Longsor Tambang Emas Suwawa
Ada Suara Gemuruh di Tambang Emas Ilegal Suwawa, Tim SAR Gorontalo Lari Pontang-panting
Posko Tim Pencarian Korban Tambang Emas Longsor waspada longsor susulan di Titik Bor 1, Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-lokasi-tambang-ilegal-di-titik-bor-1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Posko tim pencarian korban waspada longsor susulan di Titik Bor 1, Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo.
Pasalnya posko tepat berada di lereng gunung pada titik Bor 3 tambang emas ilegal Suwawa. Bisa saja terjadi longsor dan menghantam posko tim SAR gabungan.
Seluruh kru di lokasi tambang diimbau waspada ancaman longsor.
"Hati-hati, waspada, jika terdengar gemuruh longsor, keluar selamatkan diri," teriak personel tim gabungan, Rabu (10/7/2024).
Benar saja, longsor susulan datang sekira pukul 20.00 Wita. Terdengar suara gemuruh dari atas gunung selama beberapa detik. Sontak hal itu membuat semua orang di dalam posko lari pontang-panting.
Personel SAR termasuk Tim TribunGorontalo.com melarikan diri ke tempat aman.
Kondisi gelap gulita membuat sejumlah personel terperosok ke dalam kubangan air.
Relawan pun berlarian hingga sekitar 300 meter dari lokasi posko. Suasana mencekam menyelimuti tempat para pencari korban berteduh.
Setelah suara gemuruh tidak terdengar lagi, beberapa personel kembali ke posko.
Tak lama berselang, suara gemuruh bebatuan kembali terdengar, semua orang pun panik.
Puncaknya terjadi sekitar 21.30 Wita, suara gemuruh terdengar panjang dari dua kejadian sebelumnya. Sekira 10 detik suara gemuruh itu terdengar.
Hal ini membuat tim gabungan Basarnas, TNI/Polri dan Tim TribunGorontalo.com tidak merasakan tidur nyenyak. Hampir semua personil tim gabungan tak tidur lagi setelah tiga kali longsor susulan itu.
Keluarga korban yang menginap di posko bercerita kepada TribunGorontalo.com, saat suara gemuruh terdengar ia lari setengah sadar.
"Pas nabrak itu balok, baru saya sadar karena posisinya ada tidur, jadi refleks keluar," ucap Rizal kepada TribunGorontalo.com, Kamis (11/7/2024).
Suara gemuruh dari atas gunung, kata dia, diartikan para penambang sebagai tanda bakal terjadi banjir. Sehingga suara itu sudah jadi hal biasa bagi mereka.