Berita Islami

Berapa Umur Ideal Anak Dikhitan? Ini Penjelasan Buya Yahya

Berapa umur anak wajib dikhitan? Pertanyaan ini kerap muncul di benak para orang tua.

Editor: Fadri Kidjab
Foto kiriman warga/Serambi Indonesia
Ilustrasi proses khitan 

TRIBUNGORONTALO.COM – Berapa umur anak wajib dikhitan?

Pertanyaan ini kerap muncul di benak para orang tua.

Dalam Mazhab Syafi'i, hukum khitan itu wajib bagi anak laki-laki, demikian pula perempuan.

"Hukum khitan menurut mazhab kita adalah wajib bagi laki-laki dan perempuan sekalipun perempuan ada pendapat lain yang mengatakan sunnah bagi perempuan," kata Buya Yahya dilansir dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Sabtu (11/5/2024).

Ia mengatakan laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan pada proses khitan.

Pada perempuan, khitan dilakukan dengan sangat sederhana yakni hanya digores saja pada bagian tertentu bukan diambil bagian atau kulup seperti pada laki-laki. 

Pada intinya, khitan pada laki-laki dan perempuan tujuannya adalah menjaga kebersihan. Apabila buang air kecil menjadi lebih bersih dan dapat dibersihkan. 

"Tujuannya adalah agar disaat buang air kecil nanti pada akhirnya menjadi bersih, kalau ternyata biarpun belum kebuka semua kulupnya tapi kalau buang air itu bisa dibersihkan itu sudah nggak perlu lagi," sambungnya. 

Lantas, berapa umur ideal anak dikhitan?

Buya Yahya memberikan pendangannya soal khitan pada anak. 

Menurut Buya, khitan yang paling baik, paling enak dan paling mudah dilakukan adalah saat anak masih kecil.

Khitan bisa dimulai saat umur anak memasuki usia tujuh hari hingga satu bulan. 

Usia tersebut dipilih karena memberikan banyak kemudahan, selain anak belum aktif bergerak juga luka-luka saat khitan cepat mengering.

Buya juga mengkhitan anak-anaknya pada saat bayi. 

"Anak kami khitankan di masa kecil, jadi ini memang belum menjadi budaya di tempat kita sebetulnya, ini adalah bagus dan lebih bersih, jadi di saat itu anak kita sudah bersih tidak menyimpan apapun di dalamnya, jadi di masa kecil lebih enak," tambah Buya. 

Khitan saat bayi selain lebih mudah, kelak ketika anak dewasa, dia sudah lebih bersih dan tidak menyimpan apapun saat buang air kecil.

"Setahun jangankan 4 tahun, anak usia 6 bulan aja sudah bergerak, agak susah dan nggak bisa dipaksa, khitan nggak bisa dipaksa, makanya kalau sudah umur 7/8 tahun kan dengan sukarela sehingga nyerahkan diri," pungkas Buya Yahya. 

Seksolog dr Boyke Ungkap Manfaat Sunat untuk Anak Laki-laki

Sunat atau khitan dalam perspektif medis merupakan suatu operasi kecil atau operasi minor untuk memperbaiki organ laki-laki atau dan untuk menjaga kebersihan. Selain mengikuti aturan agama dan menjaga kebersihan, namun sunat memiliki banyak.

Hal tersebut diungkapkan oleh seksolog dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS.

Belum lama ini, dokter yang kerap membahas masalah kesehatan, terutama topik seksualitas ini mengungkapkan penjelasannya tentang sunat melalui akun Instagram @klinikpasutri_boyke.

"Khitan itu dilakukan secara medis dengan mengambil kulup daripada kepala penis," kata dr Boyke.

Alasan Anak Laki-laki Perlu Disunat

Lebih lanjut, dr Boyke kemudian mengungkap dua alasan mengapa anak laki-laki harus disunat dalam perspektif medis.

Pertama, sunat merupakan sebuah anjuran dalam agama Islam yang harus dilakukan oleh umat Muslim pria.

"Pertama tentunya karena alasan agama dan budaya, contohnya sunat menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Muslim pria," kata dr Boyke.

Kedua, dalam perspektif medis, sunat dilakukan untuk mencegah berbagai macam penyakit yang dapat menyerang alat kelamin.

Sunat Lebih Dianjurkan saat Bayi

Memang tak dipungkiri saat ini masih banyak orang tua yang masih ragu untuk menyunatkan anaknya ketika masih bayi.

Tapi sebenarnya tidak ada patokan kapan usia anak sebaiknya disunat, yang penting sebelum akil baligh.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved