Berita Viral
Demi Motor dan Ponsel, Siswa SMK Tewas Ditikam Berkali-kali hingga Tewas oleh Pemuda di Bogor
Demi satu unit motor dan handphone milik seorang pelajar di Bogor, Pemuda 29 tahun kalap mata. Dia tega menghabisi nyawa pelajar tersebut dengan menu
TRIBUNGORONTALO.COM -- Demi satu unit motor dan handphone milik seorang pelajar di Bogor, Pemuda 29 tahun kalap mata.
Dia tega menghabisi nyawa pelajar tersebut dengan menusukkan senjata tajam ke bagian tubuh korban hingga tak bernyawa.
Hal itu dilakukan pelaku di rumahnya.
Padahal sang siswa berinisiatif baik unhtuk datang bertamu ke rumah pelaku tersebut.
Namun, nasib nahas terjadi padanya.
Baca juga: Tiga Polisi Gadungan Ditangkap Polisi Resmi di Palmerah, Peras Target dengan Tuduh Terlibat Narkoba
Aksi keji HS alias Hendra (29) saat menghabisi nyawa pelajar SMK Agil Febriyan di Kampung Sirnasari RT 02/RW 06, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Bogor pada Jumat (29/11/2024) akhirnya terbongkar.
Sang pembunuh tega menikam berkali-kali Agil hingga tewas di rumah pelaku.
Hal itu dilakukan Hendra demi sepeda motor dan ponsel korban.
Kini, Satresmob Polres Bogor dan Polsek Ciomas telah menangkap pelaku di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat pada Minggu (1/12/2024).
Polisi menembak kaki Hendra karena melakukan perlawanan.
Baca juga: Kesal Korban Rewel, Bayi Satu Tahun Disiram Pakai Air Panas, Pelaku di Depok Diancam Penjara 5 Tahun
Penangkapan Pelaku
Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana mengatakan pelaku akhirnya dilumpuhkan setelah sempat melakukan perlawanan.
Polisi akhirnya menembak betis kaki kanan pelaku.
Lalu pelaku dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk penanganan medis.
Polisi melakukan interogasi kepada terduga pelaku di dalam mobil menuju RS Polri Kramat Jati
Dalam foto yang diungkap penyidik Polsek Ciomas, pembunuh keji itu tampak pasrah lantaran betis kanannya diperban.
Pelaku terlihat mengenakan kaos biru dan celana hitam dan tangannya diikat di belakang punggung.
Baca juga: Dua Anggota OPM Tewas Ditembaki Aparat di Puncak Papua Tengah, Sebelumnya Terjadi Aksi Baku Tembak
Sembari melihat ke arah kamera, pelaku tampak lusuh dengan rambut bergelombang panjang seleher.
Setelah buron selama dua hari, HS akhirnya mengungkap motifnya tega membunuh Agil di rumahnya.
Ketika tiba di Mapolsek Ciomas pun pelaku digotong oleh anggota saat diturunkan dari dalam kendaraan roda empat.
"Pelaku melihat mengetahui adanya kedatangan pihak kepolisian langsung berupaya mau melarikan diri kabur dan akhirnya diberikan tindakan tegas terukur dengan melakukan penembakan melumpuhkan tepat pada kaki kanan," ujar Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, Senin (2/12/2024).
Sedangkan, Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana menyebut pelaku menghabisi Agil muncul lantaran melihat harta yang dibawa korban.
"Motif dari pelaku yaitu ingin menguasai harta korban," ujar Iptu Desi Triana.
Baca juga: List Harga iPhone Terbaru di Desember 2024: iPhone 12 hingga iPhone 15, Bagaimana iPhone 16?
Ada dua barang berharga milik korban yang membuat HS tergerak untuk melakukan tindakan jahat.
HS pun akhirnya sadis menikam berkali-kali Agil hingga tak bernyawa gara-gara ingin menguasai sepeda motor dan ponsel korban.
"(Harta korban yaitu) satu unit sepeda motor milik korban dan satu buah unit handphone milik korban," sambugnnya.
Terkait kasus tersebut, pihak kepolisian segera menahan HS.
Kini proses penyelidikan kasus pembunuhan sadis Agil Febriyan itu pun masih berjalan.
"Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Ciomas Kabupaten Bogor untuk menjalani proses penyelidikan, pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum akan terus berlanjut hingga ke penyidikan," ungkap Iptu Desi Triana.
Sosok Pelaku
Ketua RT setempat, Sumarna mengaku tidak mengenal sosok pelaku karena tidak aktif dalam bersosialisasi dengan warga sekitar.
"Si terduga pelaku pun saya engga kenal, engga tau mukanya yang mana pun engga tau," ujar Sumarna.
Bahkan, ia mengungkapkan bahwa keberadaan pelaku yang tinggal di rumah tersebut tidak pernah dilaporkan kepada pengurus lingkungan.
Baca juga: Gara-gara Menolak Ajakan Pria, Wanita di Gorontalo Nyaris Tewas dengan 27 Tikaman
Sebab, kata dia, ketika rumah tersebut dihuni beberapa tahu lalu, orang tua HS mengaku hanya tinggal berdua saja.
"Tinggal di sini kalau orang tuanya sekitar 2-3 tahun. Tapi si anak (HS) itu saya engga tau semenjak masuk ke situnya kapan, karena engga ada laporan masuk ke saya dan saya pun engga pernah ngeliat si anak itu," terangnya.
Kendati demikian, Sumarna mengatakan bahwa orang tua HS cukup baik bersosialisasi dengan masyarakat.
Hanya saja, pada saat kejadian HS hanya tinggal berdua dengan ibunya, sedangkan ayahnya berada di wilayah Sukabumi.
Ketika sang ibu pergi bekerja, HS dengan leluasa melakukan aksinya kejinya di rumahnya sendiri dan meninggalkan AF yang sudah tak berdaya.
"Si bapaknya di Jampang, udah satu setengah bulan lalu, waktu kejadian engga ada (orang)," terangnya.
Korban dihabisi saat COD HP
Sumarna juga merupakan salah satu saksi yang menemukan jasad Agil di rumah kawasan Kampung Sirnasari, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Sumarna bercerita bahwa alasan korban yakni Agil datang ke rumah pelaku adalah untuk melakukan transaksi cash on delivery alias COD handphone.
Baca juga: Gegara Truk Dikendarai Ugal-ugalan di Batam, Ibu dan Anak Terlindas, Tewas di Lokasi
Fakta tersebut diketahui Sumarna berasal dari video yang sempat direkam korban sebelum tiba di rumah pelaku.
Dalam video tersebut Agil sempat menunjukkan posisinya berada di depan sebuah sekolah yang disinyalir hendak menuju ke rumah terduga pelaku.
"Semalam pun saya melihat ada satu kiriman video si korban ini merekam posisi dia di depan SMP, mungkin dia komunikasi dengan si terduga pelaku 'saya ada di sini' mungkin. Karena rekaman dia itu ke arah depan, di dashbord ada Hp, di sini (paha sebelah kiri) ada dus Hp merk iPhone, yang di dashbord saya enggak tahu itu merk apa," pungkas Sumarna.
Setelah video tersebut dibuat, korban pun langsung mendatangi rumah pelaku.
Di momen pertemuan siang hari itu, pelaku pun membabi buta menganiaya hingga membunuh Agil.
Usai menghabisi nyawa korban, pelaku langsung melarikan diri.
Jasad Agil pertama kali ditemukan oleh ibunda pelaku yang baru pulang dari bekerja.
Baca juga: Jhony Saputra Viral, 23 Tahun Sudah Jadi Komisaris, Kekayaannya Ditaksir Rp 5 T, Begini Sosoknya
Pelaku kini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis di antaranya Pasal 338, 340, 365, dan 351 tentang pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan, hingga penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Ancaman hukuman penjara 20 tahun lebih atau hukuman mati.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pelaku Tikam Berkali-kali Pelajar SMK Bogor Demi Motor dan Ponsel, Sosok Pembunuh Dibongkar Pak RT
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.