Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Usia Pesawat SAM Air yang Jatuh di Pohuwato Gorontalo, Lebih Tua dari Wapres RI Sekarang
Pesawat Sam Air mengalami kecelakaan yang menewaskan seluruh kru dan penumpangnya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pesawat-Sam-Air-PK-SMH-jatuh-sekitar-500-meter-dari-Bandara-Panua.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pesawat Sam Air mengalami kecelakaan yang menewaskan seluruh kru dan penumpangnya.
Pesawat jenis PK-SMH ini gagal mendarat di Bandara Panua Pohuwato pada Minggu (20/10/2024) pagi Wita.
Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab kecelakaan.
Hanya saja, banyak warga penasaran akan usia pesawat milik PT Semuwa Aviasi Mandiri tersebut.
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPLU), M Mauludin, mengatakan pesawat registrasi PK-SMH jenis DHC-6 keluar pabrikan tahun 1975.
Jika dianalogikan, pesawat ini lebih tua dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Gibran saat ini berusia 37 tahun. Itu berarti pesawat Sam Air yang jatuh di Pohuwato lebih tua 12 tahun.
Kendatipun sudah berusia 49 tahun, pesawat ini senantiasa diperiksa kelayakan terbang.
"Pemeriksaan pesawat secara rutin dilakukan oleh engineer yang berlisensi," ungkapnya.
Sementara itu, pemeliharaan (maintenance) manual dan program dievaluasi dan mendapatkan persetujuan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud).
"Dengan mengacu kepada program maintenance dari pabrikan DHC-6 itu sendiri," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pesawat SAM Air jatuh di dekat Bandara Panua, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Minggu (20/10/2024).
Pesawat dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) ini lepas landas dari Bandara Gorontalo pada pukul 07:03 Wita.
Pesawat diperkiraan tiba (ETA) pada pukul 07:33 Wita.
Pesawat melakukan prosedur pendaratan melalui runway 27 dan melakukan go arround dengan belokan ke kiri pada menit ke 07.35 Wita.
Baca juga: Permintaan Terakhir Sri Meyke Male sebelum Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo
Identitas Korban
Empat korban kecelakaan pesawat Sam Air berhasil diidentifikasi.
Mereka adalah Capt M Saefurubi A (Pilot), M Arthur Vico G (Co-Pilot), Budijanto (Engineer), dan Sri Meyke Male (penumpang).
Semua korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Randangan.
Baca juga: Video Detik-detik Pesawat Sam Air Jatuh di Tambak Warga Pohuwato Gorontalo
Korban Dipulangkan ke Keluarga Masing-masing
Tiga kru pesawat Sam Air telah dipulangkan ke daerah masing-masing.
Korban kecelakaan pesawat Sam Air di Pohuwato itu antara lain Pilot Capt M Saefurubi A, First Officer M Arthur VG, mekanik Budijanto.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani melalui Kabag Humas DJU, Moh Khusnu, mengatakan tiga korban diberangkatkan menggunakan pesawat Batik Air sekira pukul 08.40 Wita, Senin (21/10/2024).
Pilot dan First Officer berasal dari Tangerang, sedangkan sang mekanik berasal dari Balikpapan.
Ketiga jenazah menggunakan rute penerbangan Gorontalo-Jakarta.
Setibanya di Jakarta, jenazah Budijanto langsung diberangkatkan ke Balik Papan.
Adapun satu korban, Sri Meyke Male, telah dijemput keluarga dan dimakamkan pagi tadi di tempat kediaman keluarga, Jl. kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.