Berita Viral
Viral Foto ASN Manggarai Timur Minum Miras, Pj Sekda Bantah Pesta Miras 'Sekali Lagi Mohon Maaf'
Beberapa waktu lalu foto Aparatur Sipil Negara (ASN) Manggarai Timur tengah minum minuman keras (miras).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-viral-ASN-di-Manggarai-Timur-minum-minuman-keras.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Beberapa waktu lalu foto Aparatur Sipil Negara (ASN) Manggarai Timu, NTT, tengah minum minuman keras (miras).
Dalam foto tersebut tampak sejumlah pria berseragam ASN bersulang dengan gelas berisi Bir Bintang.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur Remigius Gonsa Tombor pun membenarkan bahwa foto tersebut dilakukan oleh sejumlah ASN di Manggarai Timur pada Selasa (7/5/2024).
Remigius Gonsa Tombor mengungkap bahwa para ASN tersebut minum minuman keras dalam rangka persiapan pernikahan salah satu ASN yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat.
"Terkait viral ASN itu, kejadiannya pada saat ada satu ASN dari Prokopim Kabupaten Manggarai Timur yang buat Kumpul Dana (Kumpul Kope) dalam rangka persiapan pernikahannya," kata dia saat dihubungi oleh Kompas.com, Sabtu (18/5/2024).
Tombor menjelaskan, sebagai bentuk dukungan dan partisipasi sesama ASN maka mereka hadir dalam acara itu pada saat istirahat makan siang.
Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan orang di Manggarai Timur menyuguhkan minuman beralkohol seperti bir atau sopi.
"Tetapi tidak dalam arti pesta miras," katanya. Remigius pun meminta maaf atas tersebarnya foto yang bisa membuat publik tidak berkenan.
“Saya atas nama seluruh ASN yang hadir pada saat acara tersebut menyampaikan permohonan maaf apabila situasi seperti itu dianggap kurang etis dan kurang berkenan, dan ini akan menjadi perhatian ke depannya untuk tidak terulang lagi.
"Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih atas kontrol yang disampaikan oleh masyarakat dan publik di Manggarai Timur,” jelasnya.
Kasus Lainnya: Viral Rombongan Kades Masuk Klub Malam
Viral kepala desa di Bone diduga ramai-ramai dugem.
Pada siang hari, diketahui para kades ini bimtek di sebuah hotel mewah.
Aksi viral kepala desa (Kades) asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan beredar di jagat media sosial.
Dalam sebuah klub malam di Makassar, sejumlah kepala desa asal Bone kedapatan sedang berpesta.
Rombongan kepala desa di Bone itu disambut dengan ucapan 'Selamat Datang' di Liquid Makassar.
Di layar belakang panggung tertulis ' Welcome Rombongan Kepala Desa Bone # From Revan & Adrian'.
Aksi ini mengundang komentar berbagai pihak, termasuk dari pejabat Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Salah satunya dari Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kemendes PDTT, Luthfy Latief.
Dalam unggahan instagramnya @Luthfylatief, ia mengomentari aksi para kepala desa.
"Para Kades di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan melakukan Bimtek di salah satu hotel mewah di Makassar. Ditengah2 pelaksanaan Bimtek, sempat heboh karena di D'Liquid, salah satu tempat dugem di Makassar terpampang pada layar besar tulisan 'Welcome Kepala Desa Bone'," jelas Luthfy Latief dikutip, Sabtu (11/5/2024).
"Kehebohan berikutnya, setelah salah seorang Kepala Desa meninggal dunia di kamar hotel karena 'kelelahan mengikuti bimtek'," lanjutnya.
Luthfy mengaku sudah membentuk tim investigasi.
Tim ini bahkan turun ke Bone untuk menggali informasi aksi viral tersebut.
Bahkan Kemendes PDTT akan memastikan sumber dana pelaksanaan bimtek.
Sebab ada indikasi penyalahgunaan dana desa dengan mengemas dalam kegiatan bimtek.
"Hari ini, saya membentuk Tim dan meminta segera ke Kabupaten Bone untuk mendetailkan informasi ini, berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Desa PDTT. Saya ingin pastikan sumber dana atas pelaksanaan Bimtek tersebut, yang konon dilaksanakan oleh sebuah lembaga 'PT Putri Dewani Mandiri'," kata Luthfy.
"Kami menemukan di beberapa tempat, ada indikasi penyalahgunaan Dana Desa dengan mengemasnya dalam kegiatan Bimtek. Biasanya, bimtek tersebut dikoordinir oleh oknum Dinas PMD setempat, dilaksanakan oleh lembaga yang telah diarahkan, Kepala Desa berurunan, kemudian endingnya ada "SHU" yang dibagi-bagi," lanjutnya.
Luthfy juga mengaku sudah mengantisipasi kegiatan ini.
Caranya dengan menerbitkan Peraturan Meteri Desa PDTT No 13 Tahun 2023.
"Kami telah mengantisipasi kegiatan seperti ini dengan menerbitkan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 13 Tahun 2023 dengan MELARANG PERJALANAN DINAS PEMERINTAH DESA DI LUAR KABUPATEN/KOTA SETEMPAT MENGGUNAKAN DANA DESA. Kalau mau berkoordinasi keluar Kabupaten/Kota setempat, silakan menggunakan Dana selain Dana Desa," tulisnya.
"Lebih jelas, dalam Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 7 Tahun 2023, telah menyebutkan bahwa Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk mendanai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan peningkatan kapasitas menggunakan Dana Desa hanya boleh untuk masyarakat desa yang dilaksanakan secara swakelola, misalnya pengembangan kapasitas ekonomi produktif dan kewirausahaan masyarakat Desa yang dilaksanakan oleh pemerintah desa dan bertempat di desa setempat," lanjut Luthfy.
Baca juga: Cek Fakta Viral Pernikahan Sesama Jenis di Halmahera Selatan
Ketua Apdesi Bone Klaim Tak Tau Perihal Aksi Dugem
Ketua Apdesi Kabupaten Bone, Andi Mappakaya Amier mengatakan tidak mengetahui perihal kejadian tersebut.
"Tidak tahu juga saya mengenai itu potongan gambar betul atau tidak. Tapi memang sebagian kepala desa ada di Makassar untuk mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh perusahaan swasta PT Putri Dewani Mandiri" ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Jumat (10/5/2024)
Ia juga tak tahu berapa total kades hadir dalam bimbingan teknis tersebut.
"Tidak kutahu juga berapa jumlah pastinya, karena saya juga tidak ikut di kegiatannya. Saya sudah 2 bulan di Makassar di Rumah Sakit. Tapi yang jelas banyak yang ke sana" ujarnya.
Hal sama diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Andi Gunadil Ukra.
"Kalau untuk yang dugem saya juga tidak tahu pasti, betul atau tidaknya itu. Belum ada laporan. Tapi kalau untuk bimtek, iyya hampir sebagian kepala Desa di Bone mengikuti kegiatan tersebut yang diselenggarakan oleh perusahaan swasta PT Putri Dewani Mandiri" ujarnya.
Ia memastikan Kepala Desa yang mengikuti bimtek di Makassar tidak menggunakan anggaran Desa atau Kabupaten.
"Mereka yang fasilitasi kades ke Makassar untuk mengikuti Bimtek. Dan mereka memang bersurat di masing-masing Desa. Kalau untuk jumlah pastinya saya juga tidak tau tapi banyak mungkin ratusan" ujarnya.
Artikel ini dioptimasi dari Kompas.com dan TribunMedan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.