Berita Nasional
Warga Ini Mendadak Kaya Raya, Terima Ganti Rugi Rp16 Miliar Pembangunan Tol Getaci
Bukan ratusan juta, melainkan ganti rugi yang diterimanya mencapai Rp 16 miliar. Uang sebanyak itu merupakan ganti rugi (UGR).
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Tol-Getaci-yang-kini-dalam-proses-pembebasan-lahan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang warga Garut, Jawa Barat mendadak kaya lantaran lahannya jadi perlintasan proyek pembangunan jalan Tol (Tax on Location).
Bukan ratusan juta, melainkan ganti rugi yang diterimanya mencapai Rp 16 miliar. Uang sebanyak itu merupakan ganti rugi (UGR).
Adapun jalan Tol yang dibangun seperti informasi yang dikutip TribunGorontalo.com, Sabtu (29/6/2024) menghubungkan Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap (Getaci).
Ketua Pengadaan Tanah Proyek Tol Getaci, Kabupaten Garut, Muhamad Rahman membenarkan warga yang menerima ganti rugi sebesar itu.
Menurutnya, proses pembayaran pembebasan lahan memang masih berlangsung termin pertama.
Pelaksanaan tersebut dilakukan di Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, selama tiga hari mulai tanggal 26 hingga 28 Juni 2024.
Muhamad Rahman mengatakan, pada termin pertama ini, sudah ada 17 desa di empat Kecamatan yang akan menerima UGR.
Yakni Kecamatan Kadungora, Kecamatan Leles, Kecamatan Banyuresmi, dan Kecamatan Leuwigoong.
Di Kecamatan Kadungora terdapat Desa Karangmulya, Desa Mandalasari, Desa Hegarsari, dan Desa Talagasari.
Sedangkan di Kecamatan Leles terdapat Desa Leles dan Desa Kandangmukti.
Kemudian di Kecamatan Leuwigoong terdapat Desa Tambaksari dan Desa Margacinta.
Sedangkan di Kecamatan Banyuresmi terdapat Desa Sukamukti.
"Tentunya kami berterima kasih kepada masyarakat yang dengan sabar menunggu sampai akhirnya bisa terlaksana dengan baik hari ini," ujarnya pada Kamis (27/6/2024).
Ia menuturkan, di Desa Talagasari terdapat 355 bidang yang diganti uang.
Jumlah tersebut diketahui paling banyak selama proses tahap pembebasan lahan tol di Kabupaten Garut.
Saat ini ada 99 persen bidang tanah di Desa Talagasari yang telah dibebaskan.
Tinggal tujuh bidang tanah yang belum dibayarkan karena masih menunggu kelengkapan berkas.
"Yang belum itu kita sedang menunggu berkasnya lengkap," ungkapnya kepada Tribun Priangan.
"Kemudian setelah ini kita akan lakukan di Desa Karangtengah masih di Kadungora," imbuhnya.
Ia menjelaskan, pada Pembayaran UGR Tol Getaci di Desa Talagasari tersebut, terdapat seorang warga yang menerima UGR paling tinggi selama proses pembebasan lahan.
Yakni sebesar Rp16.965.004.865 (enam belas miliar sembilan ratus enam puluh lima juta empat ribu delapan ratus enam puluh lima rupiah).
Kemudian yang terkecil nominal rata-rata yakni 400 ribu rupiah hingga 700 ribu rupiah.
"Itu yang terkecil satu meter lahan yang dibebaskannya, di Talagasari ini lebih dari 10 orang nih datanya," ungkapnya.
Rahman lantas mengimbau masyarakat yang telah menerima pencairan UGR agar menggunakan uang tersebut dengan baik dan bijak.
Warga juga diimbau agar tidak dulu mengambil uang terlalu banyak demi keamanan.
"Kemudian kemudian tanah yang sudah dibebaskan diharapkan bisa dijaga. Jangan sampai ada pihak lain yang masuk," ungkapnya.
Sayangnya hingga berita ini diturunkan, informasi tentang siapa sosok yang jadi miliarder baru di Garut tersebut masih belum terungkap data rincinya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.