Harga Pangan Gorontalo
Update Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Rabu Kelurahan Tapa Kota Gorontalo
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, di Pasar Rabu yang terletak di Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-penjual-cabai.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Harga cabai di Gorontalo naik Rp 10 ribu per Kilogram (Kg).
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, di Pasar Rabu yang terletak di Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/7/2024).
Harga cabai yang sebelumnya dipatok dengan harga Rp45 ribu per kg. Kini naik menjadi Rp55 ribu per kg. Artinya, ada selisih Rp10 ribu.
Warga pun mulai merasa cemas dengan kenaikan harga cabai ini.
Sebab, jika harga cabai naik, dikhawatirkan bahan pangan lain akan mengalami kenaikan harga.
"Perasaan baru minggu lalu ini harga cabai turun, ini naik lagi," ujar Sinta Mapu, warga Kota Gorontalo yang saat itu tengah membeli cabai di Pasar Rabu Kota Gorontalo.
Sinta merupakan warga asli Gorontalo mengaku tak bisa makan ketika tidak ada sambal di sampingnya.
Kata Sinta, makan tanpa cabai hambar rasanya.
"Kadang beli satu dua kilo untuk stok selama dua tiga hari," lanjutnya.
Maka dari itu, ketika harga cabai naik, ibu beranak tiga ini selalu mengeluh ke penjual. Bahkan ia kerap meminta potongan harga.
"Kalau sudah mahal begini, biasa saya beli dua kilo supaya dikasih diskon," ujarnya sambil tertawa.
Lain halnya Sumarni Palute. Warga Kota Gorontalo ini merasa resah karena kenaikan harga cabai.
Wanita kerap disapa Marni ini menyebut Gorontalo daerah penghasil cabai.
Sehingga ia mempertanyakan perihal harga cabai naik turun.
"Memang stok cabai banyak, tapi kenapa harganya selalu naik turun," ujarnya kepada TribunGorontalo.com. Rabu (24/7/2024).
Di sisi lain, Iin Wolku, penjual cabai di Gorontalo, mengatakan harga cabai sering mengalami perubahan harga diakibatkan cuaca di Gorontalo.
"Itu dua buat cabai susah berkembang, berkembangnya sih ada tapi tidak maksimal," ungkapnya.
Cabai yang berkembang tidak maksimal inilah dijual kembali atau menjadi limbah.
"Jadi itu alasan kenapa harga rica selalu naik turun, karena cuaca di Gorontalo ini juga yang selalu berubah," jelasnya.
Harga Bawang Merah
Harga bawang merah di Gorontalo turun Rp 15 ribu per kilogram di Pasar Rabu ini.
Harga bawang merah diketahi sebelumnya seharga Rp 45 ribu per kg.
Sekarang turun drastis menjadi Rp 15 ribu per kg.
Artinya, ada selisih sekira Rp 30 ribu per kg untuk harga bawang merah.
Dandi Mantau, penjual bawang merah di Pasar Rabu, menyebut harga bawang merah diakibatkan hasil produksi berlebihan.
"Stok bawang merah di Gorontalo ini sudah lebih dari cukup, makanya kita turunkan harganya," tuturnya.
Di lapak milik Dandi, ia bahkan melebihkan bawang merah kepada si pembeli.
"Memang satu kg sama saya Rp 15 ribu, tapi adakalanya saya lebihkan sedikit ukurannya,"
Kata Dandi, hal ini dikarenakan bawang merah milik ayahnya sangat berlimpah.
Dandi pun berani menurunkan harga bawang merah kepada pembeli.
Baca juga: Sosok Sersan Ishak Nur, Babinsa Gorontalo Inisiasi Masyarakat Bangun Masjid dari Jualan Hasil Kebun
Pendapat serupa dilontarkan Supardi Yunus.
Ia merupakan penjual bawang merah mematok harga bawang merah dilapaknya seharga Rp 18 ribu per kg.
Hal itu diakibatkan oleh Supardi bukanlah produsen bawang merah.
Dia hanya membeli dari produsen seharga Rp13 ribu per kg, dan dijual seharga Rp 18 ribu per kg.
"Untungnya itu saya pakai buat uang transport," terang Dandi.
Namun, ia sering melebihkan bawang merah kepada pembeli.
"Dilebihkan sedikit, tidak banyak-banyak," lanjutnya.
Turunnya harga bawang merah ini membuat masyarakat Kota Gorontalo sumringah dengan harga bawang merah yang turun drastis ini.
"Biasanya ini bawang Rp 40 ribu per kg. Sekarang tinggal Rp 15 ribu, murah sekali," ujar Nina Yantu, pembeli di Pasar Rabu Kota Gorontalo.
Kata Nina, selama ini dirinya hanya bisa membeli bawang merah seharga Rp10 ribu dan Rp15 ribu.
"Kalau sudah Rp 15 ribu begini, saya mau beli satu kg," imbuhnya.
Selain itu, Rita Pratiwi, pembeli di Pasar Rabu Kota Gorontalo justru kaget harga bawang merah.
"Baru masuk di pintu masuk pasar, ini para penjual sudah teriak-teriak harga bawang merah hanya Rp15 ribu per kg, ya kaget dong," bebernya.
Kata Rita, selama dirinya berbelanja di pasar Gorontalo, tidak pernah ada penjual yang berani memberikan harga semurah itu kepada pembeli.
"Nanti di sini ini Rp 15 ribu satu kg, di Pasar lain itu paling Rp 30-35 ribu per kg," lanjutnya.
Rita pun berharap penjual tetap bisa memberikan harga terbaik kepada pembelinya.
"Semoga kualitas bawang merah yang dijual juga bagus," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Prailla)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.