Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 101 Kurikulum Merdeka: Cerpen Malaikat Juga Tahu
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 101 tersebut terdapat Kegiatan 2.
Penulis: Fitriana | Editor: Andriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/buku-Bahasa-Indonesia-Kelas-11-Kurikulum-Merdeka-halaman-101.jpg)
a. Pada cerpen di atas, siapakah tokoh Abang?
Jawab: Abang adalah anak kedua Bunda.
b. Pada cerpen di atas terdapat kutipan, Mengubah rutinitas itu sama saja dengan menawar bumi agar berhenti mengedari matahari.
Jelaskan maksud kalimat tersebut berdasarkan konteks cerita di atas.
Jawab: Abang perlu melakukan kegiatan hariannya dengan kondisi yang sama sesuai dengan jadwal.
Mengubah kegiatan rutin harian ini sama dengan melakukan sesuatu hal yang tidak mungkin dilakukan.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 75 Kurikulum Merdeka: Cerpen Berjudul Tanah Air
c. Mengapa Bunda akan menjagokan Abang?
Jawab: Karena menurut Bunda, Abang mencintai dengan seluruh jiwanya tanpa melihat pilihan lain.
d. Pada cerpen di atas terdapat kutipan, “Ini tidak adil. Ini tidak masuk akal…,” protes anaknya lagi.
Siapa yang mengatakan kalimat tersebut? Jelaskan maksud dari kalimat tersebut berdasarkan konteks cerita di atas.
Jawab: Yang mengatakan kalimat itu adalah anak bungsu Bunda. Anak bungsu Bunda merasa bahwa Bunda menomorsatukan Abang.
Atau: Anak bungsu Bunda merasa bahwa berpura-pura untuk tidak berpacaran adalah tidak adil karena kesempatannya untuk berbahagia dihalangi.
e. Pada cerita pendek di atas juga terdapat kutipan, Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.
Siapakah yang dimaksud dengan kata ‘seseorang’ pada kutipan di atas? Jelaskan mengapa tokoh ‘ia’ melakukan hal itu?
Jawab: ‘Seseorang’ yang dimaksud adalah Abang. ‘Ia’ adalah Bunda. Bunda ingin memberi Abang kesempatan untuk berbahagia dengan menciptakan keadaan yang dipahami Abang.