Rabu, 4 Maret 2026

Riset Mahasiswa Gorontalo

Alumni Politeknik Gorontalo Kembangkan Sistem Mitigasi Banjir Berbasis Teknologi Internet

Inovasi ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada masyarakat mengenai ketinggian air dalam situasi banjir, terutama di wilayah rawan sepe

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Alumni Politeknik Gorontalo Kembangkan Sistem Mitigasi Banjir Berbasis Teknologi Internet
DOC
Moment wisudah, saat Fadhilah mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai lulusan terbaik di Prodi Teknik Informatika, 13 Desember 2023 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Fadhilah Amalia Maku, alumni D3 Teknik Informatika Politeknik Gorontalo, berhasil mengembangkan sebuah sistem mitigasi banjir berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

Inovasi ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada masyarakat mengenai ketinggian air dalam situasi banjir, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Suwawa.

“Penelitian ini saya buat agar menjadi sarana bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir,” ungkap Fadhilah kepada TribunGorontalo.com pada Selasa, 5 November 2024.

Proyek akhir Fadhilah berjudul “Rancang Bangun Sistem Mitigasi Bencana Banjir Berdasarkan Ketinggian Air Berbasis IoT” ini resmi diuji pada 28 Maret 2023 dan disahkan pada 22 September 2023.

Dalam pengembangannya, Fadhilah menjelaskan bahwa sistem yang ia buat menggunakan sensor ultrasonik berbasis Arduino Uno untuk mendeteksi ketinggian air.

Data yang diperoleh dari sensor ini kemudian dikirimkan ke aplikasi Android, yang secara real-time memberikan informasi kepada pengguna dalam tiga level peringatan: siaga, awas, dan bahaya.

Tergerak oleh tingginya frekuensi banjir di Gorontalo, terutama di wilayah Bone Bolango, Fadhilah merancang sistem ini untuk menggantikan metode pemantauan ketinggian air yang masih dilakukan secara manual oleh Balai Wilayah Sungai (BWS).

Metode manual ini mengharuskan petugas turun langsung ke lokasi, sehingga menghambat penyampaian informasi kepada masyarakat dengan cepat dan efektif.

Dengan aplikasi berbasis IoT ini, masyarakat dapat mengakses informasi ketinggian air melalui smartphone yang terhubung dengan sensor, memungkinkan mereka untuk segera mengambil langkah mitigasi bencana yang diperlukan.

Fadhilah juga menjelaskan bahwa sistem ini diuji menggunakan simulator Wokwi, dengan sensor ultrasonik yang dipasang di atas tiang dekat bibir sungai.

Ketika ketinggian air meningkat, sensor akan mengirimkan data ke aplikasi Android untuk menampilkan status ketinggian dalam bentuk notifikasi.

Informasi ini dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat yang memiliki koneksi internet dan perangkat Android.

Perempuan kelahiran Gorontalo pada 17 Februari 1999 ini adalah anak bungsu dari pasangan Yusran Maku dan Tantri Polimengo.

Ia awalnya terdaftar di Universitas Muhammadiyah Gorontalo, sebelum akhirnya beralih ke Politeknik Gorontalo untuk menyelesaikan program D3 Teknik Informatika.

Selain berprestasi di akademik, Fadhilah juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi intra dan ekstra kampus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved