Berita Viral

Cek Fakta Viral Pernikahan Sesama Jenis di Halmahera Selatan

Beberapa waktu lalu viral pernikahan sesama jenis di Desa Sekely, Kecamatan Gane Barat Selatan, Halmahera Selatan.

Editor: Fadri Kidjab
Tribunternate.com/Istimewa
VIRAL Pernikahan sesama jenis di Desa Sekely, Kecamatan Gane Barat Selatan, Halmahera Selatan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Beberapa waktu lalu viral pernikahan sesama jenis di Desa Sekely, Kecamatan Gane Barat Selatan, Halmahera Selatan.

Dilansir dari TribunTernate.com, mempelai bernama Naim Saban (25) dan Dela La Udin (26) itu melangsungkan akad nikah pada Kamis (16/5/2024).

Dela La Udin disinyalir menyamarkan nama aslinya, yakni Jurnal Lafini.

Melalui video berdurasi 22 detik, Dela meminta maaf kepada publik.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya, dan saya sebenarnya laki-laki," ujarnya, Sabtu (18/5/2024).

Lantas, benarkah Dela seorang laki-laki?

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan seorang tenaga medis di Desa Sekely, ditemukan alat vital laki-laki pada tubuh Dela La Udin alias Jurnal Lafini.

Petugas tenaga medis itu juga disebut sempat berbincang dengan Naim Saban selaku mempelai pria.

"Karena setiap berhubungan badan, si banci (Jurnal Lafini) langsung mempersiapkan lubang dan si banci tidak menyalakan lampu," tulis laporan tenaga medis tersebut.

Kades Sekely Minta Maaf

Kades Sekely, Kecamatan Gane Barat Selatan, Halmahera Selatan, Malik Hi Daud meminta maaf kepada pemerintah daerah bahwa informasi yang disampaikan sebelumnya salah.

Malik mengaku memberi keterangan dalam rapat bersama pemerintah daerah bahwa pernikahan sesama jenis yang terjadi di desanya tidak benar atau hoax.

Karena berdasarkan hasil pemeriksaan fisik awal, pengantin wanita yang dicurigai seorang laki-laki, adalah jelas berjenis kelamin wanita.

Di sisi lain, Kasubag TU Kemenag Halmahera Selatan Hamdi Berhet mengatakan, pihaknya menelusuri kebenaran isu Dela La Udin berjenis kelamin laki-laki.

"Berdasarkan dokumen data pribadi, mempelai wanita ini bernama Dela La Udin," kata Hamdi, Jumat (17/5/2024).

Berhet menegaskan pihaknya akan mengambil langkah hukum jika terbukti benar pernikahan sesama jenis tersebut.

Menurut dia, ada dugaan manipulasi dokumen pribadi yang dilakukan oleh Dela La Udin alias Jurnal Lafini.

"Selain itu semua berkas (pernikahan) ditarik untuk barang bukti dan melaksanakan pembatalan pernikahan," tutur Hamdi.

Kasus Lainnya: Pria Asal Cianjur  Menikahi Laki-laki

Pernikahan sesama jenis di Cianjur, Jawa Barat, pria berinisial ESH menyamar menjadi wanita dan mengaku bernama Adinda Kanza.
Pernikahan sesama jenis di Cianjur, Jawa Barat, pria berinisial ESH menyamar menjadi wanita dan mengaku bernama Adinda Kanza. (Polsek Naringgul)

Kasus pernikahan sesama jenis pernah terjadi di Cianjur, Jawa Barat.

Pria berusia 26 tahun melaporkan laki-laki yang menyamar jadi perempuan.

Pria berinisial AK itu rupanya tak terima jika ESH (26) adalah laki-laki.

AK ditipu oleh ESH yang sengaja mengenakan cadar ketika keduanya bertemu pertama kali.

ESH mengganti namanya menjadi Adinda Kanza.

Penyamaran ESH terbongkar ketika orang tua AK bernama Daud (50) merasa curiga.

Warga Kampung Cigaru, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, itu menyebut anaknya menyukai ESH dari instagram.

"Awalnya anak saya kenal ESH melalui instagram dan berhubungan seperti sepasang kekasih sekitar dua bulan, serta pernah datang ke rumah satu kali," kata Daud dikutip dari TribunJabar, Minggu (5/5/2024).

Saat datang ke rumah, Daud sempat menanyakan kepada ESH terkait orangtuanya mengetahui atau tidak saat dibawa ke rumah.

"Ketika ditanya seperti itu, ESH alias Adinda Kanza itu menjawab, bahwa kedua orangtunya sudah meninggal dunia. Saya pun sempat tidak curiga karena berpakaian islami, bahkan bercadar," katanya.

Daud mengatakan setelah hampir satu tahun berhubungan baik, akhirnya AK menikahi Adinda Kanza dengan wali nikah tokoh agama setempat pada Sabtu (12/4/2024).

Setelah pernikahan itu, Daud mengaku masih tidak mencurigai apapun dengan alasan kalau pun kedua orangtuanya sudah meninggal.

