Jumat, 6 Maret 2026

Perundungan di SMK Gorontalo

Terungkap! Sudah 2 Kali Korban dan Terduga Pelaku Perundungan di SMK 1 Gorontalo Pesta Miras

Polsek Kota Utara mengungkapkan lima siswa SMK Negeri 1 Gorontalo telah dua kali tertangkap minum minuman keras (miras) di lingkungan sekolah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Terungkap! Sudah 2  Kali Korban dan Terduga Pelaku Perundungan di SMK 1 Gorontalo Pesta Miras
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
Kapolsek Kota Utara, IPTU Fredy Yasin saat diwawancarai wartawan, Kamis (12/9/2024) sore. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Polsek Kota Utara mengungkapkan lima siswa SMK Negeri 1 Gorontalo telah dua kali tertangkap minum minuman keras (miras) di lingkungan sekolah.

Kata Kapolsek Kota Utara, Iptu Fredy Yasin, kelima siswa itu merupakan korban dan terduga pelaku perundungan yang baru-baru ini viral.

"Menurut keterangan saksi, mereka sudah dua kali minum miras di sekolah," ujar Fredy.

Fredy menjelaskan bahwa pada kejadian pertama, pihak sekolah tidak mengetahui aksi para siswa tersebut.

Namun, pada kejadian kedua, aksi mereka terungkap setelah video yang merekam peristiwa itu viral di media sosial.

"Kami sudah memeriksa terduga pelaku, namun korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam kondisi sakit," jelas Fredy.

Empat terduga pelaku dalam kasus ini belum ditahan, meskipun telah dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian.

"Penahanan belum dilakukan karena masih dalam tahap penyelidikan," tambahnya.

Kasus ini pun menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk Aktivis Sosial Gorontalo, Sandy Nina, yang menilai kelalaian pihak sekolah sangat disayangkan.

"Ini sudah terjadi dua kali, dan menjadi tanggung jawab besar bagi pihak sekolah. Mereka harus melakukan evaluasi mendalam," kata Sandy.

Sandy juga mendesak Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk segera turun tangan dalam menangani masalah ini, mengingat kelalaian sekolah yang telah terjadi berulang kali.

Dalam hal ini, pihak sekolah kecolongan lantaran tak mendeteksi miras masuk ke lingkungan sekolah. 

Meskipun Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Gorontalo, Zulkarnain Tanipu mengelak ketika dikatakan "kecolongan". 

"Saya minta pihak sekolah bertanggung jawab. Jika perlu, pimpinan sekolah diberhentikan karena sudah dua kali membiarkan siswa minum miras di lingkungan sekolah," tegas Sandy.

Ia juga menyoroti pernyataan Zulkarnain yang seolah-olah menepis tuduhan penganiayaan, padahal dalam video yang viral, jelas terlihat aksi kekerasan terhadap siswa lain.

"Pihak sekolah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja," tandasnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan, sementara berbagai pihak berharap ada tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved