Perempuan Inspiratif Gorontalo
Diah Thaib Mahasiswi Teknik Ukir Prestasi Taekwondo, Kini Tantang Diri di Ajang Nou Uti Gorontalo
Rabiah Diah Musdalifa Thaib atau akrab disapa Dia merupakan mahasiswi jurusan Teknik Sipil di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rabiah-Diah-Musdalifa-Thaib.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Rabiah Diah Musdalifa Thaib atau akrab disapa Dia merupakan mahasiswi jurusan Teknik Sipil di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Diah telah menorehkan berbagai prestasi sebagai atlet taekwondo.
Selain menguasai seni bela diri, Diah juga melebarkan sayapnya untuk mengikuti ajang Nou Uti Gorontalo.
Ia menantang dirinya sendiri berkompetisi pada pemilihan putra putri terbaik Gorontalo tersebut.
Dari arena pertandingan hingga panggung kontes, Diah menunjukkan bahwa dirinya adalah pribadi yang siap menghadapi tantangan di berbagai bidang.
Awal mula geluti Taekwondo
(Sumber Foto: Dok. Diah Thaib)
Minat Diah pada taekwondo bermula dari hal yang tidak terduga.
Ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP, ia iseng mengikuti latihan taekwondo di Kodim.
Pada saat itu, ketertarikannya bukan didasari oleh kecintaan terhadap olahraga, melainkan karena ia suka berkelahi.
Namun, semakin lama ia menekuni taekwondo, terutama setelah tingkatan sabuknya semakin tinggi, pola pikir Diah berubah.
Ia tidak lagi melihat kekerasan sebagai solusi, melainkan justru belajar menghindari pertengkaran.
Filosofi taekwondo yang mengajarkan kedamaian dan pengendalian diri membuatnya lebih bijak dalam menyikapi konflik.
Pengalaman pertama Diah dalam dunia pertandingan taekwondo dimulai ketika ia sudah duduk di bangku sekolah menengah kejuruan.
Saat itu, ia mengikuti pertandingan antar sekolah di sanggar pramuka.
Pada pertandingan tersebut, Diah berhasil meraih juara 3, yang kemudian menjadi pintu masuk bagi perjalanan panjangnya di dunia taekwondo.
Sejak saat itu, Diah semakin berprestasi dan memenangkan banyak kejuaraan.
Beberapa prestasi gemilang yang diraihnya termasuk juara 1 di Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), juara 1 pada Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) 2018, serta juara di berbagai ajang bergengsi lainnya seperti Kejurnas, Bupati Cup, dan Kejuaraan Provinsi (Kejuprov).
Diah bahkan mencatatkan namanya sebagai juara 1 di Zubo Cup, sebuah pencapaian yang ia banggakan, meskipun ada beberapa kejuaraan lain yang sudah tidak bisa ia sebutkan satu persatu saking banyaknya.
Meskipun perjalanan kariernya sebagai atlet penuh dengan kemenangan, tidak bisa dipungkiri bahwa latihan dan pertandingan selalu menyisakan rasa sakit fisik.
Diah sering kali merasa tubuhnya merah lebam setelah bertanding.
Namun, semua rasa sakit itu seolah hilang ketika ia berdiri di atas podium sebagai pemenang.
“Semua terbalaskan saat saya naik podium,” ujarnya dengan bangga.
Bagi Diah, kunci sukses bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang dilaluinya.
Ia percaya bahwa untuk mencapai hasil yang memuaskan, seseorang harus rela melewati proses yang sulit dan penuh tantangan, seberat dan sesakit apa pun itu.
“Saya meyakini, jika ingin mendapatkan hasil yang memusakan maka saya harus mengikuti proses sesakit apapun itu,” ujar Diah dengan penuh optimis.
Filosofi ini tidak hanya ia terapkan dalam taekwondo, tetapi juga dalam kehidupannya secara umum, baik di bidang akademik maupun dalam mengejar impian lainnya.
Namun, dengan kesibukan kuliah yang semakin padat, Diah mulai mengurangi aktivitasnya sebagai atlet dan lebih banyak latihan sebagai wasit dalam berbagai pertandingan taekwondo.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Bentor Muatan Berlebih Bakal Ditilang - Ponakan Tikam Paman di Tibawa
Masuk Kompetisi Nou Uti Gorontalo
(Sumber Foto: Dok. Diah Thaib)
Disela-sela kesibukannya dalam perkuliahan, ia dikabari oleh sang ibu bahwa Dinas Pendidikan sedang mencari perwakilan untuk ajang pemilihan Nou Uti.
Awalnya, Diah enggan mengikuti seleksi karena merasa tidak percaya diri.
Ia mengaku tidak bisa merias wajah dan tidak terbiasa mengenakan high heels, dua hal yang menurutnya menjadi tantangan besar di ajang tersebut.
Namun, dorongan kuat dari ibunya membuat Diah akhirnya memberanikan diri mengikuti seleksi.
“Mama yakin Diah punya potensi,” kata ibunya yang selalu menjadi pendukung terbesar Diah dalam setiap langkah hidupnya.
Keputusan untuk mengikuti ajang Nou Uti adalah salah satu bukti bahwa Diah tidak takut mencoba hal baru di luar zona nyamannya.
Meskipun ia lebih dikenal sebagai atlet yang tangguh di arena taekwondo, Diah membuktikan bahwa dirinya bisa bersaing di ajang berbeda.
Pengalaman ini semakin memperkaya perjalanan hidupnya, sejalan dengan impiannya untuk menjadi manusia tanpa batas.
Dari seorang gadis yang gemar berkelahi hingga menjadi atlet taekwondo, kini Diah membuka babak baru dalam hidupnya sebagai wakil pemudi terbaik Gorontalo.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya


Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.