Namun, Daud menyakini pasti ada keluarga yang lainnya, sehingga dilakukan penelusuran dan akhirnya diketahui identitas asli Adinda Kanzaternyata berjenis kelamin pria.

Bahkan kedua orangtua ESH belum meninggal dunia.

"Kedua orangtuanya masih ada, tapi sudah tua. Pada saat itu saya langsung melapor ke polisi untuk diamankan, karena khawatir menjadi amukan warga," ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Naringgul, Bripka Ridwan Taufik, mengatakan pihaknya sudah mengamankan Adinda Kanza alias ESH di Mapolsek Naringgul.

"ESH sudah diamankan, dan saat ini masih dimintai keteranganya. Namun sementara ia berpura-pura jadi wanita hanya untuk manfaatkan AK dengan meminta sejumlah uang," kata Ridwan melalui sambungan telepon.

Ridwan mengatakan, AK (26) dan ESH (26) saling berkenalan melalui media sosial sejak 2023 lalu. Saat itu ESH mengaku sebagai Adinda Kanza.

"Sejak bekenalan satu tahun lalu, AK dan ESH sering betemu dengan ESH sepeti sepasang kekasih. Bahkan AK sering membawa ESH untuk menemui orangtuanya. ESH yang mengaku sebagai Adinda Kanza ini sering menggunakan pakaian muslim serta cadar," tutur Ridwan.

AK yang sudah jatuh cinta pada Adinda akhirnya ia menikahi Adinda, Sabtu (12/4/2024) di kediaman AK.

"Resepsi hingga proses akad dilakukan di rumah AK. Namun berdasarkan keterangan yang diterima pernikahannya tersebut tidak tercacat negara, atau secara sirih," kata Ridwan Taufik.

Ridwan menjelaskan, proses pernikahan tersebut dapat berlangsung karena ASH mengaku bahwa orangtua laki-lakinya tidak diketahui keberadaannya. Sehingga wali nikah pada saat itu merupakan tokoh agama setempat.

"Setelah menikah ESH semakin lebih tertutup dengan keluarga besar AK. Sehingga membuat rasa penasaran keluarga AK untuk mencari informasi lebih dari ESH alias Adinda Kanza," katanya.

Baca juga: Viral Tertawakan Ibu-ibu Baca Poster Film di Bioskop, Wanita SPG Ini Dipecat, Begini Klarifikasinya

Motif Terungkap

Polisi akhirnya mengungkap alasan Erik alias ESH menyamar jadi wanita.

Pria berusia 26 tahun itu menikah siri dengan AK (26).

Erik pun mengubah namanya menjadi Adinda Kanza.

Untuk memuluskan aksinya, Erik memakai cadar.

Keduanya berkenalan lewar media sosial instagram sampai akhirnya berpacaran.

Setelah berpacaran selama setahun, AK menikahi Erik secara siri pada Sabtu (12/4/2024).

Penyamaran Erik terbongkar setelah keluarga AK curiga dengan tingkah lakunya selama dua minggu menikah.

Ayah AK, Daud (50), mengatakan anaknya sudah berpacaran selama setahun dengan Erik sebelum menikah.

Selama berpacaran, Erik selalu mengenakan gamis dan bercadar sehingga AK tak menaruh curiga.

"Awalnya anak saya kenal Erik melalui Instagram dan berhubungan seperti sepasang kekasih sekitar dua bulan, serta pernah datang ke rumah satu kali," paparnya, Minggu (5/5/2024), dikutip dari TribunJabar.id.

Daud mengaku sempat berbincang dengan Erik dan menanyakan silsilah keluarganya.

"Ketika ditanya seperti itu, ESH alias Adinda Kanza itu menjawab, bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Saya pun sempat tidak curiga karena berpakaian tertutup, bahkan bercadar," jelasnya.

Meski sudah menikah, Daud masih mencari keluarga Erik untuk memastikan asal usulnya.

Setelah ditelusuri, terungkap Erik merupakan pria dan masih memiliki orang tua.

"Kedua orang tuanya masih ada, tapi sudah tua. Pada saat itu saya langsung melapor ke polisi untuk diamankan, karena khawatir menjadi amukan warga," pungkasnya.

Pelaku dan keluarga korban berdamai

Kepala Desa Wangunjaya, Jaelani, mengatakan AK kaget ketika mengetahui identitas asli orang yang dikahinya pada Sabtu (12/4/2024).

AK sempat diungsikan dari rumah untuk menenangkan diri.

Awalnya, pelaku terancam hukuman 4 tahun penjara dan dijerat pasal penipuan.

Namun, pihak keluarga AK akhirnya menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

"AK kondisi sangat murung, setelah istri yang dinikahinya yang mengaku sebagai Adinda Kanza tersebut merupakan laki-laki. Namun permasalahanya sudah diselesikan dengan musyawarah," ungkapnya, Senin (6/5/2024), dikutip dari TribunJabar.id.

Ia menambahkan, Erik meminta sejumlah uang ke AK selama setahun berpacaran.

"Waktu sebelum menikah ESH sering memanfaatkan dengan cara meminta sejumlah uang dan telepon genggam," ujarnya.

 

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunTernate.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved