Universitas Negeri Gorontalo
73 Mahasiswa Universita Negeri Gorontalo Terima Bantuan Uang Kuliah Tunai dari Bank Indonesia
Bantuan ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Dian Nugraha, dan Wakil Rektor Bida
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bank-BI-kucurkan-dana-untuk-sejumlah-mahasiswa-Universitas-Negeri-Gorontalo.jpg)
RIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menerima bantuan uang kuliah tunai dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo pada Selasa (26/11/2024).
Bantuan ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Dian Nugraha, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Mohamad Amir Arham.
Dian Nugraha menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BI untuk mendukung pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Gorontalo. Ia menekankan pentingnya bantuan ini bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa UNG yang kurang mampu. Dengan demikian, mereka bisa lebih fokus pada studi dan menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Dian.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Mohamad Amir Arham, menyambut baik inisiatif BI.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan ini akan sangat membantu mahasiswa, tidak hanya secara finansial, tetapi juga dalam mendorong mereka untuk lebih berprestasi di bidang akademik.
“Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban mahasiswa, tetapi juga memotivasi mereka untuk terus berprestasi dan mempererat sinergi antara dunia akademik dan sektor perbankan dalam memajukan pendidikan,” jelas Amir.
Program bantuan uang kuliah tunai dari BI Gorontalo memiliki total nilai Rp116 juta. Bantuan ini akan disalurkan kepada 73 mahasiswa UNG dari berbagai program studi yang memenuhi kriteria tertentu.
Penerima bantuan diprioritaskan kepada mahasiswa yang sedang menyicil pembayaran SPP/UKT untuk semester genap tahun akademik 2024–2025, dengan catatan memiliki prestasi akademik yang baik.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan mahasiswa penerima dapat lebih fokus pada pendidikan mereka tanpa khawatir akan beban biaya. Program ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor perbankan dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
“Semoga para mahasiswa penerima bantuan ini dapat terus berprestasi dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat di masa mendatang,” tutup Amir.(*) Advertorial