Pilkada Gorontalo

Calon Gubernur Gorontalo Hamzah Isa Gagal Nyoblos, Rupanya Gara-gara KTP

Meski Hamzah Isa tak berhasil menyalurkan suaranya, wakilnya, Abdurrahman Bahmid selesai menyalurkan suaranya di TPS Liluwo, Kota Gorontalo. 

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Calon Gubernur Gorontalo Hamzah Isa Gagal Nyoblos, Rupanya Gara-gara KTP
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
Calon Gubernur Gorontalo, Hamzah Isa saat ditemui di kediamannya, Rabu (27/11/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Calon Gubernur (Cagub) Gorontalo Hamzah Isa terpaksa tak bisa menyalurkan suaranya, Rabu (27/11/2024). 

Padahal sebelumnya, Hamzah dan keluarganya sudah bersiap-siap mencoblos ke salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Namun karena pengurusan administrasi yang terlalu mepet, ia harus rela tak dapat hak memberikan suaranya.

"Kami sudah berusaha mendatangi beberapa TPS tapi semua menolak," ujarnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com di kediamannya, Rabu (27/11/2024).

Ia juga sudah ke sejumlah kelurahan untuk pengurusan administrasi, namun tidak ada yang berani memberikan surat keterangan.

"Saya juga sedih kehilangan tujuh suara," tukasnya.

Penyebab Hamzah Isa tak bisa mencoblos lantaran dirinya di kartu tanda penduduk (KTP) tidak berdomisili di Gorontalo

Cawagub Abdurrahman Bahmid Selesai Mencoblos

Meski Hamzah Isa tak berhasil menyalurkan suaranya, wakilnya, Abdurrahman Bahmid selesai menyalurkan suaranya di TPS Liluwo, Kota Gorontalo

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Gorontalo, Abdurrahman Abubakar Bahmid mencoblos di TPS 02, Jalan Palu, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Rabu (27/11/2024).

Setelah masuk ke dalam TPS, ia langsung menghadap ke petugas KPPS. 

Ia diminta untuk memperlihatkan KTP sebagai syarat menerima surat suara. 

Saat itu Bahmid terlibat panik lantaran saat mengecek kantong kemeja dan celananya, ia tak menemukan KTP. 

Bahkan ia saling tatap-tatapan dengan istrinya yang saat itu juga akan memberikan hak suaranya. 

Petugas KPPS seperti kehabisan kata-kata, Bahmid kemudian mengecek kembali kantong celananya. 

Rupanya, KTP-nya terselip disela-sela kantong celananya. 

Ia pun lanjut memperlihatkan KTP, lalu menandatangani berkas yang disodorkan KPPS. 

Bahmid datang bersama sang istri yang kompak menggunakan pakaian serba hitam.

Keduanya datang ke TPS pada waktu sekira pukul 08.30, dikawal oleh empat anggota polisi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved