Gorontalo Terkini

Warga Talumolo Dihantui Debu Pasca Banjir Bandang Gorontalo

Warga Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, masih harus menghadapi dampak serius pasca banjir bandang yang melanda daerah mereka s

|
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Fernandes Siallagan, TribunGorontalo.com
Penampakan tumpukan tanah bekas banjir di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Rabu (3/8/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, masih harus menghadapi dampak serius pasca banjir bandang yang melanda daerah mereka sebulan yang lalu.

Tumpukan tanah sisa banjir yang belum sepenuhnya dibersihkan kini menjadi sumber debu yang mengganggu kehidupan sehari-hari warga, terutama saat cuaca terik dan angin laut bertiup kencang.

Debu yang beterbangan hampir setiap hari membuat warga harus bertahan dalam kondisi yang tidak nyaman.

Sandi (29), seorang warga yang rumahnya berada tepat di pinggir jalan, mengungkapkan bahwa situasi ini sudah semakin parah. 

"Debu yang dirasakan cukup parah, apalagi saat angin kencang. Saya harus menutup mulut dan hidung agar tidak terpapar debu, tapi saya tidak mampu untuk membeli masker," kata Sandi kepada TribunGorontalo.com, Rabu (4/8/2024).

Kondisi ini tidak hanya membuat Sandi khawatir akan kesehatan dirinya, tetapi juga kesehatan keluarganya.

"Rasa khawatir tentu ada. Meskipun sudah terbiasa dengan debu, kali ini kondisinya lebih buruk," tambahnya.

Tidak hanya Sandi, Tahir Yasin (67) juga merasakan dampak buruk dari debu yang terus-menerus masuk ke dalam rumahnya. Setiap hari, ia dan keluarganya harus menyapu rumah tiga hingga empat kali karena debu yang masuk melalui ventilasi.

"Semenjak banjir, karena musim panas, debu lebih mudah masuk lewat ventilasi rumah," ucap Tahir.

Warga Talumolo berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk membersihkan sisa tanah dan debu yang masih menumpuk di area pemukiman mereka. "Saya berharap hujan tetap turun agar debu sedikit berkurang, tetapi saya juga tidak ingin banjir terjadi lagi," harap Tahir.

Hingga saat ini, warga belum tahu harus mengadu kepada siapa terkait kondisi yang mereka alami. Mereka hanya bisa berharap bahwa masalah ini segera diatasi, sehingga mereka bisa kembali hidup dengan lebih nyaman tanpa harus khawatir akan dampak kesehatan yang disebabkan oleh debu tersebut.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved