelayakan Gus Miftah sebagai STAFSUS Presiden'.

4. Dikomentari Perdana Menteri Malaysia

Perdana Menteri (PM) Malayasia, Anwar Ibrahim.
Perdana Menteri (PM) Malayasia, Anwar Ibrahim. ((Facebook/Kemeterian Kewangan))

Video viral Miftah Maulana sempat dikomentari oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Dalam pidatonya, Anwar menyinggung perihal kontroversi Gus Miftah.

"Di Indonesia beberapa hari ini riuh rendah dalam media sosial, seorang kyai, gus, dalam dakwahnya menghina seorang penjual teh. Oh ada yang nonton ya? Saya, teman-teman di Indonesia ada yang kirim, dan jadi viral," beber Anwar dalam sebuah acara Majelis Warga Kementerian Keuangan bersama Perdana Menteri dan Menteri Keuangan di Kuala Lumpur, Kamis (5/12/2024).

Meski merasa aneh, namun Perdana Menteri Malaysia menilai kondisi serupa bisa terjadi kepada orang paham agama sekalipun.

"Ini satu contoh bahwa pengangkuhan, sombong, itu kadang-kadang bukan saja di kalangan orang-orang yang tak tahu agama, (tetapi juga) orang yang paham agama yang bicara tentang Islam, akidah, dan, salat dan sunat," paparnya.

Baca juga: Gus Miftah Resmi Mundur dari Utusan Khusus Presiden Usai Videonya Viral Hina Penjual Es Teh

5. Ditegur Presiden Prabowo 

Gus Miftah, Sunhaji dan Prabowo Subianto
Gus Miftah, Sunhaji dan Prabowo Subianto (Kolase TribunJakarta)

Presiden Prabowo Subianto diketahui sempat meminta Miftah Maulana untuk meminta maaf.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi.

Menurut Hasan, Presiden Prabowo ingin Gus Miftah meminta maaf langsung kepada Sunhaji, sosok penjual teh.

"Presiden sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan melalui Sekretaris Kabinet untuk segera meminta maaf kepada Bapak Sunhaji yang mungkin saja dan sangat mungkin terluka perasaannya karena kejadian kemarin," tutur Hasan dalam keterangan video pada Rabu (4/12/2024).

 

Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved