Mari Cantik Sesuai Syariat Islam
Mari Cantik Sesuai Syariat Islam
Kulit putih bersih menjadi idaman bagi semua orang, khusunya bagi kaum hawa. Berbagai cara dilakukan, Mulai dari perawatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kecantikan-Alami-vfgfbv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM- Kulit putih bersih menjadi idaman bagi semua orang, khusunya bagi kaum hawa. Berbagai cara dilakukan, Mulai dari perawatan salon hingga klinik kesehatan. Bahkan ada pula yang melakukan perawatan mandiri, dengan cara membeli kosmetik dan skincare mahal.
Namun, baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis produk skincare berbahaya karena mengandung bahan tidak aman untuk kesehatan.
Hal itu selaras dengan banyak kasus korban skincare atau kosmetik abal-abal viral di media sosial. Ada yang mukanya menghitam bak gosong. Menjadi keriput atau menjadi kemerahan seperti kepiting.
Ustadz Fakhmi MPD, pemimpin Ponpes Al Baladul Amin di Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjelaskan, Islam mengajarkan kita agar selalu menjaga kebersihan dan keelokan dalam segala hal.
Salah satunya dalam hal berpenampilan, dengan niat membuat orang yang memandang kita tidak merasa terganggu oleh penampilan kita.
"Bahkan Rasulullah SAW bersabda, Innallaha Jamilun yuhibbul Jamal artinya Sesungguhnya Allah itu Zat yang maha indah, dan Dia menyukai sesuatu yang indah," katanya.
Jadi, kata Ustadz Fakhmi MPD, Islam tidak melarang seseorang mempercantik dirinya, asalkan sesuai ketentuan dan tidak berlebihan.
Dengan niat menjaga dan merawat pemberian Allah, seorang perempuan dianjurkan mempercantik diri. Boleh memakai produk mahal, tetapi hanya untuk dihadapan suaminya. Jika dia bermaksud menampilkannya kepada selain suaminya, inilah yang dilarang.
Gak perlu lagi gigi palsu! Gigi patah dan gak rata? Veneer adalah cara terbaik untuk sekarang ini
"Apalagi sampai dianggap tabarruj, yaitu berlebih-lebihan dalam berpenampilan. Misalnya menampilkan keelokan tubuhnya. Atau sampai tampak auratnya, yang dapat menimbulkan syahwat lelaki yang memandang," katanya.
Ustadz Fakhmi MPD, pemimpin Ponpes Al Baladul Amin di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Ustadz Fakhmi MPD, pemimpin Ponpes Al Baladul Amin di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Istimewa)
Ia menjelaskan, dalam menggunakan produk perawatan, haruslah berhati-hati, agar tak menimbulkan mudarat.
Sebab tiap orang memiliki kulit berbeda-beda, sehingga tidak semua produk cocok untuk semua kulit, sekalipun mahal.
Disebutkannya, lebih baik bertanya kepada dokter spesialis yang menangani hal tersebut. Sebelum membeli produk skincare, perhatikan agar tidak mengandung bahan yang haram, berbahaya dan tidak sampai memudaratkan.
Sebab, bila sudah menjadi mudarat, hukumnya malah haram, karena sama saja dengan sengaja merusak ciptaan Allah.
"Rasulullah SAW bersabda, yang artinya tidak boleh memudaratkan dan membalas kemudaratan dengan kemudaratan semisalnya. Setelah semua usaha dikerahkan untuk merawat fisik, serahkan semuanya kepada Allah," jelasnya.
Lalu, senantiasa berdoa agar ikhtiar yang dilakukan sudah benar. Satu doa atau amalan untuk mempercantik diri, bahkan memperbagus akhlak yaitu membaca doa “Allahumma Kama Hassanta Khalqi fahassin Khuluqi” ketika bercermin. InsyaAllah dengan segenap usaha dan doa, Allah memepercantik diri dan akhlak.
Ia menjelaskan, muslimah sejati harus sesuai tuntutan Islam, boleh saja melakukan perawatan fisik,tapi jangan berlebihan. Kita ambil contoh masa lalu, para perempuan hebat seperti Sayyidah Khadijah Al-Kubro, Sayyidah Fathimah Az-Zahra dan lainnya. Kecantikan mereka tak diragukan lagi. Meski tidak banyak diceritakan karena sulit mendefinisikan, namun sekarang yang paling terkenal dan diambil pelajaran dari mereka adalah akhlaknya.
"Ibadah mereka luar biasa, cinta mereka kepada Rasulullah SAW, itulah sebenarnya kecantikan hakiki. Cantik hati, memancar kepada semua, parasnya, tingkah lakunya. Tapi, bukan berarti mempercantik diri dilarang. Lebih penting bagaimana mempercantik hati. Sebab, tujuan utama kita adalah Allah. Sedangkan Allah tidak memandang pakaian dan tubuh kita. Semoga kita termasuk orang yang memiliki Qolbun Salim atau hati yang bersih dan ikhlas," pungkasnya.
Yuliana, satu warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mengatakan, skincare atau pun make up harus dikaitkan syariat.
Mengutip pengetahuan yang didapat dari kajian di majelis taklim, Yuliana menyatakan, meskipun keduanya boleh dilakukan, tetap wajib memerhatikan hukum yang berlaku.
“Dari pelajaran agama yang saya dapat, Allah itu mencintai keindahan. Jadi sebagai hamba Allah, alangkah baiknya kita juga senantiasa mencintai keindahan agar dicintai Allah,” tutur Yuli kepada Serambi UmmaH.
Alasan lainya melakukan perawatan, sebut dia, mempercantik diri dalam Islam merupakan ibadah. Namun dalam konteks sebagai seorang istri untuk menyenangkan suami.
Perempuan yang juga tenaga medis di satu rumah sakit ini mengaku melakukan perawatan badan dengan menggunakan skincare. Dalam memilih produk skincare, Yuli merujuk pada halal dan haram. Haram terkait kandungannya. Baik haram karena mengandung unsur dilarang Islam, maupun haram karena mengandung zat berbahaya dari sisi kesehatan.
“Saat mau membeli, teliti informasi yang tercantum di produk. Apa saja kandungannya, cari yang ada label halalnya dan izin edar dari BPOM. Insya Allah aman,” ujar Yuli.
Diketahui, zaman sekarang banyak market place yang menawarkan produk perawatan kulit dan menjanjikan hasil instan untuk memiliki kulit putih dan glowing. Mulai harga terjangkau sampai harga mahal jutaan Rupiah.
Banyak kaum hawa membeli, tanpa meneliti kehalalan dan kandungan di dalamnya. Bahkan, kadang ada yang sama sekali berani membeli produk tanpa keterangan apa pun di kemasannya. Atau dijual dengan dalih produk racikan. Untuk kasus itu, Hernina, warga Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menuturkan, hal itu pernah terjadi pada temannya yang alergi terhadap skincare.
“Teman saya membeli produk perawatan wajah secara online. Setelah dipakai, dia gatal-gatal dan radang,” cerita Hermina. Saat ditanyakan kepada penjual, dijawab reaksi biasa karena penyesuaian dengan kulit dan proses pengelupasan untuk berganti sel kulit baru. Namun, karena berhari-hari tidak sembuh, akhirnya teman Hermina pergi ke dokter untuk hentikan radang akibat alergi.
“Dari kasus itu, jadi pembelajaran buat saya, agar tak sembarangan gunakan produk perawatan kulit. Sebab, kalau salah pilih, wajah bukannya glowing, malah babak belur,” kata Hermina.
Mengenai produk perawatan yang menjadi referensi, baik Yuliana maupun Hernina mengaku memang awalnya dari iklan. “Cara mengetahui ada tidaknya zat berbahaya, selain lewat label halal tadi, lihat apakah ada izin BPOMnya. Teliti juga keaslian produk melalui scan barcode. Biasanya nomor regester BPOM ada di sana,” beber Hernina.
Sebagai perempuan, Hernina setuju, tampil cantik, rapi dan bersih itu wajib, karena menambah rasa percaya diri dalam pergaulan sosial. “Asalkan tujuan tampil cantik bukan ingin jadi pusat perhatian. Sebab, kalau itu tujuannya, bisa menjadi sombong. Lebih ke kenyamanan diri sendiri saja. Kalau wajah kita lusuh, kan bisa kehilangan percaya diri,” tambahnya.
Baik Yuliana maupun Hernina sependapat, untuk skincare perempuan tak mesti harus mengeluarkan biaya mahal. Sebab, bisa menggunakan bahan alami, atau perawatan dari dalam dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Atau bikin ramuan sendiri seperti masker dari buah tomat, mentimun, madu dan bahan alami lainnya. “Bagaimana pun, cantik dari dalam lebih memancar lewat akhlak dalam pergaulan sehari-hari. Jadi selain perawatan secara fisik, harus diimbangi akhlak yang baik,” pungkasnya.
Judul Akhlak Lebih Utama, Skincare Muslimah Harus Sesuai Syariat Islam
| Status Hutang di SLIK OJK Diubah, Dihapus Hanya Dalam 3 Hari Setelah Lunas |
|
|---|
| Dibuka! 30 Ribu Lowongan Manajer Koperasi Merah Putih, Lulusan D3-S1 Bisa Daftar |
|
|---|
| Zainudin Hadjarati Alias Kakuhu Tak Ditahan, Kejari Kabupaten Gorontalo Ungkap Alasannya |
|
|---|
| Cek Desil Kemensos 2026, Ini Cara Mudah Pantau Bansos dari Ponsel |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Besok Jumat 17 April 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.