Berita Gorontalo
Dari Hobi Mendaki, Hasyim Lahinta Malah Kesasar jadi Pebisnis Barang Outdoor, Kini Eksis 7 Tahun
Nama “Green Rock” dipilih secara spontan, tidak berdasarkan alasan khusus, tetapi karena terdengar menarik dan langsung disukai oleh Hasyim.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lapak-Green-Rock-milik-Hasyim-Lahinta-berokasi-di-Desa-Toto-Selatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Green Rock, sebuah usaha yang menyediakan perlengkapan pendakian dan aktivitas outdoor, terletak di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Usaha ini didirikan oleh Hasyim Lahinta, seorang penduduk lokal yang memiliki passion besar dalam dunia pendakian gunung.
Hasyim memulai usahanya pada tahun 2017, berawal dari hobinya yang gemar mendaki gunung.
Melihat minimnya toko yang menyediakan peralatan outdoor di daerahnya, ia pun terinspirasi untuk membuka usaha ini.
Nama “Green Rock” dipilih secara spontan, tidak berdasarkan alasan khusus, tetapi karena terdengar menarik dan langsung disukai oleh Hasyim.
Dengan modal awal sebesar Rp500 ribu dari dana pribadinya, Hasyim mulai menjual berbagai perlengkapan pendakian.
Ia menawarkan harga produk yang bervariasi, mulai dari Rp5 ribu untuk aksesoris pendakian hingga ratusan ribu untuk alat-alat pendakian yang lebih lengkap.
Meskipun omset harian tidak menentu, rata-rata Green Rock mampu meraih pendapatan bulanan di atas Rp1 juta.
Hasyim mengandalkan pemasok online dari Jawa untuk mendatangkan produk-produk yang dijual di lapaknya.
Green Rock buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 23.00 Wita, memiliki tampilan toko yang menarik dan rapi.
Di dalam toko, rak kaca yang ada di tengah menampilkan beragam produk, termasuk alat masak outdoor, botol minum, alat penerangan, dan perlengkapan kesehatan yang terorganisir dengan baik.
Dinding toko dihiasi dengan gantungan tas ransel berwarna-warni dan aksesoris pendakian lainnya.
Sementara itu, manekin yang mengenakan topi, helm, jaket, dan celana pendaki menambah daya tarik toko.
Namun, perjalanan bisnis Hasyim tidak selalu mulus. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah minat pendaki yang musiman serta kenaikan harga bahan baku.
Meski begitu, Hasyim tidak menyerah. Ia berusaha menarik pembeli melalui promosi di media sosial dan membangun jaringan dengan teman-teman yang memiliki minat serupa.
Hasyim berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada UMKM seperti Green Rock agar usaha mereka dapat berkembang dan bertahan di tengah tantangan ekonomi. (*)