Universitas Negeri Gorontalo
Lulusan Terbaik Universitas Negeri Gorontalo Bangun UMKM Karawo
Seni rajut khas Gorontalo ini memiliki nilai sejarah dan melalui tangan dingin Atika, kini karawo diolah menjadi berbagai produk bernilai seni yang un
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Atika Zakaria, lulusan terbaik Universitas Negeri Gorontalo berusia 22 tahun, memilih jalur usaha kreatif dengan mengembangkan UMKM berbasis kerajinan khas Gorontalo, karawo.
Seni rajut khas Gorontalo ini memiliki nilai sejarah dan melalui tangan dingin Atika, kini karawo diolah menjadi berbagai produk bernilai seni yang unik.
Mulai dari kain tradisional, gantungan kunci, hingga bingkai berdesain karawo dan jasa desain.
Atika mengisahkan bahwa kecintaannya pada budaya lokal Gorontalo adalah alasan utama ia mendirikan UMKM karawo.
“Saya ingin melestarikan karawo agar budaya Gorontalo terus dikenal dan diwariskan,” ungkapnya pada TribunGorontalo.com, Kamis (7/11/2024).
Kecintaan ini bermula sejak SMA, ketika Atika aktif mengikuti seminar dan pelatihan karawo yang diadakan di sekolah.
Dari sana, ia merasakan panggilan untuk mendalami kerajinan ini, hingga akhirnya menekuni berbagai inovasi produk karawo.
Tak berhenti pada produk, Atika bahkan menulis sebuah buku berjudul “Karawo,” yang memperkenalkan sejarah, teknik dasar, dan kisah di balik kerajinan unik ini.
"Pegawai perpustakaan tempat saya sering berkunjung menyarankan saya untuk menulis tentang karawo karena beliau tahu saya bisa membuat kerajinan ini," ujar Atika.
Dengan ketekunan dan dukungan beasiswa, buku tersebut terbit pada April 2021 setelah proses penulisan selama dua bulan.
Dijual dengan harga Rp 50.000, buku ini mendapat sambutan hangat dan dipromosikan melalui media sosial dan pameran.
Namun, perjalanan Atika dalam membangun UMKM karawo bukan tanpa tantangan.
Keterbatasan alat produksi dan modal menjadi hambatan utama, terutama karena pada awalnya ia belum memiliki laptop.
Untuk menulis buku, Atika mencatat secara manual dan meminjam laptop dari sepupu serta teman-temannya.
“Saat itu semua saya tulis di buku, lalu saya pinjam laptop untuk mengetiknya rapi,” kenangnya.
Atika memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produknya dan secara konsisten mengikuti pameran-pameran UMKM lokal.
Berkat teknik pemasaran yang konsisten dan kreativitas tinggi, produk karawo Atika kini mulai dikenal luas dan menarik perhatian berbagai kalangan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Atika-Zakaria-22-lulusan-terbaik-di-Universitas-Negeri-Gorontalo.jpg)