Jumat, 20 Maret 2026

Singapore Airlines Alami Turbulensi

Singapore Airlines Rute London-Singapura, Mendadak 'Landing' di Bangkok, Telan 2 Korban Jiwa

Pendaratan mendadak pesawat Singapore Airlines rute London-Siangapura, menelan dua korban jiwa.

Tayang:
Editor: Rafiqatul Hinelo
zoom-inlihat foto Singapore Airlines Rute London-Singapura, Mendadak 'Landing' di Bangkok, Telan 2 Korban Jiwa
Tribunnews.com
Singapore Airlines SQ321 Boeing 777 300ER 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pendaratan mendadak pesawat Singapore Airlines rute London-Siangapura, menelan dua korban jiwa.

Melansir Tribunnews.com, pesawat Singapore Airlines yang bertolak dari London menuju Singapura ini merupakan jenis pesawat Boeing 777-300ER.

Pesawat tersebut terpaksa mendarat di Bandara Suvarnabhumi Bangkok, Thailand sekira pukul 15:45 waktu setempat.

Awalnya, dikabarkan satu orang tewas dalam peristiwa ini. Ia ditemukan meninggal dunia di dalam pesawat.

Kemudian, kabar terbaru, ketambahan 1 korban tewas, tapi kali ini korban meninggal dunia saat berada di rumah sakit Bangkok.

Untuk itu, tercatat saat ini, korban jiwa dalam peristiwa Singapore Airlines ini menjadi dua orang. 

Rumah sakit Samitivej Srinakarin mengatakan, dari 71 orang penumpang yang dirawat di jaringan medisnya, enam orang mengalami luka serius

Empat orang yang terluka berasal dari Inggris, tiga dari Malaysia, dua dari Selandia Baru dan masing-masing satu dari Irlandia, Spanyol dan Amerika Serikat. Kewarganegaraan korban lainnya tidak diketahui.

Penumpang dan awak yang tersisa diperiksa dan dirawat di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, kata maskapai tersebut.

Pesawat yang mengangkut 211 penumpang dan 18 awak. Pesawat itu meninggalkan Bandara Heathrow pada hari Senin. Waktu penerbangan ke Singapura hanya kurang dari 13 jam.

Kementerian Transportasi Singapura mengatakan pihaknya sedang memeriksa kejadian tersebut dan akan mengirimkan penyelidik ke Bangkok, dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional di Amerika Serikat mengatakan akan mengirimkan perwakilan dan empat penasihat teknis untuk membantu.

Perdana Menteri Thailand mengatakan pemerintahnya akan “membantu segala hal yang diperlukan bagi korban cedera.”

Pria tersebut meninggal di dalam pesawat, kata Kittipong Kittikachorn, direktur bandara Bangkok, tanpa menyebutkan nama atau penyebab kematiannya. Istri pria tersebut terluka dan dibawa ke rumah sakit, kata Kittipong.

Kerusakan, termasuk isolasi terbuka, terlihat pada bagian dalam jet penumpang yang mengalami turbulensi ekstrem.

Waktu penerbangan rata-rata untuk rute tersebut kurang dari 13 jam. Mr Kittipong mengatakan pada konferensi pers bahwa dia naik ke pesawat setelah mendarat dan menggambarkan pemandangan itu sebagai “berantakan.”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved