Sabtu, 21 Maret 2026

Berita Viral

Keluarga Ini Viral Sebab Gelar Upacara Pemakaman untuk Mobil Kesayangan, Habis RP 71 Juta

Mereka rela habis Rp 71 juta untuk menggelar upacara pemakaman untuk mobil kesayangan mereka. Prosesi pemakaman tersebut seperti mengubur jenazah manu

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Keluarga Ini Viral Sebab Gelar Upacara Pemakaman untuk Mobil Kesayangan, Habis RP 71 Juta
istimewa
Tampak pemakaman mobil kesayangan salah satu keluarga di India 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Bagi keluarga lain, jika ada mobil yang tidak tepakai ataupun telah rusak akan di simpan ataupun bahkan dibuang.

Tapi berbeda dengan keluarga yang satu ini.

Mereka rela habis Rp 71 juta untuk menggelar upacara pemakaman untuk mobil kesayangan mereka.

Ternyata bukan hanya orang saja yang harus dikubur, namun mobil mereka pun dikubur.

Tak tanggung-tanggung, upacara pemakman mobil ini pun hadir 1500 orang.

Prosesi pemakaman tersebut seperti mengubur jenazah manusia.

Tak pelak, hal ini pun jadi viral di media sosial.

Aksi ini dilakukan keluarga di India.

Keputusannya mengadakan upacara pemakaman mobil kesayangan mengejutkan publik.

Biaya upacara pemakaman tersebut merogoh kocek USD4.500 atau setara Rp71 juta.

Bahkan acara juga dihadiri 1.500 orang.

Sosok keluarga yang gelar pemakaman mobil itu adalah keluarga Polera dari Desa Padarshinga, Gujarat, India.

Polera melakukan upacara pemakaman untuk mobil Suzuki Wagon R.

Dikutip dari Oddity Central, Jumat (22/11/2024) via kompas.tv, keluarga Polera meyakini mobil tersebut adalah mobil keberuntungan mereka.

Oleh sebab itu mereka ingin mengucapkan selamat tinggal seperti seharusnya ketimbang membuang mobil tersebut ke pembuangan sampah setelah nyaris dua dekade mendampingi mereka.

Kepala keluarga Polera, Sanjay Polera mengatakan, ia memiliki sejumlah mobil mewah termasuk Audi.

Namun, menurutnya mobil Wagon R ini memiliki peran penting bagi kesejahteraan keluarganya.

Jadi ia ingin melakukan sesuatu yang Istimewa untuknya.

Keluarga Polera menggali lubang pemakaman sedalam 15 kaki di properti mereka dan menurunkan mobil itu ke dalamnya lewat lereng darurat.

Mobil itu ditutupi kelopak bunga dan dihiasi karangan bunga warna-warni seiring musik diputar di speaker portable.

Keluarga itu kemudian menutupinya dengan kain hijau dan melakukan beberapa ritual sebagai bagian dari upacata tersebut.

Mereka bahkan mendirikan kuil untuk Suzuki Wagon R kesayangan mereka itu.

“Mobil ini lebih dari sekadar kendaraan. Ini adalah bagian dari perjalanan kami menuju kesuksesan,” kata Sanjay Polera.

“Daripada menjualnya, kami ingin menghormatinya dengan kenangan abadi untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Setelah semua ritual upacara pemakaman dilakukan, ekskavator digunakan untuk mengubur mobil tersebut dengan tanah.

Sanjay Polera, yang merupakan pemilik bisnis konstruksi di Surat, mengatakan ia berencana untuk menanam pohon di atas makam mobilnya tersebut.

Ia mengatakan hal itu dilakukan untuk memberi tahu generasi masa depan bahwa itu adalah tempat dari mobil keberuntungan keluarganya.

Sebelumnya, kisah marbot masjid meninggal dalam kondisi tersenyum viral di media sosial.

Namun keluarganya tak mampu makamkan jenazah sang marbot masjid.

Diketahui, marbot musala di Jakarta itu bernama Suhendar.

Ia meninggal dunia pada usia 62 tahun.

Tepatnya pada Senin, 14 Oktober 2024, marbot tersebut menghembuskan napas terakhirnya.

Pria paruh baya itu tutup usia pada pagi hari pukul 06:00 WIB, sampai sore jenazahnya masih berada di musala dan belum juga dimakamkan.

Menurut informasi yang beredar, keluarga Suhendar memiliki keterbatasan biaya sehingga belum bisa membiayai pemakaman marbot tersebut.

Tak ayal, insiden tersebut langsung dengan cepat viral di media sosial.

Bahkan jenazah Suhendar terekam dalam sebuah video yang kemudian diunggah di media sosial.

Video tersebut diunggah di akun Instagram @majeliskopi08 dan menjadi perbincangan publik, melansir dari TribunTrends.

Dalam unggahan tersebut, Suhendar tampak belum dikafani.

Dia masih ditidurkan dengan menggunakan kain batik.

Wajahnya pun tampak tersenyum.

Sebagai informasi, Suhendar sehari-hari menghabiskan waktunya di musala.

Dia tinggal di musala bersama dengan istrinya.

Istri Suhendar dan warga setempat sudah berupaya untuk membantu mengurus pemakaman Suhendar.

Namun Suhendar masih mengalami keterbatasan biaya sehingga jenazahnya belum bisa segera dimakamkan.

“Warga dan DKM mushola tersebut juga sudah berupaya membantu.

Karena keterbatasan biaya istri masih bingung untuk mengurusi biaya pemakaman dan kelengkapan jenazahnya,” tulis keterangan di akun @majeliskopi08 dikutip TribunTrends, Rabu, (16/10/2024).

Momen tersebut langsung menyita perhatian publik.

Warganet dibuat pilu dengan kondisi jenazah Suhendar.

Tidak sedikit dari mereka yang ikut simpati atas kejadian tersebut.

“Inalillahi wainnailaihi rojiun semoga almarhum diampuni dosa dosanya selama di dunia dan husnul khotimah,” tulis salah satu warganet.

“Apa masyarakat gak ada yang peduli? Kebangeten woy orang alim itu lho,” sambung yang lain.

“Jadi pengurus masjid jangan pelit itu ada marbot masjid meninggal masa gak dikasih bantu,” timpal warganet lain.

Serupa, seorang nenek meninggal saat sujud salat berjemaah.

Video detik-detiknya saat meninggal sujud itu viral di media sosial.

Video tersebut viral dibagikan akun Instagram @memomedsos, dikutip Tribunjabar.id, Minggu (10/3/2024).

Dalam video yang beredar awalnya memperlihatkan rekaman CCTV salat berjemaah di masjid di bilik khusus wanita.

Terlihat para jemaah wanita tersebut khusyuk melaksanakan ibadah salah berjemaah.

Di saat jemaah lainnya sedang salat, lalu datang salah seorang nenek.

Ia terlihat datang lebih telat dan menjadi Makmum di paling belakang.

Kemudian ia terlihat bergegas memakaikan mukenanya lalu, menjalankan salat sebagai Makmum.

Mulanya tak ada yang aneh, nenek tersebut mengikuti gerakan salat seperti jemaah lainnya.

Ia melaksanakan rakaat pertama lalu melakukan sujud.

Namun, ketika sujud gelagat sang nenek tampak berbeda.

Badannya terlihat berat dan berusaha mengangkat tubuhnya sendiri.

Ketika jemaah lain berdiri bangun dari sujud, sang nenenk tampak duduk sejenak.

Saat akan mengangkat tubuhnya untuk berdiri mengikuti jemaah lain terlihat badan nenek tersebut mulai goyah.

Hingga akhirnya tubuhnya itu jatuh ke depan seperti hendak sujud.

Tampak tak ada satu pun jemaah yang melihat kejadian tersebut, karena jemaah lain berada di depannya khusyuk melaksanakan salat hingga akhir.

Bahkan salah satu jemaah lain yang baru datang pun tampak menyadari kondisi nenek tersebut.

Hingga akhirnya setelah jemaah yang berada di depan nenek itu selesai salat, melihat kondisi nenek itu dalam keadaan sujud tak biasa.

Curiga dengan keadaan sang nenek tersebut, jemaah lain pun tampak mencoba membangunkan nenek tersebut.

Akhirnya sejumlah jemaah lain tampak meminta bantuan.

Sementara nenek tersebut juga dikerumuni jemaah lainnya.

Dalam keterangan video diketahui nenek tersebut bernama Hj. Casuni.

Casuni merupakan nenek yang sudah sepuh berusia 75 tahun.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Bukan Dibuang, Keluarga Ini Kubur Mobil Kesayangan, Pemakaman Habis Rp71 Juta, 1.500 Orang Hadir https://medan.tribunnews.com/2024/11/28/bukan-dibuang-keluarga-ini-kubur-mobil-kesayangan-pemakaman-habis-rp71-juta-1500-orang-hadir?page=all

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved