Kompas Gramedia
Bentara Budaya Gelar Pameran Ilustrasiana : Peace In Diversity
Setelah sukses dengan pameran Ilustrasiana #1 di tahun 2022, Bentara Budaya kembali menghadirkan Pameran Ilustrasiana #2 dengan tema : Peace In Divers
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bentara-Budaya-Gelar-Pameran-Ilustrasiana-Peace-In-Diversity-ddddd.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Bentara Budaya mempersembahkan pameran Ilustrasiana #2.
Setelah sukses dengan pameran Ilustrasiana #1 di tahun 2022, Bentara Budaya kembali menghadirkan Pameran Ilustrasiana #2 dengan tema : Peace In Diversity, yang tidak hanya berkolaborasi dengan seniman dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.
Seperti pameran sebelumnya, Ilustrasiana kedua ini digelar tidak di satu tempat, setelah Jakarta pameran akan digelar di Yogyakarta yang tentu saja komposisi karya pameran akan menarik karena penambahan karya dari ilustrator yang berdomisili di Yogyakarta dengan tema yang sama, sehingga penambahan karya ini memperkaya diversitas yang menjadi tema dari Ilustrasiana tahun ini.
Tema “Peace In Diversity” sendiri memiliki makna perdamaian dalam keberagaman. Perdamaian dan keberagaman sendiri adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan layaknya api dan asap.
Jika terjadi perdamaian maka keberagaman pun akan hadir, dan begitu pula sebaliknya. Contohnya ketika terjadi peperangan, pastilah suatu golongan memerangi golongan lain, maka bisa dipastikan tidak diininkan terjadi keberagaman di sana.
Namun, mengapa damai itu begitu sulit, sehingga perlu kekerasan, bahkan peperangan untuk menciptakan kedamaian itu – yang rasanya tidak pernah terwujud, walaupun iya terwujud tidak akan berlangsung lama, lantas bagaimana dong sikap kita seharusnya, apakah harus semuram dan pesimis itu? Pertanyaan itulah yang kami tawarkan pada para ilustrator yang karyanya dipamerkan di sini.
Jika kita cermati lagi secara normatif, hampir semua ideologi, agama, atau norma di dunia ini mengajarkan betapa pentingnya perdamaian. Perdamaian sendiri dikenal dalam banyak bahasa, seperti “perdamaian” dalam Bahasa Indonesia, “peace” dalam Bahasa Inggris, dan “salam” dalam bahasa Arab.
Meskipun begitu, perdamaian selalu merujuk pada satu konsep, yaitu perdamaian kurang lebih dimaknai sebagai kondisi kehidupan bersama yang tenang, baik, aman, tanpa tekanan, dan tanpa kekerasan. Sedangkan, kondisi tersebut hanya bisa dicapai jika terjadinya “diversity” atau keberagaman.
Kata diversity (diversitas) secara harafiah ditarik masuk dalam pameran ini dengan apa adanya. Maka diversitas terlihat melalui corak, aliran, teknik presentasi dan lain sebagainya yang mengumpulkan kembali kekhususan-kekhususan dalam ilustrasi, seperti seni gambar (drawing), seni kartun, doodle, ilustrasi sekuensial dan lain-lain yang sebelumnya mengerucut ke dalam sub-sub untuk dalam khasanah ilustrasi, maka oleh sebab itulah pameran ini bernama Ilustrasiana.
“Suarakanlah perdamaian, setidaknya di lingkungan sendiri dengan kapasitas dan bahasa masing-masing.”
Semangat ini mendorong Bentara Budaya untuk memilih “Peace in Diversity” sebagai tema Pameran “Ilustrasiana” hasil pilihan para kurator Bentara Budaya.
Berbeda dari pameran Ilustrasiana sebelumnya, kali ini cakupan kepesertaan ditingkatkan menjadi internasional dengan mengundang ilustrator dari Malaysia, Jepang, Turki, Cina, Afrika Selatan, Belanda, Jerman, Perancis dan Kanada untuk menampilkan hasil penafsiran mereka atas perdamaian, sehingga di pameran ini kita dapat melihat arti keberagaman serta harapan dari para ilustrator melalui bahasa visual dan perspektif mereka mengenai perdamaian dan keberagaman.
Beng Rahadian, penulis komik dan dosen didaulat oleh Bentara untuk kembali menjadi kurator tamu di Iustrasiana,, mengajak para seniman untuk merespon konsep kedamaian dalam bentuk karya masing-masing.
"Mari terus memperjuangkan rasa damai melalui karya," ujar Beng Rahadian. Pameran ini diadakan sebagai respons terhadap situasi yang sering kali mengabaikan kedamaian atau memanfaatkan citra damai untuk kepentingan kekuasaan.
Secara keseluruhan tantangan dalam menjawab perdamaian itu sulit diwujudkan secara total. Impian itu nyaris menjadi utopia, angan-angan, mimpi. Melihat bagaimana PBB kesulitan untuk mewujudkan misi perdamaian dunia, meski disokong oleh ratusan negara dan memiliki mekanisme untuk "memaksakan" agenda perdamaian di negara-negara konflik. Apalagi, para seniman yang berbicara melalui karya seni yang beredar secara terbatas.
Namun, dalam keterbatasan itu, bahasa visual sejatinya berpotensi untuk menawarkan perspektif yang tidak biasa, unik, dan mengejutkan. Ekspresi rupa bisa menghasilkan sensasi yang menyentuh hati publik. Semoga sensasi itu dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perdamaian.
Ilustrasiana#2 yang sebelum dilaksanakan di Bentara Budaya Jakarta tanggal 25 Juni-4 Juli sudah rampung, dengan minat dari seniman-seniman muda yang terus hadir menikmati pameran, baik saat opening maupun selama pameran berlangsung, mencoba merespon karya-karya yang dihadirkan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan karya-karya luar biasa dari para ilustrator, seniman dan turut serta dalam diskusi serta workshop yang inspiratif.
Pembukaan Pameran
- Rabu, 10 Juli 2024
- Pukul 19.00 WIB
Dibuka oleh Suwarno Wisetrotomo (Dosen Pascasarjana ISI Yogyakarta)
Dimeriahkan oleh Jogja Blues Forum (JBF)
Pameran Berlangsung 11 - 17 Juli 2024 Pukul 10.00 - 18.00 WIB
Lokasi Pameran : Bentara Budaya Yogyakarta, Jl. Suroto No.2, Kotabaru, Yogyakarta
Peserta Pameran:
Agah Nugraha Muharam
Ajay Ahdiyat
Alim Bakhtiar
Alodia Yap
Andi Yudha Asfandiyar
Arif Rafhan (Malaysia)
Bambang Wahyudi
Chandra Rosselinni
Cindy Saja
Damuh Bening
Djoko Susilo
Dody YW
Emmanuel Lemaire (Perancis)
FX Widyatmoko Koskow
Gordon James (Kanada)
Gus Dark
Ika W. Burhan
I Putu Pinky Sinanta
Jiang Yuxin(China)
Kahou Nakabayashi (Jepang)
Kathrinna Rakhmavika
Li Zefeng (China)
Liuke (China)
Luna Matara
Luo Xiaomeng(China)
Mahendra Oka
Maria Aurellia Putri Utami
Martijn Versteeg (Belanda)
Michael Valentino
Nai Rinaket
Oguz Gurel (Turki)
Oscar Artunes
Rato Tanggela
Seto Parama Artho
Shen Guoju (China)
Thomdean
Toni Masdiono
Volkmar Hoppe (Jerman)
Wilson Mgobhozi (Afrika)
Xiang Yu Yang (China)
| Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia Dianugerahi Tokoh Pers Indonesia dari Dewan Pers |
|
|---|
| Kompas Gramedia Gorontalo Bertemu Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa |
|
|---|
| Kongres Wanita Indonesia Luncurkan Gerakan Waktu Bermain Anak saat Hari Anak Nasional 2025 |
|
|---|
| Bentara Budaya Jakarta Gelar Pameran Seni Rupa : Menggambar Dapat Mencegah Pelemahan Otak |
|
|---|
| 5 Aktivitas Seru Bareng Si Kecil di Rumah saat Liburan Sekolah |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.