Jumat, 20 Maret 2026

Berita Viral

3 Fakta Ustaz Imam Musala Tewas usai Ditikam Orang Tak Dikenal, Ada Indikasi Pembunuhan Berencana

Ustaz sekaligus imam musala di Kebon Jeruk Jakarta itu ditikam oleh Gilang saat tengah berwudhu untuk salat subuh, Kamis (16/5/2024).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 3 Fakta Ustaz Imam Musala Tewas usai Ditikam Orang Tak Dikenal, Ada Indikasi Pembunuhan Berencana
Tribunjakarta/Elga Hikari
Muhammad Gilang Sadewo, pelaku penusuk imam Musala di Kebon Jeruk, Jakarta Barat akhirnya tertangkap. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Muhammad Gilang Sadewo (24) ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Muhammad Saidih (71).

Ustaz sekaligus imam musala di Kebon Jeruk Jakarta itu ditikam oleh Gilang saat tengah berwudhu untuk salat subuh, Kamis (16/5/2024).

Insiden terjadi sekira pukul 04.30 WIB.

"Ya benar, ada seseorang yang telah ditusuk oleh orang tak dikenal hendak melaksanakan solat Subuh," kata Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Sutrisno, Kamis (16/5/2024).

Berikut sejumlah fakta kematian ustaz imam musala di Kebon Jeruk seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Survei lokasi

Kolase Foto pelaku penusuk Muhammad Saidi (71), Imam Musala Uswatuh Hasanah di Kebon Jeruk.
Kolase Foto pelaku penusuk Muhammad Saidi (71), Imam Musala Uswatuh Hasanah di Kebon Jeruk. (Kolase Foto Tribun Jakarta)

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Syahduddi, mengungkapkan pelaku ternyata sudah merencanakan pembunuhan tersebut.

Gilang menyurvei lokasi seminggu sebelum kejadian.

"Seminggu setelah melakukan aksinya (melakukan pengintaian) dan diputuskan bahwa dia melakukan aksinya pada pukul 04.30 WIB, sesaat sebelum korban melaksanakan Salat Subuh," Kombes Pol Syahduddi dalam jumpa pers, Jum'at (24/5/2024).

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, akibat penikaman itu korban Saidin pun mengalami luka tusuk di bagian pinggang.

Korban, kata Syahduddi, mengalami luka tusuk dengan kedalaman hingga 19 sentimeter. Atas luka tersebut tersangka MGS diduga kuat memang berniat menghabisi nyawa korban.

"Ya dengan kedalaman luka yang sampai 19 sentimeter itu patut diduga pelaku sengaja menghilangkan nyawa korban," pungkasnya.

Sakit Hati Direndahkan saat Naksir Cucu Korban 2 Tahun Lalu

Sebelumnya Terungkap motif Muhammad Gilang Sadewo (MSG) menusuk Muhammad Saidih (71) ustad di Kebon Jeruk, Jakarta Barat lantaran sakit hati terhadap korban.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M. Syahduddi mengatakan bahwa MSG ternyata selama ini menaruh hati terhadap salah satu cucu Saidih yang berinisial A.

Namun pada saat sedang berkunjung ke rumah A yang juga rumah korban, MSG mengaku mendapat sambutan kurang baik dan merasa direndahkan oleh korban Saidih.

"Sehingga pelaku merasa sakit hati dan berencana melakukan aksi pembunuhan tersebut," kata Syahduddi dalam jumpa pers, Jum'at (24/5/2024).

Namun hal aksi keji itu baru beberapa waktu lalu agar orang di sekitar rumah korban tidak mengetahui identitas daripada pelaku tersebut.

"Dengan adanya motif ini dapat kita sampaikan bahwa terjawab motif pembunuhan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan unsur Sara, murni karena urusan pribadi yaitu dendam terhadap korban," jelasnya.

MSG yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukumam 20 tahun penjara.

elain itu tersangka juga dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara 15 tahun serta Pasal 351 KUHP ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

"Dengan pidana 7 tahun penjara," pungkasnya.

Ditembak saat Penangkapan

Sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat terpaksa menembak MGS (25) pelaku penusukan ustaz hingga tewas di Kebon Jeruk lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Adapun MGS sebelumnya berhasil ditangkap aparat di wilayah Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis (23/5/2024) malam.

"Sempat melakukan perlawanan pelaku akhirnya dilumpuhkan petugas," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andri Kurniawan dalam keteranganya, Jum'at (24/5/2024).

Meski begitu Andri belum menjelaskan lebih jauh mengenai penangkapan terhadap MGS termasuk soal motif penusukan.

Pasalnya kata dia saat ini pelaku yang sempat buron itu tengah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

"Masih diperiksa nanti akan disampaikan saat press rilis," pungkasnya.

Adapun dalam kasus ini sebelumnya, MS (71), seorang pria lanjut usia (lansia) tewas saat hendak melaksanakan ibadah salat subuh di sebuah musala di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Korban tewas setelah ditusuk oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (16/5/2024).

"Ya benar, ada seseorang yang telah ditusuk oleh orang tak dikenal hendak melaksanakan solat Subuh," kata Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Sutrisno, Kamis (16/5/2024).

Adapun peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 04.30 WIB. Korban yang merupakan pedagang itu ditusuk saat tengah mengambil air wudhu.

"Korban ditusuk dari belakang. MS (korban) tersebut berprofesi sebagai seorang pedagang. Usai kejadian korban langsung dibawa ke rumah sakit Graha Kedoya dan mendapatkan pertolongan oleh pihak dokter namun setelah 2 jam nyawa korban tidak tertolong," ujarnya.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan terkait kasus yang ada. Pelaku penusukan, saat ini masih diburu polisi.

"Kami juga sudah melakukan olah TKP serta mencari bukti dan melakukan pengecekan CCTV maupun keterangan saksi di lokasi. Belum ditangkap (pelaku) masih penyelidikan," imbuhnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dendam 2 Tahun, Penusuk Ustaz hingga Tewas di Jakbar Survei Lokasi Sepekan Sebelum Eksekusi

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved