Universitas Negeri Gorontalo
Wujud UNG Terhadap Budaya Lokal, Civitas Akademika UNG Kompak Gunakan Batik di Hari Batik Nasional
Civitas Akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kompak gunakan batik di Hari Batik Nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/yhhkftu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Civitas Akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kompak gunakan batik di Hari Batik Nasional.
Hari batik nasional yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 2 Oktober diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Tanpa terkecuali civitas akademika UNG yang turut mengenakan batik pada peringatan tersebut.
Baik itu mahasiswa, dosen, maupun seluruh unsur yang berada di lingkungan kampus UNG sama-sama gunakan pakaian batik.
Baca juga: Dua Dosen UNG Gorontalo Berhasil Meraih Gelar Akademik Guru Besar, Rektor Beri Selamat
Arief Rachman Hakim Abdul, Kepala Biro Keuangan, Kerjasama dan Umum UNG mengatakan penggunaan pakaian batik di hari batik nasional telah tertuang di dalam edaran rektor yang berdasarkan pada Keputusan Presiden tentang pemakaian hari batik pada hari batik nasional.
“Pemakaian batik secara serentak ini sesuai dengan edaran rektor, dalam rangka memperingati hari batik nasional yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden No 33 tahun 2009,” ujarnya.
Namun, penggunaan pakaian batik ini bukan hanya untuk peringatan hari batik saja melainkan untuk menumbuhkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap budaya lokal di lingkungan UNG.
Baca juga: UNG Rayakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Sabilurrasyad
Dalam kesempatan sama, Eduart Wolok, Rektor UNG juga mengatakan panggunaan pakaian batik ini sebagai wujud apresiasi UNG terhadap warisan budaya Indonesia yang telah masuk kedalam daftar warisan tak benda.
Selain itu, batik juga telah diakui secara resmi oleh UNESCO sebagai warisan Indonesia.
Rektor juga menyampaikan sangat penting bagi seluruh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan batik sebagai salah satu identitas bangsa.
Baca juga: UNG Jalani Presentase Anugerah Humas Diktiristek di Tahun 2024
“Melalui momentum ini, civitas akademika UNG ingin menunjukkan bahwa batik bukan sekadar pakaian, melainkan juga sebagai representasi dari keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia,” terangnya.
Partisipasi seluruh dosen, tendik dan mahasiswa dalam mengenakan batik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, untuk semakin mencintai dan menghargai batik sebagai bagian dari identitas bangsa.
Baca juga: Guru Besar Fakultas Hukum UNG Berorasi Ilmiah di Rapat Senat demi Semarakkan Dies Natalies
(ADV)