Tribun UMKM
Usaha Kreatif Jajanan Annora Food & Beverage, Pionir UMKM di Gorontalo
Terletak strategis di Jl. Jendral Sudirman No. 40, tepat di samping SMPN 6 Kota Gorontalo, Jajanan Annora menawarkan beragam produk kreatif dan inovat
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UMKM-Annora-di-Jl-Jendral-Sudirman-No-40-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Jajanan Annora Food & Beverage, sebuah usaha yang digagas oleh pasangan muda, Reza Aldiansa Ongi (27) dan Sitty Mulyana (26), telah menjadi salah satu tempat favorit bagi para penggemar produk UMKM di Gorontalo.
Terletak strategis di Jl. Jendral Sudirman No. 40, tepat di samping SMPN 6 Kota Gorontalo, Jajanan Annora menawarkan beragam produk kreatif dan inovatif dari berbagai UMKM.
Dalam wawancara eksklusif dengan TribunGorontalo.com pada Selasa (6/8/2024), Reza dan Sitty mengungkapkan bahwa nama "Annora" berasal dari brand keluarga mereka yang telah lama dikenal di kalangan pengusaha lokal.
"Nama Annora ini memang sudah ada owner sebelumnya, jadi setiap ada keluarga yang buka usaha kami tetap bawa nama Annora ini," ujar Reza.
Konsep utama dari Annora adalah menyediakan tempat penitipan bagi produk-produk UMKM.
Annora bekerja sama dengan sekitar 50 mitra UMKM, menawarkan lapak untuk menampilkan produk mereka, mulai dari makanan, karangan bunga, pakaian, hingga layanan percetakan.
"Kami sediakan lapak, produk UMKM itu dititipkan di sini, kami ambil VI di situ," jelas Reza.
Usaha ini mulai dirintis pada tahun 2019 dan berkembang pesat hingga akhirnya membuka offline store pada tahun 2022. Ide awal untuk membuka Annora muncul dari hobi Reza dan Sitty yang gemar berdagang.
"Dari yang kita lihat viral itu yang akan kita jual," kata Reza.
Modal awal usaha ini berasal dari dana pribadi, namun seiring berkembangnya usaha, mereka juga mendapatkan tambahan modal dari pinjaman bank.
Annora beroperasi dari Senin hingga Sabtu, dengan jam buka mulai pukul 08.00 pagi hingga 22.00 malam.
Harga produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp3.500 hingga Rp150.000, dengan omset harian berkisar antara Rp700.000 hingga Rp1.000.000.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Annora adalah produk makanan yang cepat expired.
"Expired itu kadang lebih cepat, tapi untuk barang yang expired kami kembalikan ke mitra-mitra," tutur Reza.
Hingga kini, Annora belum menerima bantuan dari pemerintah, dan Reza berharap agar pemerintah lebih mendukung serta memperhatikan perkembangan UMKM di Gorontalo.
Sebagai penutup, Reza memberikan tips kepada pelaku UMKM untuk bisa bertahan dalam persaingan bisnis.
"Selalu konsisten dan disiplin dalam masalah keuangan," katanya. (*)