Sejarah dan Budaya Gorontalo
Inilah Penampakan Tungku Pembakaran Batu Kapur Raksasa di Gorontalo, Diduga Sejak Masa Kolonialisme
Inilah penampakan tungku pembakaran batu kapur di Kelurahan Buliide, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tungku-pembakaran-batu-kapur-di-Kelurahan-Buliide-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Inilah penampakan tungku pembakaran batu kapur di Kelurahan Buliide, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Tak seperti tungku pada umumnya, tungku kalsinasi ini berukuran besar dan menjulang tinggi seperti tugu.
Tingginya sekira 20 meter dan berdiri kokoh di antara rimbunan semak belukar.
Kontruksi atap bangunan dibuat model kerucut berujung tumpul, di mana terdapat corong besar berdiameter sekira satu meter.
Corong itu menjadi lubang keluarnya asap saat dilakukan pembakaran.
Bangunan ini menyimpan banyak sejarah awal produksi batu kapur.
Menurut Aprilein Hasan, warga setempat, tungku ini sudah ada sejak masa kolonialisme Belanda.
"Kalau dengar cerita, dulu bangunan sudah ada sejak zaman Belanda," ujar Aprilein kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (16/11/2024).
Ia mengatakan tungku raksasa ini tak pernah dipugar lebih dari 10 tahun.
"Saya di sini sudah sekitar 10 tahun lebih, dan kondisi tungku memang sudah begini," bebernya.
Adapun Kelurahan Buliide dan beberapa kawasan Danau Limboto menjadi area produksi batu kapur di Gorontalo.
Masyarakat zaman itu menggantungkan mata pencaharian mereka dari usaha batu kapur.
Tungku besar itu berdiri di atas lahan seluas 23.100 meter persegi milik pemerintah Provinsi Gorontalo.
Hal itu dibuktikan tulisan papan pemberitahuan pelarangan memanfaatkan lahan tanpa izin pemerintah.
Baca juga: Sejarah Kabupaten Boalemo, Bekas Kerajaan Wilayah Barat Gorontalo Abad 17 Masehi
Artefak Bersejarah dari Situs Oluhuta