Selasa, 24 Maret 2026

Longsor Tambang Emas Suwawa

Suami Kenang Sosok Rina Mohammad, sang Pedagang Meninggal di Lokasi Tambang Emas Suwawa Gorontalo

Nonu Rahman Badolo, suami dari Rina Mohammad, salah satu korban mengatakan Rina semasa hidupnya seorang istri yang pekerja keras.

Tayang:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Suami Kenang Sosok Rina Mohammad, sang Pedagang Meninggal di Lokasi Tambang Emas Suwawa Gorontalo
TribunGorontalo.com/Prailla
Rumah Rani Mohammad, pedagang yang meninggal saat kejadian longsor di tambang Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suami dari pedagang di lokasi tambang emas Suwawa Kabupaten Bone Bolango mengenang sosok istrinya.

Nonu Rahman Badolo, suami dari Rina Mohammad, mengatakan Rina semasa hidupnya merupakan istri pekerja keras.

Warga asal Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, ini sengaja membuka kedai makanan di Desa Tulabolo Barat, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.

"Ada jual makanan kayak nasi kuning, nasi putih, mie, cuma di pertigaan tibor ke-17," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (9/7/2024).

Kedai itu sudah berdiri sejak tahun 2011 silam.

Kata Nonu, istrinya bukanlah penambang tapi pedagang.

"Awalnya kami hanya menjenguk saja ke rumah anak di Tulabolo Barat," lanjutnya.

Nonu mengatakan dirinya beserta keluarga masih sempat melarikan diri pada saat longsor pertama.

Khawatir akan ada longsor berikutnya, sehingga mereka sekeluarga lari terlebih dahulu meinggalkan kedai.

Rina disebut masih sempat ikut turun dan menaiki ojek hingga ke rumah anaknya.

"Masih sehat bugar dia ini," lanjutnya.

Rina meninggal saat berada di rumah anaknya. 

"Kita semua itu sudah makan, lalu almarhumah ini ke kamar dan mungkin hendak mencium cucunya tapi langsung tergeletak," jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

Nonu menegaskan istrinya bukanlah korban longsor di Tambang Emas Suwawa Selatan.

"Dia bukan korban longsor tapi meninggal saat kejadian itu," ucapnya.

Nonu pun ikhklas menerima takdir dan ketetapan Tuhan meski dirinya merindukan sang istri.

"Memang sudah takdirnya begini," tutupnya.

Medan Sulitkan Evakuasi

Evakuasi terhadap korban longsor di Tambang Emas Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo terus dilakukan.

Korban pun semakin bertambah baik yang meninggal dunia , selamat hingga dalam pencarian korban.

Upaya pencarian terkendala oleh kondisi tanah yang labil dan cuaca yang tidak bersahabat.

Hujan deras yang mengguyur lokasi longsor beberapa hari terakhir ini semakin mempersulit proses evakuasi.

"Meskipun kondisi sulit, kami tidak akan menyerah dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan para korban," ujar Komandan Korem 133/Nani Gorontalo, Brigjen TNI Hari Pahlawantoro, saat meninjau lokasi longsor pada Selasa (9/7/2024).

Sementara itu Dandim 1304/Gorontalo Letkol Arm Asep Ridwan, mengatakan tanah longsor di area Pertambangan Titik Bor 1 dan Km 18, untuk menjangkau lokasi itu harus melalui jalan setapak.

"Sepanjang 10 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 8 jam berjalan kaki, dengan kondisi medan yang sulit berupa hutan, jurang, lereng, serta melintasi beberapa aliran sungai,” ungkapnya

“Ditambah lagi di lokasi tidak terjangkau sinyal telepon sehingga menambah tingkat kesulitan dalam pelaksanaan evakuasi dan pencarian tersebut,” lanjutnya.

Namun sulitnya medan yang harus dilalui dan kendala komunikasi tersebut, tidak menyurutkan personel Kodim 1304/Gorontalo untuk memberikan bantuan berupa pencarian dan evakuasi terhadap korban tanah longsor.

“Kita menurunkan personel dari Koramil terdekat yaitu Koramil 1304-06/Suwawa Tengah, dan dipimpin langsung oleh Danramil Lettu Inf Sampe Kamasa dan melakukan evakuasi dan pencarian korban,” kata Letkol Asep Ridwan.

Selain itu, Lettu Inf Sampe Kamasa menjelaskan, selain membantu pencarian dan evakuasi, Kodim 1304/Gorontalo juga membantu proses pemakaman terhadap korban tanah longsor tersebut.

Dengan kejadian ini, Dandim 1304/Gorontalo mengimbau agar masyarakat lebih memperhatikan faktor keamanan dalam melakukan aktivitasnya, terutama di daerah yang rawan tanah longsor seperti di lereng-lereng pegunungan.

“Apalagi di wilayah Gorontalo saat ini, memasuki musim hujan dengan curah hujan tinggi dan di sertai angin kencang,” tandasnya.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved