Senin, 9 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Heppy Darusmawan, Lulusan Sarjana Pertanian jadi Tukang Bengkel demi Hidupi Anak dan Istri

Heppy Darusmawan (36) warga Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Heppy Darusmawan, Lulusan Sarjana Pertanian jadi Tukang Bengkel demi Hidupi Anak dan Istri
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
Heppy Darusmawan (36) pekerja bengkel di Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Heppy Darusmawan (36) warga Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Ia merupakan tukang bengkel.

Heppy membuka usaha bengkel di rumahnya sejak 2014.

Hal itu ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan istri dan ketiga anaknya.

"Saya membuka bengkel ini di rumah karena minimnya anggaran," kata Heppy saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (15/8/2024).

Heppy sejatinya lulusan Sarjana Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo angkatan 2006.

Namun ia tak menekuni bidang keilmuan. Sebab, menurutnya apabila ia menjadi honorer, gajinya tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

Eks Sekjen BEM Unisan ini menuturkan, dirinya belajar montir sejak masih mengenyam pendidikan Sekolah Teknik Mesin (STM) Marisa di Kabupaten Pohuwato.

Heppy dahulunya tinggal di Randangan, Pohuwato.

Ia memutuskan pindah ke Kota Gorontalo sejak tahun 2006.

Heppy bercerita semasa kuliah ia bekerja sebagai tukang cuci piring di rumah makan. Ia juga pernah berjualan koran. Hal itu dilakukannya demi bisa membayar kebutuhan perkuliahan dan indekos.

"Saya juga pernah tinggal di sekretariat Bem untuk bisa tinggal gratis, soal makan saya pikir sendiri," paparnya.

Meski masih mempunyai kedua orang tua, Heppy memutuskan hidup mandiri dan tidak memberatkan orang tuanya.

Selesai kuliah 2010, ia mulai membuka usaha bengkel di Randangan, Pohuwato.

Baca juga: Cerita Aqbar Fauzam Bau, Atlet Renang Gorontalo Latihan Persiapan PON 2024

Heppy lalu menikahi wanita asal Kelurahan Tapa Kabupaten Bone Bolango. Ia kini menetap di desa istrinya tersebut.

Ia awalnya tinggal di rumah mertua. Sekarang dirinya tinggal di rumah sendiri dan membuka bengkel.

Apabila bengkelnya sepi ia bekerja di tempat lain seperti menjadi tukang las.

Heppy mengaku pantang menyerah. Ia bekerja dari pagi hingga malam demi istri dan buah hatinya.

Adapun tarif perbaikan sepeda motor di bengkel Heppy terbilang terjangkau.

Meski begitu, bengkel Heppy sering sepi. Kadang dalam sehari ia hanya bisa meraup Rp50 ribu.

"Kadang dalam sehari itu tidak ada kendaraan yang masuk, jadi saya juga tidak ada pendapatan," tuturnya.

Apabila ramai pelanggan, Heppy biasanya menerima pemasukan hingga Rp300 ribu sehari.

"Kalau pendapatan per hari tergantung kalau paling tinggi 200 sampai 300 ribu. Tapi itu jarang sekali. Untung-untung ada yang masuk kendaraan," ucap Heppy sembari mengotak-atik sepeda motor.

Terlepas dari omzet kecil, Heppy tetap bersabar. Ia tak menyerah menjadi tukang bengkel karena sudah menjadi hobinya.

Lokasi bengkel Heppy berada di kawasan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) Tapa atau tepat di pusat kuliner menuju rumah pribadi mantan Bupati Bone Bolango Hamim Pou.

Bengkelnya buka dari pukul 08.00 Wita hingga 17.00 Wita.

Pria akrab disapa Mas Heppy itu melayani perbaikan kendaraan roda dua dan roda tiga, seperti korter mesin, las, hingga tambal ban.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved