Minggu, 15 Maret 2026

Biomasa Jaya Abadi

Ribuan Karyawan BJA Group Hadiri Family Gathering, Deklarasi Pernyataan Sikap Lawan Hoaks

Ribuan karyawan  PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Inti Global Laksana  (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) menggelar family gathering

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Ribuan Karyawan BJA Group Hadiri Family Gathering, Deklarasi Pernyataan Sikap Lawan Hoaks
TRIBUNGORONTALO/ALDIPONGE
Plt. Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa saat menghadiri family gathering karyawan PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Inti Global Laksana  (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) di Lapangan Proklamasi, Kecematan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada Minggu (3/11/2024) 

“Sebagai perusahaan produsen wood pellet yang beroperasi di Pohuwato, Gorontalo, kami menjalankan bisnis wood pellet ini sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Termasuk menjalankan proses ekspor produk ke Jepang dan Korea Selatan bekerjasama dengan Balai Karantina, Bea Cukai dan lembaga berwenang lainnya,” jelas Burhanuddin.

Pernyataan Sikap Lawan Hoaks

Ribuan karyawan  PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), i99000
Ribuan karyawan  PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Inti Global Laksana  (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) membacakan pernyataan sikap melawan hoaks di Lapangan Proklamasi, Kecematan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada Minggu (3/11/2024)

Ribuan karyawan beserta keluarga dari PT BJA, PT BTL dan PT IGL pun bersatu melawan berita hoaks atau berita tidak benar yang dikampanyekan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengenai Perusahaan dan mengganggu masa depan masyarakat Pohuwato.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami melihat, mendengar, dan membaca banyak sekali informasi provokatif yang tidak sesuai fakta dan terus disebarluaskan oleh sejumlah LSM yang diduga terafiliasi dengan kepentingan Asing. Mereka menuding, menyebarkan informasi tidak benar terhadap BJA Group, tempat kami mencari makan dan menjadi sumber kehidupan agar keluarga bisa keluar dari kemiskinan dan anak-anak dapat meraih masa depan lebih baik,” kata Eko Widarto A. Mudi, perwakilan Keluarga Besar Karyawan PT IGL, PT BTL, PT BJA saat membacakan pernyataan sikap di acara Family Gathering Keluarga Besar PT BTL, PT BJA, PT IGL di Lapangan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu (3/11/2024).

Eko mengungkapkan Keluarga Besar Karyawan IGL, BTL, BJA mencermati ada upaya sistematis dari LSM-LSM dari luar wilayah Gorontalo untuk mematikan PT BJA Group dan menghancurkan ekonomi di Popayato yang memiliki potensi ekonomi dan mata pencaharian terbatas. Ada ancaman terhadap masa depan, mata pencaharian, dan perjuangan Rakyat Pohuwato untuk terbebas dari kemiskinan dan stunting. 

Ribuan karyawan  PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), 8888ii
Ribuan karyawan  PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Inti Global Laksana  (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) membacakan pernyataan sikap di Lapangan Proklamasi, Kecematan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada Minggu (3/11/2024)

Atas situasi yang sudah tidak kondusif dan sebaran Hoax tentang BJA Group oleh LSM-LSM yang berasal dari luar Gorontalo semakin masif, Keluarga Besar Karyawan IGL, BTL, BJA menyerukan sejumlah tuntutan:

1.    Menuntut Pemerintah Propinsi Gorontalo, DPRD Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, dan DPRD Pohuwato untuk memberikan perlindungan dan kepastian investasi kepada PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group demi melindungi nasib ribuan pekerja dan keluarganya, serta masa depan yang lebih baik bagi rakyat Pohuwato.

2.    Menuntut Pemerintah Propinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Aparat Penegak Hukum untuk menindak tegas pelaku penyebaran informasi-informasi Hoax yang Tidak sesuai fakta dan menyesatkan yang merugikan kegiatan Usaha PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group yang dapat mengancam nasib ribuan pekerja.

3.    Mengecam dan Menuntut lembaga-lembaga swadaya masyarakat seperti FWI, Trend Asia, Auriga Nusantara dan LSM lain yang berasal dari luar Gorontalo dan Pohuwato untuk tidak menyebarluaskan hoax, menciptakan fitnah dan mendorong terjadinya perpecahan di masyarakat Pohuwato hingga menghancurkan masa depan anak-anak di Pohuwato.

4.    Menyerukan kepada Tokoh Masyarakat, Lembaga Masyarakat, Generasi Muda, dan Seluruh Elemen Masyarakat untuk bersatu dan tidak terhasut dengan berbagai Hoax yang diciptakan oleh pihak Luar Gorontalo dan Pohuwato yang bertujuan untuk memecah belah, menghancurkan masa depan rakyat dan menjadikan Pohuwato sebagai daerah miskin dengan kampanya anti perusahaan Biomasa di Pohuwato.

5.    Mendukung PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group untuk menjalankan investasi dan bisnisnya di Pohuwato, Gorontalo, sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan terus menciptakan lapangan kerja demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat, menurunkan kemiskinan dan stunting di wilayah Pohuwato dan Gorontalo.

Eko yang didampingi Dania Lorongasal, yang juga perwakilan dari Keluarga Besar Karyawan IGL, BTL, BJA mengatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap berbagai penyebaran informasi Hoax dan upaya adu domba yang dilakukan LSM dari Luar Gorontalo yang menjadikan Pohuwato dan Gorontalo sebagai ajang kampanye untuk mendapatkan pendanaan Asing.

“Keluarga  Besar Karyawan IGL, BTL, BJA akan berada di garda terdepan untuk membela kepentingan perusahaan yang telah menjalankan bisnis sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku demi kesejahteraan masyarakat Pohuwato dan terciptanya masa depan yang lebih baik. Salam Persatuan, Lawan Hoax dan Kepentingan Asing yang akan menghancurkan ekonomi Pohuwato dan Gorontalo,” tegas Eko.

Diketahui, PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) merupakan perusahaan produsen wood pellet (pellet kayu) terintegrasi yang didirikan pada 2019 di Pohuwato, Gorontalo, Sulawesi. Saat ini BJA mengolah kayu menjadi wood pellet yang bahan bakunya berasal dari kayu hasil penyiapan lahan (land preparation) dari HGU PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) dan PT Inti Global Laksana (IGL) yang akan ditanami tanaman Gamal dan Kaliandra.

Sejak didirikan pada 2019 hingga Juni 2024, PT BJA telah menggelontorkan investasi senilai Rp1,4 triliun. Kucuran investasi tersebut ditujukan dalam rangka pembangunan dan operasional pabrik pengolahan pelet kayu. Saat ini, PT BJA memiliki izin kapasitas produksi pelet kayu sebesar 900.000 ton per tahun. (***)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved