Selasa, 3 Maret 2026

Euro 2024

3 Tim Berhasil Akali Aturan Ketat Euro 2024 hingga Bisa Lolos Babak 16 Besar

Strategi brilian ini menunjukkan bagaimana tim-tim top Eropa dapat beradaptasi dengan perubahan aturan dan tetap fokus pada tujuan utama mereka: merai

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 3 Tim Berhasil Akali Aturan Ketat Euro 2024 hingga Bisa Lolos Babak 16 Besar
Getty
Daftar 3 Tim berhasil Akali aturan ketat Euro 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Tiga negara peserta Euro 2024—Italia, Denmark, dan Slovenia—berhasil mengakali peraturan ketat baru yang diterapkan oleh UEFA dengan menjadikan kiper mereka sebagai kapten.

Langkah ini membawa ketiga negara tersebut lolos ke babak 16 besar dalam turnamen yang penuh dengan kejutan ini.

Italia melaju ke babak knockout setelah kemenangan dramatis melawan Kroasia berkat gol Mattia Zaccagni di menit terakhir pertandingan Grup B.

Baca juga: Prediksi Lengkap Babak 16 Euro 2024: Siapa yang Akan Melaju ke Perempat Final?

Selanjutnya, mereka akan berhadapan dengan Swiss. Sementara itu, Denmark finis di posisi kedua Grup C di belakang Inggris, dan Slovenia berhasil masuk sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Namun, yang menarik perhatian adalah strategi unik yang diterapkan ketiga negara ini: menjadikan kiper sebagai kapten tim.

Pentingnya strategi ini terkait dengan perubahan aturan yang diperkenalkan UEFA sebelum dimulainya turnamen.

Aturan baru menyatakan bahwa hanya kapten yang diperbolehkan berdiskusi dengan wasit mengenai keputusan di lapangan.

Pemain lain yang mencoba mendekati wasit untuk berdebat akan diganjar kartu kuning.

Baca juga: 5 Fakta Penting Babak Grup Euro 2024, dari Runtuhnya Tim Favorit hingga Muncul Generasi Masa Depan

Roberto Rosetti, kepala wasit UEFA, menjelaskan alasan di balik perubahan ini.

"Kami berbagi ide tersebut dengan pelatih Euro 2024 dan membicarakan topik ini di dalam Dewan Sepak Bola UEFA kami, dengan pemain top, mantan pemain, dan pelatih," katanya.

"Kami sepakat bahwa ini bukan untuk kepentingan wasit atau Komite Wasit UEFA, tetapi untuk sepak bola, citra permainan, dan generasi berikutnya," lanjutnya. 

Rosetti menambahkan bahwa perubahan ini akan menjadi contoh fantastis untuk era sepak bola berikutnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa sesi diskusi dengan tim sangat produktif, dengan semua pemain berinteraksi dengan baik dan memahami pentingnya dialog terbuka dengan kapten.

Namun, implementasi aturan ini memunculkan strategi baru dari beberapa tim.

Misalnya, pada pertandingan hari Selasa lalu, kiper Jan Oblak mengenakan ban kapten untuk Slovenia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved