Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 10 Kurikulum Merdeka: Pola Pengembangan Paragraf
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 10 tersebut terdapat Kegiatan 2, siswa diminta menentukan pola pengembangan paragraf.
Penulis: Fitriana | Editor: Andriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/buku-Bahasa-Indonesia-Kelas-11-Kurikulum-Merdeka-halaman-10.jpg)
Paragraf Deduksi
Tempe telah menjadi makanan yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, bahkan menjadi salah satu asupan sumber protein nabati.
Setiap tempe yang kita konsumsi ternyata mengandung banyak zat bergizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita.
Kandungan gizi tersebut seperti terdapat karbohidrat, kalori, protein nabati, dan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
Menurut beberapa penelitian protein nabati yang terdapat dalam tempe lebih baik bagi tubuh dibanding dengan sumber protein hewani.
Paragraf Induksi
Tempe sudah menjadi asupan makanan yang banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia. Tahukah Anda bahwa dalam tempe terdapat banyak serat dan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita?
Serat dan zat tersebut seperti karbohidrat, kalori, dan protein nabati. Tempe yang menghasilkan protein nabati dipercaya lebih baik sebagai sumber suplai protein dibanding dengan sumber protein hewani seperti daging sapi.
Oleh karena itu, tempe sebagai produk pangan lokal Indonesiaharus dikembangkan dan diproduksi dengan teknologi modern supaya menjadi produk andalan Indonesia.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 10 Halaman 8 Kurikulum Merdeka: Chapter 1 Listen and Discuss
4. Berdasarkan teks yang berjudul “Diversifikasi untuk Ketahanan Pangan”, tentukan pola pengembangan paragraf yang digunakan dalam setiap paragrafnya
Jawaban:
Pola pengembangan paragraf pada teks “Diversifikasi untuk Ketahanan Pangan”
- Paragraf 1: Ketahanan pangan sangat penting untuk diperkuat sekarang ini. (pengembangan deduksi)
- Paragraf 2: Melansir data Badan Pusat Statisik (BPS), impor beras mencapai 2,25 juta ton pada 2018. (pengembangan deduksi)
- Paragraf 3: Ketergantungan pada beras juga menjadi ironi di tengah besarnya kekayaan sumber daya alam negeri ini berupa ragam sumber hayati penghasil karbohidrat tinggi. (pengembangan deduksi)
- Paragraf 4: Penyeragaman konsumsi beras di Indonesia membuat makanan pokok lokal terabaikan. (pengembangan induksi)
- Paragraf 5: Dengan demikian konsumsi pangan lokal sebagai sumber karbohidrat lain pun diharapkan terus meningkat. (pengembangan induksi)
- Paragraf 6: Kementerian Pertanian mengajak seluruh gubernur dan bupati/wali kota untuk bersinergi menguatkan gerakan diversifikasi pangan ini dalam upaya mengukuhkan ketahanan pangan. (pengembangan deduksi)
- Paragraf 7: Upaya diversifikasi pangan lokal ini ditargetkan menurunkan konsumsi beras dari 94,9 kg per kapita per tahun menjadi 85 kg per kapita per tahun pada 2024. (pengembangan deduksi)
- Paragraf 8: Pemerintah tidak bisa tiba-tiba memaksakan kebijakan diversifikasi pangan jika produksi pangan lokal, seperti umbi-umbian, di setiap wilayah belum bisa ditingkatkan. (pengembangan deduksi)
*Deskripsi: Kunci jawaban ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(Tribungorontalo.com/Fitriana)