Update Sepak Bola
AC Milan Hampir Bangkrut di Era "Jahat" Yonghong Li
Yonghong Li membeli Milan dari Silvio Berlusconi pada April 2017 seharga €740 juta, namun kepemilikannya hanya seumur jagung, yaitu setahun.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Cerita-AC-Milan-nyaris-bangkut-di-tangan-orang-ini.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden AC Milan, Paolo Scaroni, membeberkan detail baru mengenai betapa buruknya kepemilikan Yonghong Li terhadap klub tersebut.
Scaroni menyebut era Li sebagai sesuatu yang buruk bagi Milan.
"Kisah saya dengan Milan dimulai pada era jahat Yonghong Li," ujar Scaroni kepada reporter dan fans saat pengumuman perayaan 125 tahun Milan.
Baca juga: Morata Segera Berseragam AC Milan, Gaji Rp 88 Miliar dan Kontrak 4 Tahun
Bukan rahasia lagi bahwa situasi Milan saat itu mengerikan.
Yonghong Li membeli Milan dari Silvio Berlusconi pada April 2017 seharga €740 juta, namun kepemilikannya hanya seumur jagung, yaitu setahun.
Untuk bisa membeli Milan, Li harus berhutang €303 juta kepada Elliott Management dengan bunga yang tinggi.
Baca juga: Resmi! Morata Gabung AC Milan, Fonseca Perkuat Lini Depan Rossoneri
Li gagal membayar hutangnya setahun kemudian, sehingga kepemilikan Milan pun berpindah tangan.
Lebih parahnya lagi, menurut Scaroni, keuangan Milan saat itu sangat tidak beres.
"Ada banyak kewajiban yang harus dipenuhi dan laporan keuangan kami tidak pernah rapi," ungkap Scaroni.
Parahnya kondisi keuangan Milan membuat mereka nyaris tak bisa mengikuti kompetisi Serie A musim berikutnya.
Selamatkan Milan di Detik-Detik Terakhir
Di Italia, setiap klub harus membuktikan kestabilan keuangan mereka sebelum bisa didaftarkan untuk kompetisi.
Jika gagal, klub tersebut terancam bangkrut dan harus memulai lagi dari liga semi-profesional.
"Tepat di detik-detik terakhir, kami menerima €5 juta yang memungkinkan kami untuk mendaftar ke musim baru," ujar Scaroni.
Jumlah tersebut menyelamatkan Milan dari kebangkrutan.