Profil Tokoh
Perjalanan Panjang Iptu Sucipto Amboy hingga Jabat Kasat Narkoba Polres Gorontalo
Perjuangan Sucipto menggambarkan dedikasinya dalam menegakkan hukum, melalui berbagai penugasan dan penanganan kasus yang tidak jarang melibatkan perj
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rekam-Jejak-Iptu-Sucipto-Amboy-Kasat-Narkoba-Polres-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Iptu Sucipto Amboy SH, pria berdarah Mongondow yang lahir pada 16 Juli 1981, telah menempuh perjalanan panjang dalam kariernya sebagai anggota kepolisian.
Lahir dan besar di Kotamobagu, Sulawesi Utara, Sucipto menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengahnya di kota tersebut sebelum melanjutkan ke Universitas Sam Ratulangi Manado pada tahun 2000-2004.
Saat ditemui di ruang pribadinya, Kamis (17/10/2024), Sucipto menceritakan motivasinya untuk menjadi anggota polisi.
Terinspirasi oleh latar belakang keluarganya yang didominasi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan petani, Sucipto ingin berbeda dan membantu orang banyak melalui profesi kepolisian.
"Awalnya, sebagian besar keluarga saya bekerja sebagai PNS, dan saya ingin menjadi anggota polisi," ungkapnya.
Selain itu, keinginannya untuk bertugas di Gorontalo juga dipicu oleh harapannya untuk dekat dengan pacarnya, yang saat itu bekerja di salah satu kantor BUMN di Gorontalo.
Dengan tekad yang kuat, ia mendaftar sebagai Bintara Polri pada tahun 2006 menggunakan ijazah sarjana.
Setelah diterima, Sucipto bertugas pertama kali di Polda Gorontalo sebagai BA Ditsabhara pada tahun 2007.
Ia kemudian dipindahkan ke Polres Pohuwato pada tahun 2008 sebagai BA Satreskrim, sebelum kembali ke Polda Gorontalo di Ditreskrim pada akhir tahun yang sama.
Selama periode 2011-2017, ia bertugas di Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo.
Pada tahun 2017, Sucipto ditugaskan di BNNP sebagai Penyidik Pratama, dan pada tahun 2018, ia lulus seleksi SIP dan ditugaskan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo sebagai Panit Subdit 3 Jatanras.
Ia juga menjabat sebagai Kanit Resmob Polda Gorontalo dari tahun 2019 hingga 2021.
Pada tahun 2022, Sucipto dipercaya sebagai Penjabat Sementara (PJS) Kapolsek Limboto Barat selama tiga bulan, sebelum menjabat sebagai Kapolsek Tibawa selama tujuh bulan.
Pada Juli 2023, ia diangkat sebagai Kasat Narkoba Polres Gorontalo.
Jabatan yang diraihnya tidak datang begitu saja; semua itu adalah hasil kerja keras dan pantang menyerah.
Selama kariernya, Sucipto telah mengungkap berbagai kasus penting. Salah satu prestasinya pada tahun 2012 adalah menangani kasus pengadaan alat kesehatan di Gorontalo Utara bersama Tim Subdit IV Tindak Pidana Tertentu.
Selain itu, saat menjabat sebagai Panit Resmob, ia juga terlibat dalam pengungkapan kasus pembunuhan di Panjaitan, Kota Gorontalo, yang menarik perhatian publik saat itu.
"Kami melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku sampai ke Belopa, Luwu Utara, Sulsel," katanya.
Sebagai Kasat Narkoba, ia berhasil mengungkap berbagai kasus peredaran narkotika, minuman keras, kosmetik ilegal, dan obat-obatan tanpa izin edar.
Perjuangan Sucipto menggambarkan dedikasinya dalam menegakkan hukum, melalui berbagai penugasan dan penanganan kasus yang tidak jarang melibatkan perjalanan ke daerah terpencil dan lintas provinsi. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.