Info Tekno
Kolaborasi Baru untuk Cegah Konten Bunuh Diri di Media Sosial
Melalui teknologi hash, konten grafis atau promosi tantangan viral terkait bunuh diri dapat dikenali dan diselidiki lebih cepat, tanpa mengungkap iden
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dunia memperingati Bulan Pencegahan Bunuh Diri pada September ini.
Diketahui, ini adalah momen penting meningkatkan kesadaran dan aksi dalam pencegahan bunuh diri.
Dalam upaya ini, Meta berkolaborasi dengan Mental Health Coalition meluncurkan program "Thrive" yang berfokus pada pencegahan konten berbahaya terkait bunuh diri dan melukai diri sendiri di media sosial.
Program ini memungkinkan perusahaan peserta, seperti Snap dan TikTok, berbagi sinyal terkait konten yang mengandung potensi bahaya.
Melalui teknologi hash, konten grafis atau promosi tantangan viral terkait bunuh diri dapat dikenali dan diselidiki lebih cepat, tanpa mengungkap identitas pengguna.
"Konten seperti ini tidak terbatas pada satu platform, terutama dalam konteks tantangan viral. Kolaborasi lintas platform sangat penting untuk mencegah penyebarannya," ujar Antigone Davis, Wakil Presiden Global Safety Meta.
Dipimpin oleh Dr. Dan Reidenberg, Thrive diharapkan membawa dampak besar dalam kolaborasi industri teknologi untuk menangani krisis kesehatan mental global ini.
Untuk bantuan di AS, hubungi National Suicide Prevention Lifeline di 1-800-273-8255 atau nomor 988.
Crisis Text Line tersedia dengan mengirim pesan HOME ke 741741 (AS), 686868 (Kanada), atau 85258 (Inggris).
Wikipedia memiliki daftar saluran krisis internasional. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-09-12_Meta-buat-kolaborasi-pencegahan-bunuh-diri.jpg)