Rabu, 25 Maret 2026

HUT Provinsi Gorontalo

BREAKING NEWS: HUT Provinsi Gorontalo ke-24, Inilah Tonggak Sejarah hingga Asal Usul Nama Gorontalo 

Wilayah yang memisahkan diri dari Sulawesi Utara sejak 2000 ini memiliki tonggak sejarah.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: HUT Provinsi Gorontalo ke-24, Inilah Tonggak Sejarah hingga Asal Usul Nama Gorontalo 
TRIBUNGORONTALO/PRAILAKARAUWAN
Ilustrasi Patung Nani Wartabone di Lapangan Taruna Remaja Jalan Ahmad Yani, Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Hari ini tepat 24 tahun Provinsi Gorontalo berdiri.

Wilayah yang memisahkan diri dari Sulawesi Utara sejak 2000 ini memiliki tonggak sejarah.

Secara geografis, Provinsi Gorontalo terletak pada 0º 19’ 00” - 1º57’ 00” Lintang Utara dan 121º 23’ 00” - 125º 14’ 00” Bujur Timur.

Wilayah Gorontalo diapit Teluk Tomini di sebelah Selatan dan Laut Sulawesi Utara.

Sejarah Gorontalo 

Berdasarkan keterangan di laman resmi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Gorontalo menjelaskan, bahwa Gorontalo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sejarah panjang sejak ratusan tahun lalu.

Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih dari 400 tahun lalu, yang menjadikan kota ini sebagai salah satu kota tua di Sulawesi, selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. 

Julukan “Serambi Madinah” untuk Kota Gorontalo ini sudah dimulai kisahnya sejak masa itu. 
Sebab, pada saat itu, Gorontalo dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur dari Ternate, Gorontalo, dan Bone.

Dengan seiring berjalannya waktu dan penyebaran agama Islam tersebut di sana, Gorontalo pun berubah menjadi pusat pendidikan dan perdangan masyarakat di wilayah sekitar. 

Di antaranya seperti Bolaang Mengondow (Sulawesi Utara), Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulawesi Tengah), bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara. 

Selain dikarenakan penyebaran agama Islam yang mendorong pendidikan dan perdagangan di sana berkembang, Gorontalo juga memiliki letak yang strategis terhadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara). 

Kedudukan Kota Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran sungai Bolango.

Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Kota Barat sekarang. 

Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe kota Kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran sungai Bolango, ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B. 

Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam, maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow. 

Sebelum masa penjajahan, keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut hukum adat ketatanegaraan Gorontalo. 
Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut "Pohala'a".

Dengan hukum adat itu maka Gorontalo termasuk 19 wilayah adat di Indonesia. 

Antara agama dengan adat di Gorontalo menyatu dengan istilah "Adat bersendikan Syara' dan Syara' bersendikan Kitabullah". Pohala'a Gorontalo merupakan pohalaa yang paling menonjol diantara kelima pohalaa tersebut. 

Terinspirasi oleh semangat Hari Patriotik 23 Januari 1942, maka pada tanggal da bulan yang sama pada tahun 2000, rakyat Gorontalo yang diwakili oleh Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd ditemani oleh Natsir Mooduto sebagai ketua Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Gorontalo Tomini Raya (P4GTR) serta sejumlah aktivis, atas nama seluruh rakyat Gorontalo mendeklarasikan berdirinya Provinsi Gorontalo, yang terdiri dari Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo terlepas dari Sulawesi Utara.

Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 10 tahun 1964 yang isinya adalah bahwa Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo merupakan wilayah administrasi dari Propinsi Sulawesi Utara. 

Kemudian, Provinsi Gorontalo secara resmi disahkan pemerintah pada tanggal 22 Desember tahun 2000 setelah melalui penetapan sidang paripurna DPR RI pada tanggal 5 Desember 2000. 

Setahun kemudian tepatnya tanggal 16 Februari 2001, Tursandi Alwi sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo dilantik. Dengan dilantiknya gubernur pertama Gorontalo itu, sejak awal dibantuk hingga tahun 2015, peringatan Hari Lahir Provinsi Gorontalo diperingati setiap tanggal 16 Februari. 

Akhirnya setelah melalui perdebatan panjang, Pemerintah Provinsi Gorontalo secara resmi mengubah Hari Ulang Tahun Provinsi dari sebelumnya tanggal 16 Februari menjadi tanggal 5 Desember setelah disetujui oleh DPRD Provinsi Gorontalo pada sidang paripurna tanggal 19 Agustus 2015.

Daftar Gubernur Gorontalo definitif dari masa ke masa

2001-2007: Fadel Muhammad 
2007-2009: Fadel Muhammad 
2009-2012: Gusnar Ismail
2012-2017: Rusli Habibie
2017-2022: Rusli Habie

Baca juga: 5 Nama Penjabat Gubernur Gorontalo dari Masa ke Masa

Asal usul nama Gorontalo 

1. Hulontalangio 

Asal usul nama Gorontalo disebutkan berasal dari kata “Hulontalangio”. Ini merupakan salah satu kerajaan, yang akhirnya dipersingkat menjadi “hulontalo”.

2. Hua Lolontalango 

Asal nama Gorontalo yang kedua adalah berasal dari kata “Hua Lolontalango”. 

Kata kedua ini memiliki arti orang-orang Gowa yang berjalan lalu lalang. 

3. Hulontalangi 

Kata berikutnya yang disebut menjadi cikal bakal nama Gorontalo adalah “Hulontalangi”, yang memiliki arti lebih mulai. 

4. Hulua Lo Tola 

Dalam versi lain, nama Gorontalo disebut berasal dari kata “Hulua Lo Tola” yang artinya tempat berkembangnya ikan gabus.

5. Pongotalo 

Asal usul nama Gorontalo berikutnya berasal dari kata “Pongolatalo” atau “Puhulatalo”, yang artinya tempat menunggu. 

6. Gunung Telu 

Kata “Gunung Telu” juga disebut-sebut sebagai asal usul nama Gorontalo, yang artinya tiga buah gunung. 

Sebab, menurut sejarah, ada tiga gunung purba di semenanjung Gorontalo, yaitu Gunung Malenggalila, Gunung Tilonggabila dan satu gung yang tidak bernama.

Keberadaan tiga gunung tersebut, ada yang mengatakan bahwa asal-usul nama Gorontalo diambil dari kata Huidu Totolu (Gunung Telu). 

7. Hunto 

Nama asal usul yang berikutnya adalah “Hunto”, artinya yakni sesuatu tempat yang senantiasi digenangi air. 

Dari banyaknya versi keyakinan di atas, asal usul nama Gorontalo tidak diketahui dengan pasti, namun jelas kata "hulondalo" hingga sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo dan orang Belanda, karena kesulitan dalam mengucapkannya maka diucapkan dengan Horontalo dan bila ditulis menjadi Gorontalo. 

 

Artikel ini dioptimasi dari Kompas.com

 

Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved