Berita Nasional
Nasi Tumpeng Rekor Muri HUT Karawang Dibuang, Warga Ungkit soal Keluar Biaya Rp 5 Juta
Melihat hal itu, banyak warga yang menyayangkan. Sebab, demi memecahkan rekor muri 1.600 nasi tumpeng, warga berpartisipasi.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Viral-nasi-tumpeng-dibuang-usai-pemecahan-rekor-HUT-Karawang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sejumlah nasi tumpeng dalam perayaan HUT ke-391 Karawang dibuang petugas kebersihan.
Melihat hal itu, banyak warga yang menyayangkan. Sebab, demi memecahkan rekor muri 1.600 nasi tumpeng, warga berpartisipasi.
Tidak murah, beberapa warga curhat mengeluarkan dana hingga Rp 5 juta demi buat nasi tumpeng tersebut.
Karena itu, menyaksikan sejumlah nasi tumpeng dibuang petugas, seorang warga berkomentar.
Memang sebelumnya, beberapa video beredar. Sejumlah nasi tumpeng dibuang usai perayaan HUT Karawang tersebut.
Namun, diduga jika tumpeng-tumpeng ini dibuang karena sudah tak layak makan.
Ratusan porsi nasi tumpeng harus dibuang seusai sesi pemotretan pada acara tersebut.
Warga yang membawa tumpeng itu juga merekam aksi petugas kebersihan yang membuang tumpeng yang ia bawa.
Padahal ia sudah menghabiskan biaya hingga jutaan rupiah untuk mebuat tumpeng tersebut.
Namun tumpeng yang ia bawa justru dibuang sia-sia oleh petugas kebersihan.
"Tuh liat dibuangin, padahal sayang banget, sayang ya, sampe Rp 5 juta saya patungan buat bikin tumpeng, sayang banget," kata warga yang menyesali acara tersebut.
"Liat tuh dibuangin, duh sayang banget," katanya.
Diketahui bahwa dalam rangka HUT Karawang ke-391, Pemerintah Kabupaten Karawang berhasil memecahkan rekor MURI dengan menyiapkan 1.600 nasi tumpeng.
Nasi tumpeng itu juga dibuat berbentuk peta Karawang terbesar yang digelar di Plaza Pemda Karawang.
Nasi tumpeng itu dikabarkan merupakan kolaborasi pentahelix antara pemda, perusahaan, sekolah dan stakeholder lainnya.
Terkait berita tentang nasi tumpeng yang dibuang di Karawang, Bupati Aep Syaepuloh memberikan klarifikasi bahwa sebagian kecil dari nasi tumpeng tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Penjelasan ini menegaskan bahwa tindakan pembuangan sebagian nasi tumpeng tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.
Biasanya, nasi tumpeng yang tidak layak makan dipisahkan dan dibuang untuk mencegah risiko kesehatan.
Bupati berharap penjelasan ini dapat mengatasi kekhawatiran publik dan memperjelas situasi terkait pengelolaan makanan dalam acara tersebut.
Aep juga memastikan sebagian besar nasi tumpeng yang tersisa setelah acara pemecahan rekor langsung dimakan dan dibagikan kepada masyarakat Karawang yang hadir di lokasi acara.
Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat informasi tersebut.
Sebagian besar nasi sudah dimakan dan dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.